Ada berita menarik yang dimuat dlm majalah Der Spiegel tgl. 1 April lalu ttg kunjungan Xin Jinping ke AS hari Kamis ini.
Presiden AS Trumps mengeluh masalah perdagangan AS dng RRT dan sementara negeri lainnya selama ini. Dan mempertanyakan mengapa AS menghalami defisit perdagangan yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung itu. Misalnya jumlah defisit perdagangan Amerika Serikat thd RRT tahun lalu adalah US $ 347 miliard dolar. Thd Jepang mencapai US$ 69 miliar dolar dan berikutnya terhadap Jerman sebesar US$ 65 miliar dolar. Dia ingin tahu begaimana bisa terjadi neraca perdagangan sedemikian tidak seimbang dan ingin mengusutnya. Yah itulah urusan yang dihadapi antara kaum penguasa negeri-negeri itu. Sementara itu juga timbul pertanyan di kalangan orang awam: Itu jumlah orang-orang miliarder di negeri RRT juga aneh rasanya. Kok mendadak sontak begitu banyak jumlahnya setelah Deng pegang kekuasaan. Bagaimana bisa timbul secepat itu di suatu negeri yang katanya sosialis. Jumlah yang miliardan itu memang betul-betul uang kaum miliarder RRT itu atau uang negeri lain yang mereka "putar-putar"-kan itu. Yah yang pasti untuk melaksanakan penghisapan terhadap proletariat, kaum tani dan kaum pekerja di RRT lainnya untuk menghasilkan kapital baru di negeri "sosialis" mereka. Lusi.-
