Anies Bicara Stop Kampanye SARA Saat Tim Sukses Dia Sendiri Melakukannya 
http://beritain.online/2017/04/05/anies-bicara-stop-kampanye-sara-saat-tim-sukses-dia-sendiri-melakukannya/
 
 BY ADMIN http://beritain.online/author/admin/ · APRIL 5, 2017
 

 Sekiranya kita dan warga Jakarta tidak bisa move on akan kehadiran spanduk 
provokatif bernada SARA mengenai penolakan mensholati jenazah. Baru sekarang 
ini Anies Baswedan mulai tidak ingin kampanye SARA berear di Jakarta, kelihatan 
seperti seseorang kebakaran jenggot, tetapi jenggotnya partai dan Ormas 
pengusungnya. Paslon ini diuntungkan dengan adanya spanduk ancaman untuk warga 
Jakarta yang berisi tidak akan mensholatkan jenazah warga Jakarta pengusung 
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (sumber 
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/04/05/22090681/anies.berhentilah.memfitnah.pakai.isu.sara)
 
 Spanduk yang tersebar luas seantero Jakarta ini cukup untuk membuat warga 
Jakarta seperti tercengkeram ketakutan, apalagi dengan ditambah urusan akhirat, 
apabila pilih Paslon nomor tiga akan pasti masuk Surga, sedangkan kalau pilih 
Paslon nomor 2 pasti masuk neraka. Ini juga SARA, malah lebih kejam sampai 
urusan dunia akhirat semua harus mengikuti arah pilihan di Pilkada DKI Jakarta. 
Apalagi ditambah dengan pernyataan provokatif ustad-ustad dan juga habib-habib 
radikal yang terus menggempur dengan isu SARA untuk menggembosi suara Ahok dan 
berharap Anies akan menang dan duduk di kursi Gubernur DKI Jakarta.
 Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono curiga spanduk provokatif 
berisi larangan menyalatkan jenazah bagi pendukung Basuki Tjahaja Purnama 
(Ahok) yang beredar di Jakarta dipasang kelompok tertentu untuk kepentingan 
politik.
 “Tulisannya seragam, cetakannya seragam. Hanya warnanya saja yang beda-beda. 
Kalau begitu kan, kemungkinan ada satu sumber yang menggerakkan,” kata 
Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Senin 
(13/3).
 Apalagi, kata Sumarsono, banyak warga setempat yang justru tidak tahu mengenai 
pihak yang memasang spanduk provokatif berisi larangan menyalatkan jenazah yang 
belakangan ramai dibicarakan tersebut.(sumber 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170313113259-20-199675/sumarsono-spanduk-penolak-salat-jenazah-dibuat-satu-kelompok/)
 
 
 Foto diatas adalah salah satu contohnya, ada salah satu tim sukses 
Anies-Sandiaga yang membantu untuk memasang atau dia adalah yang memasang 
dengan dibantu beberapa warga yang “benci” akan penista agama. Karena tidak 
semua warga membenci penista agama seperti yang anda sebutkan sekarang.
 Anies-Sandi adalah pasangan calon yang menggunakan segala cara untuk mendukung 
dan memperoleh dukungan msyarakat, termasuk menunggangi kasus penistaan agama 
ini, siapa yang diuntungkan? Tentu saja Paslon Anies-Sandi. Karena dengan 
menyebar ketakutan warga berarti juga menggembosi suara pasangan calon lainnya.
 
 Anies Baswedan dapat dikatakan memang sudah terlambat, sangat-sangat terlambat 
untuk bisa berbicara seperti ini, mau apa lagi? Kemarin kemana saja si Anies? 
Apakah dia sudah menikmati keuntungan dari spanduk SARA yang tim sukses dan 
Ormas di belakangnya sudah sebarkan?
 Ketakutan warga sudah mulai terbentuk, karena memang apa yang dilakukan 
beberapa oknum ini sangat-sangat besar dan masif.  Anies ini sangat-sangat 
picik sekali, setelah ketakutan masyarakat terbentuk, Anies muncul bak pahlawan 
di siang bolong, bak jamur di kayu lapuk.
 Oke, Anies membantah bahwa ini bukanlah pekerjaan tim suksesnya, tetapi secara 
tidak langsung ini berdampak akan terbentuknya persepsi beberapa kalangan 
masyarakat bahwa ini adalah ulah tim suksesnya. Dan juga secara tidak langsung 
menggembosi kantong-kantong suara untuk lawannya, Ahok. Karena secara tidak 
langsung juga Anies akan menikmati penambahan suaranya di pemungutan suara 19 
April nanti.
 Tetapi kenapa tidak dari awal kalau Anies membantah ini adalah perbuatan tim 
suksesnya? Ketakutan Anies kehilangan  suara dari mereka yang mengatakan 
dirinya muslim penolak penista agama inilah yang membuat Anies dengan sengaja 
membiarkan praktik ancaman ini terus berlanjut. Mana yang katanya merajut tenun 
kebangsaan ala Anies?
 Membuat masyarakat resah itu memang sangat mudah, tinggal lemparkan isu agama 
saja sudah cukup. Dengan keresahan masyarakat yang sudah terbentuk kita tinggal 
masuk bak pahlawan membawa solusi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat saat 
itu juga.
 Ini bagaikan cuci tangan setelah apa yang terjadi, setelah ada korban yang 
bisa dijadikan contoh bagi mereka untuk diangkat dan bisa dibuat seolah-olah 
seperti itu contohnya apabila tidak memilih Anies-Sandi atau contoh apabila 
memilih Ahok. Sedangkan si Anies bisa bermain cantik dengan mengatakan bahwa 
ini bukan perbuatannya dan tim suksesnya, hanya ini adalah permainan untuk 
memfitnahnya, Shame on you Anies.
 
 Ya seperti itulah … Anies Baswedan
 

Kirim email ke