Pada Kamis, 6 April 2017 6:28, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     

Anies Bicara Stop Kampanye SARA Saat Tim Sukses Dia Sendiri Melakukannya
BY ADMIN · APRIL 5, 2017
Sekiranya kita dan warga Jakarta tidak bisa move on akan kehadiran spanduk 
provokatif bernada SARA mengenai penolakan mensholati jenazah. Baru sekarang 
ini Anies Baswedan mulai tidak ingin kampanye SARA berear di Jakarta, kelihatan 
seperti seseorang kebakaran jenggot, tetapi jenggotnya partai dan Ormas 
pengusungnya. Paslon ini diuntungkan dengan adanya spanduk ancaman untuk warga 
Jakarta yang berisi tidak akan mensholatkan jenazah warga Jakarta pengusung 
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (sumber)Spanduk yang tersebar luas seantero 
Jakarta ini cukup untuk membuat warga Jakarta seperti tercengkeram ketakutan, 
apalagi dengan ditambah urusan akhirat, apabila pilih Paslon nomor tiga akan 
pasti masuk Surga, sedangkan kalau pilih Paslon nomor 2 pasti masuk neraka. Ini 
juga SARA, malah lebih kejam sampai urusan dunia akhirat semua harus mengikuti 
arah pilihan di Pilkada DKI Jakarta. Apalagi ditambah dengan pernyataan 
provokatif ustad-ustad dan juga habib-habib radikal yang terus menggempur 
dengan isu SARA untuk menggembosi suara Ahok dan berharap Anies akan menang dan 
duduk di kursi Gubernur DKI Jakarta.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono curiga spanduk provokatif 
berisi larangan menyalatkan jenazah bagi pendukung Basuki Tjahaja Purnama 
(Ahok) yang beredar di Jakarta dipasang kelompok tertentu untuk kepentingan 
politik.“Tulisannya seragam, cetakannya seragam. Hanya warnanya saja yang 
beda-beda. Kalau begitu kan, kemungkinan ada satu sumber yang menggerakkan,” 
kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada 
Senin (13/3).Apalagi, kata Sumarsono, banyak warga setempat yang justru tidak 
tahu mengenai pihak yang memasang spanduk provokatif berisi larangan 
menyalatkan jenazah yang belakangan ramai dibicarakan tersebut.(sumber)
Foto diatas adalah salah satu contohnya, ada salah satu tim sukses 
Anies-Sandiaga yang membantu untuk memasang atau dia adalah yang memasang 
dengan dibantu beberapa warga yang “benci” akan penista agama. Karena tidak 
semua warga membenci penista agama seperti yang anda sebutkan 
sekarang.Anies-Sandi adalah pasangan calon yang menggunakan segala cara untuk 
mendukung dan memperoleh dukungan msyarakat, termasuk menunggangi kasus 
penistaan agama ini, siapa yang diuntungkan? Tentu saja Paslon Anies-Sandi. 
Karena dengan menyebar ketakutan warga berarti juga menggembosi suara pasangan 
calon lainnya.Anies Baswedan dapat dikatakan memang sudah terlambat, 
sangat-sangat terlambat untuk bisa berbicara seperti ini, mau apa lagi? Kemarin 
kemana saja si Anies? Apakah dia sudah menikmati keuntungan dari spanduk SARA 
yang tim sukses dan Ormas di belakangnya sudah sebarkan?Ketakutan warga sudah 
mulai terbentuk, karena memang apa yang dilakukan beberapa oknum ini 
sangat-sangat besar dan masif.  Anies ini sangat-sangat picik sekali, setelah 
ketakutan masyarakat terbentuk, Anies muncul bak pahlawan di siang bolong, bak 
jamur di kayu lapuk.Oke, Anies membantah bahwa ini bukanlah pekerjaan tim 
suksesnya, tetapi secara tidak langsung ini berdampak akan terbentuknya 
persepsi beberapa kalangan masyarakat bahwa ini adalah ulah tim suksesnya. Dan 
juga secara tidak langsung menggembosi kantong-kantong suara untuk lawannya, 
Ahok. Karena secara tidak langsung juga Anies akan menikmati penambahan 
suaranya di pemungutan suara 19 April nanti.Tetapi kenapa tidak dari awal kalau 
Anies membantah ini adalah perbuatan tim suksesnya? Ketakutan Anies kehilangan  
suara dari mereka yang mengatakan dirinya muslim penolak penista agama inilah 
yang membuat Anies dengan sengaja membiarkan praktik ancaman ini terus 
berlanjut. Mana yang katanya merajut tenun kebangsaan ala Anies?Membuat 
masyarakat resah itu memang sangat mudah, tinggal lemparkan isu agama saja 
sudah cukup. Dengan keresahan masyarakat yang sudah terbentuk kita tinggal 
masuk bak pahlawan membawa solusi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat saat 
itu juga.Ini bagaikan cuci tangan setelah apa yang terjadi, setelah ada korban 
yang bisa dijadikan contoh bagi mereka untuk diangkat dan bisa dibuat 
seolah-olah seperti itu contohnya apabila tidak memilih Anies-Sandi atau contoh 
apabila memilih Ahok. Sedangkan si Anies bisa bermain cantik dengan mengatakan 
bahwa ini bukan perbuatannya dan tim suksesnya, hanya ini adalah permainan 
untuk memfitnahnya, Shame on you Anies.Ya seperti itulah … Anies Baswedan
  #yiv9268822482 #yiv9268822482 -- #yiv9268822482ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-mkp #yiv9268822482hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-mkp #yiv9268822482ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-mkp .yiv9268822482ad 
{padding:0 0;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-mkp .yiv9268822482ad p 
{margin:0;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-mkp .yiv9268822482ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-sponsor 
#yiv9268822482ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-sponsor #yiv9268822482ygrp-lc #yiv9268822482hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-sponsor #yiv9268822482ygrp-lc .yiv9268822482ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9268822482 #yiv9268822482actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9268822482
 #yiv9268822482activity span {font-weight:700;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv9268822482 #yiv9268822482activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9268822482 #yiv9268822482activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv9268822482 #yiv9268822482activity span 
.yiv9268822482underline {text-decoration:underline;}#yiv9268822482 
.yiv9268822482attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv9268822482 .yiv9268822482attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv9268822482 .yiv9268822482attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9268822482 .yiv9268822482attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9268822482 .yiv9268822482attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv9268822482 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv9268822482 .yiv9268822482bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9268822482 
.yiv9268822482bold a {text-decoration:none;}#yiv9268822482 dd.yiv9268822482last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9268822482 dd.yiv9268822482last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9268822482 
dd.yiv9268822482last p span.yiv9268822482yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv9268822482 div.yiv9268822482attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv9268822482 div.yiv9268822482attach-table 
{width:400px;}#yiv9268822482 div.yiv9268822482file-title a, #yiv9268822482 
div.yiv9268822482file-title a:active, #yiv9268822482 
div.yiv9268822482file-title a:hover, #yiv9268822482 div.yiv9268822482file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9268822482 div.yiv9268822482photo-title a, 
#yiv9268822482 div.yiv9268822482photo-title a:active, #yiv9268822482 
div.yiv9268822482photo-title a:hover, #yiv9268822482 
div.yiv9268822482photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9268822482 
div#yiv9268822482ygrp-mlmsg #yiv9268822482ygrp-msg p a 
span.yiv9268822482yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9268822482 
.yiv9268822482green {color:#628c2a;}#yiv9268822482 .yiv9268822482MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv9268822482 o {font-size:0;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482photos div {float:left;width:72px;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9268822482
 #yiv9268822482reco-category {font-size:77%;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482reco-desc {font-size:77%;}#yiv9268822482 .yiv9268822482replbq 
{margin:4px;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-mlmsg select, #yiv9268822482 input, #yiv9268822482 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-mlmsg pre, #yiv9268822482 code {font:115% 
monospace;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-mlmsg #yiv9268822482logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-msg 
p#yiv9268822482attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-reco #yiv9268822482reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-sponsor 
#yiv9268822482ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-sponsor #yiv9268822482ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-sponsor #yiv9268822482ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv9268822482 #yiv9268822482ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9268822482 
#yiv9268822482ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv9268822482 

   

Kirim email ke