Ahok: Orang Mulai Sadar, Saya Difitnah Soal Penodaan Agama JESSI CARINA Kompas.com - 09/04/2017, 17:49 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara bersama awak media usai blusukan di Jalan Haji Syaip, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).(Kompas.com/Kurnia Sari Aziza) JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai bahwa ada perubahan yang sedang terjadi saat ini. Menurut dia, sekarang banyak orang yang tidak lagi berpikir bahwa dia telah melakukan penodaan agama. "Gelombang mulai berbalik, orang mulai sadar saya difitnah soal penodaan agama," ujar Ahok (sapaan Basuki) di JIEXPO Kemayoran, Minggu (9/4/2017). Ahok mengatakan, dulu orang takut mendukungnya karena tidak yakin dengan kasus yang menimpanya. Namun, seiring berjalannya sidang, Ahok merasa warga sudah bisa menyimpulkan bahwa dia tidak pernah menyinggung agama Islam. Dia juga tidak menafsirkan surat Al-Maidah ayat 51. "Kami lihat survei trennya juga naik. Kepuasan kerja kami 70 persen ke atas, yang enggak mau milih kan diduga karena kasus penistaan agama," ujar Ahok. "Tapi di sidang orang lihat saya enggak menyinggung kok. Saya kira lihat tanggal 19 saja," tambahnya. (Baca juga: Seloroh Ahok yang 'Trauma' dengan Palu Hakim) Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. (Baca juga: Ingat Jokowi Jadi Cara Ahok Menghibur Diri) Kuasa Hukum Ahok Optimis di Sidang ke-17(Kompas TV) Sandiaga: Program Nomor Dua Berpihak kepada yang Punya Duit KAHFI DIRGA CAHYA Kompas.com - 09/04/2017, 15:16 WIB Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno di RS Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat, Minggu (9/4/2017).(KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA) JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, program pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, berpihak pada kelas menengah ke atas. "(Masyarakat) menengah ke atas rata-rata memilih nomor dua. Kenapa? Karena program nomor dua itu berpihak kepada yang punya duit. Betul nggak?" kata Sandiaga di Restoran Merah Delima, Jakarta Selatan, Minggu (9/4/2017). Sandiaga mencontohkan beberapa program yang memihak kelas menengah ke atas seperti pembangunan infrastruktur, pembangunan jalan hingga lelang konsolidasi. Dia menyebut lelang itu mematikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Yang gede-gede senang. Mereka dapat order, sampaikan ke bawah," kata Sandiaga. Sandiaga tak mempermasalahkan hal tersebut, sebab itu adalah pilihan dari petahana. Dia menyindir bahwa kebijakan itu tak berpihak pada rakyat kecil. "Ini tentang kebijakan yang tak menyentuh keadilan," ujar Sandiaga. Ahok Sindir Balik Sandiaga yang Sebut Programnya Hanya untuk Orang Berduit JESSI CARINA Kompas.com - 09/04/2017, 22:12 WIB Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi pengarahan kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Minggu (9/4/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA ) JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hanya tersenyum saat diberitahu tentang komentar calon wakil gubernur nomor urut tiga, Sandiaga Uno. Sandiaga mengkritik program Basuki atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang menurutnya pro warga kaya. Ahok menilai Sandiaga tidak memahami betul program-programnya yang memihak kepada rakyat kecil. "Ya biasanya kalau sudah terlalu kaya ya begitu. Mungkin terlalu kaya, orang yang di bawah itu dia enggak kelihatan lagi," ujar Ahok di Djakarta Theater XXI, Minggu (9/4/2017). Di beberapa kesempatan, Ahok sering mengungkapkan programnya yang dibuat untuk warga kecil. Salah satunya adalah membebaskan PBB rumah warga yang memiliki nilai jual objek pajak (NJOP) di bawah Rp 1 miliar. Sebelumnya, Sandiaga Uno, mengatakan, program pasangan Ahok-Djarot berpihak pada kelas menengah ke atas. Hal ini dilihat dari profil pemilih Ahok-Djarot yang kata Sandiaga berasa dari warga menengah ke atas. Baca:Sandiaga: Program Nomor Dua Berpihak kepada yang Punya Duit "(Masyarakat) menengah ke atas rata-rata memilih nomor dua. Kenapa? Karena program nomor dua itu berpihak kepada yang punya duit. Betul enggak?" kata Sandiaga. Sandiaga mencontohkan beberapa program yang memihak kelas menengah ke atas seperti pembangunan infrastruktur, pembangunan jalan hingga lelang konsolidasi. Dia menyebut lelang itu mematikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Yang gede-gede senang. Mereka dapat order, sampaikan ke bawah," kata Sandiaga. Ahok Temui Kader PSI(Kompas TV)
