Setelah Sebut Politik-Agama Dipisah, Kini Jokowi Bilang Keduanya Harus 
Disambung 
https://nasional.sindonews.com/read/1195425/12/setelah-sebut-politik-agama-dipisah-kini-jokowi-bilang-keduanya-harus-disambung-1491656205
 Okezone https://index.sindonews.com/blog/868/okezone

 Sabtu, 8 April 2017 - 19:56 WIB
 Presiden Joko Widodo. Foto/SINDOphoto/Dok A+ A-
 
 SUKOHARJO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, agar politik dan agama 
disambungkan dalam konteks yang benar, bukan dipisahkan sama sekali.

"Jadi memang politik dan agama harus disambungkan dalam konteks yang benar," 
kata Presiden Jokowi saat meresmikan Masjid dan Gedung Singo Ludiro di 
Sukoharjo, Sabtu (8/4/2017).

"Kalau kebijakan dilandasi spiritualitas, moralitas, nilai-nilai pengabdian dan 
nilai-nilai lain yang diajarkan agama Islam ya itulah sambungnya politik dan 
agama," imbuh Jokowi.

Sekadar mengingatkan, pada 24 Maret 2017 saat Jokowi meresmikan Tugu Titik Nol 
Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumut, dia 
sempat mengimbau untuk tidak mencampuradukkan antara politik dan agama.

Namun, kali ini di Pondok Pesantren Singo Ludiro, Presiden Jokowi menjelaskan 
bahwa yang ia maksudkan adalah politik dapat dilandasi nilai-nilai yang 
diajarkan dalam agama. 

"Beberapa minggu lalu saya menyampaikan, saya memperingatkan saat itu bahwa 
jangan mencampuradukkan antara politik dan agama. Apa maksudnya? Peringatan itu 
konteksnya adalah dalam rangka persatuan negara kita. Sekali lagi dalam rangka 
persatuan negara kita. Jangan sampai agama dipolitisasi menjadi sebuah 
komoditas," ungkap Presiden.

(Baca juga: Pisahkan Politik dan Agama, Jokowi Dinilai Ingin RI Jadi Sekuler) 
https://nasional.sindonews.com/read/1192229/12/pisahkan-politik-dan-agama-jokowi-dinilai-ingin-ri-jadi-sekuler-1490699307
Apa yang dimaksudkannya, bukan berarti memisahkan nilai-nilai agama dalam 
politik. "Agama sangat penting dalam berpolitik. Misalnya, kita ingin membuat 
kebijakan, kalau tanpa dilandasi nilai agama, moralitas, kejujuran, pengabdian 
pada rakyat bangsa negara pasti luput kebijakan itu. Jadi memang poltik dan 
agama harus disambung dalam konteks yang benar," tegasnya.

Sejumlah nilai yang disebutkan Presiden Jokowi agar melandasi politik antara 
lain nilai spiritualitas, nilai moralitas, nilai pengabdian dan nilai-nilai 
lain yang diajarkan agama Islam. "Jangan dibelokkan, masa politik tidak boleh 
dihubungkan dengan agama," ungkap Presiden.

Dirinya juga berharap agar santri di Ponpes Singo Ludiro selain memiliki 
pengetahuan dalam mengaji juga dapat mengembangkan pelatihan keterampilan.

"Agar juga bisa dikembangkan pendidikan dan pelatihan ketrampilan, vokasional 
kepada para santri sehingga setelah selesai belajar di pondok para santri juga 
memiliki bekal ketrampilan yang bermanfaat saat memasuki masyarakat, memasuki 
dunia kerja yang ada," jelas Presiden.

Jokowi bahkan ikut memberikan sumbangan kepada pondok pesantren yang 
menggratiskan seluruh biaya bagi para santri. "Katanya Pak Menteri Agama 
memberi Rp150 juta, saya kan sudah juga kan, lebih gede dari itu kan? tapi saya 
tambahi lagi sama kayak kemarin, 'mboten tak sebut', supaya bisa dipakai nanti 
untuk tambahan yang kurang-kurang," tambah Presiden Jokowi. 



(maf)
 

Kirim email ke