http://internasional.kompas.com/read/2017/04/04/21502241/china.akan.bangun.kota.
<http://internasional.kompas.com/read/2017/04/04/21502241/china.akan.bangun.kota.baru.yang.tiga.kali.lebih.luas.dari.new.york>
baru.yang.tiga.kali.lebih.luas.dari.new.york
<http://internasional.kompas.com/read/2017/04/04/21502241/china.akan.bangun.kota.baru.yang.tiga.kali.lebih.luas.dari.new.york>
China Akan Bangun Kota Baru yang
Tiga Kali Lebih Luas dari New York
Kompas.com - 04/04/2017, 21:50 WIB
Polusi udara dan kemacetan lalu lintas menjadi masalah utama di Beijing,
China. Alhasil pemerintah berencana membangun kota baru untuk
meringankan beban Beijing.
*BEIJING, KOMPAS.com* - Sebuah kawasan di dekat ibu kota China
<http://indeks.kompas.com/tag/china>, Beijing dibanjiri ribuan orang
yang berniat membeli properti setelah pemerintah mengungkap rencananya.
Pemerintah China <http://indeks.kompas.com/tag/china> berencana untuk
membangun sebuah kota baru di daerah bernama Xiongan sebagai upaya untuk
mengurangi polusi dan kemacetan lalu lintas di Beijing.
Rencana pembangunan Xiongan, sebuah kawasan ekonomi khusus yang menurut
pemerintah tiga kali lebih luas dibanding kota New York, diumumkan
pemerintah pada akhir pekan lalu.
Dalam pernyataan bersamanya komite sentral dan dewan negara, dua lembaga
paling berkuasa di China <http://indeks.kompas.com/tag/china>, menyebut
kota baru itu akan mencakup tiga daerah sekitar 100 kilometer sebelah
tenggara Beijing.
Kantor berita /Xinhua/ mengabarkan, pembangunan Xiongan akan meringankan
tekanan bagi Beijing yang dihuni 22 juta orang.
"Xiongan akan menjadi jawaban bagi masalah pertumbuhan China
<http://indeks.kompas.com/tag/china>: perkembangan kawasan urban harus
memberi jalan kepada strategi pembangunan yang inklusif dan seimbang,"
demikian /Xinhua/.
"Lebih dari sekadar replika kesuksesan masa lalu China
<http://indeks.kompas.com/tag/china>, kawasan ini akan menceritakan masa
depan sebuah kota baru," tambah /Xinhua/.
Sementara itu, Presiden Xi Jinping menyebut kota baru itu akan menjadi
contoh sebuah pembangunan inovatif yang memprioritaskan perlindungan
ekologi dan meningkatkan kualitas hidup warganya.
Pengumuman rencana ini langsung memicu para spekulan membanjiri kawasan
tersebut untuk membeli properti atau tanah yang nantinya bisa dijual
kembali dengan harga yang amat mahal.
Media massa setempat mengabarkan harga properti di kawasan itu langsung
melonjak dua kali lipat hanya beberapa jam setelah pengumuman tersebut.
Bloomberg mengabarkan, perburuan properti besar-besaran itu
mengakibatkan kemacetan lalu lintas menuju ke kawasan yang diincar,
sementara hotel-hotel juga dipenuhi para tamu.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah China
<http://indeks.kompas.com/tag/china> membangun kawasan baru sebagai
bagian dari urbanisasi besar-besaran yang membuat ratusan juta orang
membanjiri kota-kota.
Sejumlah pengamat mengatakan, sebagian besar kawasan baru itu menjadi
kota hantu tetapi belakangan kota-kota hantu itu mulai menggeliat.
"Tak ada yang namanya kota hantu, ini hanya sebuah fase perkembangan,"
kata Wade Shepard, penulis buku tentang fenomena kota baru di China
<http://indeks.kompas.com/tag/china>.
EditorErvan Hardoko
SumberGuardian <http://www.guardian.co.uk>,
Tag:
* beijing <http://indeks.kompas.com/tag/beijing>
* China <http://indeks.kompas.com/tag/China>
* kota <http://indeks.kompas.com/tag/kota>