Relawan Anies-Sandi Membelot Ke Ahok-Djarot,
Bau Kekalahan Semakin Menyengat
BY SAEFUDIN ACHMAD ON APRIL 10, 2017

https://seword.com/politik/relawan-anies-sandi-membelot-ke-ahok-djarot-bau-kekalahan-semakin-menyengat/





Saya pikir untuk saat ini, Anies-Sandi tak usah repot-repot berusaha bagaimana 
caranya untuk mencari pendukung. Hal yang paling penting saat ini bagaimana 
Anies-Sandi bisa mempertahankan pendukungnya agar tidak membelot ke Ahok-Djarot.

Sepuluh hari jelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta Relawan Anies-Sandi (Rasa) 
Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mengalihkan dukungannya kepada pasangan 
nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Koordinator Relawan Anies-Sandi (Rasa) Kecamatan Pasar Rebo, Zaenal Abidin 
bersama ratusan orang pengikutnya membelot dan mengaku siap memenangkan 
Ahok-Djarot di Kecamatan Pasar Rebo.

“Jadi Pak Zaenal Abidin ini koordinator Relawan Anies-Sandi dia dibawah Pak Boy 
Sadikin. Memang sudah beberapa kali bertemu sampai akhirnya menyatakan 
bergabung dengan kami,” kata Kader Pandu Juang Jawa Tengah, Achmad Yusuf R yang 
menerima deklarasi di Posko Relawan Ahok-Djarot di Gang Buah RT11/RW9 Kelurahan 
Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Minggu (9/4/2017).

Yusuf mengungkapkan sejumlah alasan Relawan Anies-Sandi Kecamatan Pasar Rebo, 
mengalihkan dukungannya kepada Ahok-Djarot. Diantaranya adalah cara berpolitik 
yang tidak sejalan dengan hati nurani mereka.

“Cara berpolitik yang digunakan tim nomor tiga tidak sesuai dengan nurani, 
permainan SARA bukan pada program. Kemudian kami ajak tawarkan hari ini 
deklarasi dukungan,” kata Yusuf.

Ditempat yang sama Koordinator Relawan Anies-Sandi Zaenal menjelaskan, dirinya 
menolak konflik sosial diantara warga dijadikan sarana untuk kampanye.

Menurutnya, hal ini tentu memunculkan kekawatiran dan rasa takut dimasyarakat 
yang pada akhirnya adalah ancaman terhadap demokrasi serta persatuan dan 
kesatuan bangsa.

“Maka kami Relawan Anies Sandi dengan semangat persatuan kesatuan, semangat 
kesadaran berbangsa, dengan ini kami menyatakan sepenuh hati, kebulatan tekad 
untuk memberikan dukungan kepada pasangan Basuki-Djarot pada putaran kedua 
ini,” kata Zaenal.

Sementara itu, Kordinator Pemenangan Ahok-Djarot Wilayah Jakarta Timur William 
Yani mengapresiasi dukungan yang diberikan.

Wiliam berharap, mantan kader Relawan Anies-Sandi langsung turun dan bekerja 
dilapangan meyakinkan masyarakat untuk memilih pasangan calon petahana.

“Saya yakin akan lebih banyak yang mengalihkan dukungannya ke pasangan 
Ahok-Djarot, tinggal menunggu waktu yang tepat,” kata Wiliam Yani.

Strategi mempolitisir agama, masjid, jenazah memang membuat muak siapapun. 
Manusia yang masih bisa berpikir normal pasti akan benci dengan strategi 
seperti ini. Hanya orang-orang yang sudah dikendalikan nafsu untuk berkuasa 
yang akan melakukan cara apapun untuk memuluskan kepentingannya. Mereka sudah 
tidak mampu berpikir jernih.

Jangankan pendukung Ahok, pendukung Anies-Sandi yang belum terkontaminasi FPI 
dan FUI juga muak. Tidak heran, merasa kampanye Anies-Sandi sudah tidak sesuai 
dengan hati nurani mereka, mereka membelot dan balik mendukung Ahok-Djarot.

Fakta ini menjadi tamparan untuk Anies-Sandi yang datang untuk kesekian 
kalinya. Di putaran pertama, strategi politisasi agama mungkin berhasil, namun 
di putaran kedua, strategi politisasi agama justru menjadi blunder Anies-Sandi. 
Mereka salah perhitungan. Mereka kira strategi politisasi agama akan memuluskan 
jalan mereka.

Saya penasaran dengan respon Anies-Sandi melihat relawannya membelot mendukung 
Ahok. Apakah mereka masih mampu berkata bijak, santun, dan tetap percaya diri, 
atau justru memfitnah bahwa itu bukan relawannya, namun memang pendukung Ahok 
yang ingin menjatuhkan nama mereka.

Terlepas dari itu semua, Anies-Sandi bukan pemimpin yang ideal. Mereka tidak 
bisa mempertahankan pendukungnya sendiri. Mereka tidak mampu meyakinkan 
pendukungnya agar tetap setia mendukungnya.

Bandingkan dengan Ahok-Djarot yang mampu mempertahankan pendukungnya. Saya 
belum pernah mendengar ada pendukung Ahok-Djarot yang membelot ke Anies-Sandi. 
Semakin kesini, Ahok-Djarot justru semakin banyak mendapat dukungan. GP Ansor 
Jakarta terlah resmi mendukung Ahok, begitu pun PKB.

Warga sudah semakin menyadari bahwa isu penistaan agama yang menjerat Ahok 
hanya rekayasa politik untuk menjegal Ahok. Ahok-Djarot berhasil membuat 
masyarakat bersimpati dengan tingkah Ahok-Djarot yang semakin kompak dan dewasa.

Sebaliknya, masyarakat semakin muak dengan Anies-Sandi yang semakin kesini 
terlihat sifat aslinya.  Anies-Sandi yang katanya santun, pintar, justru 
terlihat sangat licik, penjilat, serta munafik.

Saya berkesimpulan akhirnya hukum alam (sunnatullah) yang menentukan siapa yang 
paling layak menjadi gubernur DKI Jakarta. Sebaik apa pun strategi yang 
dilakukan oleh Anies-Sandi untuk menjadi gubenur DKI, namun karena memang 
mereka belum layak menjadi gubernur, maka hukum alam tidak akan meridhainya. 
Fakta terbaru ini membuat bau kekalahan Anies-Sandi semakin menyengat.




Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

Sumber:

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/04/09/membelot-relawan-anies-sandi-ini-alihkan-dukungan-menangkan-ahok-djarot-di-pasar-rebo




Kirim email ke