DI TANAH TAK PERNAH MENYERAHS. AnantagunaTak usah kusebutkan namanya, dik semua sama wanita tani dan laki-laki di tengah sawah membela tanah. Di tanah padipadi semi jagung menari ketela menghijau bumi dan sejak pagi sampai senja pergi semi adalah hatinya tanah adalah hatinya.Tak usah kusebutkan namanya, dik semua sama wanita dan laki-laki semua petani demi tanah—mereka mati demi tanah—revolusi. Di tanah mereka lahir di lumpur mereka besar jika darah mengalir jangan tanya dik mana yang benar jika mentari dari timur itulah petani jika ombak di laut itulah petani tak usah kusebutkan namanya, dik semua cinta merdeka semua petani membela revolusi karena tanah di hati karena tanah demokrasi.IIJika malam ada kecapi gendang mengganggang memecah sepi lagu kinanti atau pangkur palaran perlahanlahan memijiti cape di badan ah dik, hanya itu mereka punya hanya itu dari merdeka peluh yang lapar sehelai kain yang pudar sepotong celana kerja di lumpur dan untuk tidur tak usah kusebutkan namanya, dik semua sama mereka petani demi tanah ditembaki di hatinya revolusi tanpa resepsi tanpa korupsi dikhianati. jika di kota buruh tumbuh di desa mereka teguh menahan zamannya di tanah dibela tak usah kusebutkan namanya, dik di manamana sama wanita dan lakilaki semua petani ditempa api melawan mati ditempa cinta bumi dicambuk pengkhianatan revolusi dan mereka akan bilang mengucap dengan tenang: matahari adalah matahari revolusi ada revolusi demokrasi adalah demokrasi dan tanah untuk petani.IIITak usah kusebutkan tempatnya, dik semua sama karena tanah tercinta hidup tercinta revolusi ini akan mati tanpa nasi merdeka ini akan mampus tanpa petani dan mereka tak mau kematian kemerdekaan tidak membolehkan revolusi mati tidak diserahkan setetes darah demokrasi karena demokrasi itu hati sendiri karena kemerdekaan dibayar darah petani.IVTak usah kusebutkan maknanya, dik tanah marah darah rebah petani ditembaki revolusi dikorupsi provokasi biar mimpi. Revolusi ini membesarkan kaum tani, dik bukan kanakkanak lagi untuk melihat dengan darah rakyat menikmati tanda pangkat. Tak usah kusebutkan maknanya, dik traktor pelor berhadapan dengan obor tahi tak pernah kendor. Revolusi ini membesarkan kaum tani, dik meski disumbat mulutnya kulihat dengan mata jika ditutup mata dan telinga hatiku tetap mendengar karena denyut sama lapar sama cinta diberi berita oleh senja.VTak usah kusebutkan namanya, dik mereka semua sama bicara dengan hati revolusi tak boleh mati merdeka tak boleh mati biar tuantuan menggantung diri! Dan di dalam panas menjilat peluh meraba hati keras di dada yang penuh ah dik, seperti seorang ibu— mereka bilang padaku: yang dilahirkan revolusi akan melahirkan revolusi!(Surabaya, 1961) trailer 'yang bertanah air,tak bertanah'
| | | | | | | | | | | trailer 'yang bertanah air,tak bertanah' 'yang bertanah air, tak bertanah' put forwards eyewitness stories of former members of Lembaga Kebudayaa... | | | |
