Maaf, rupanya foto tidak terbawa, ...!


Ini Dia Pemerintahan Dewan Revolusi Islam

22 Maret 2011 09:47:33   Diperbarui: 09 April 2017  









INI sudah merupakan TINDAKAN MAKAR terhadap NKRI, dengan sengaja menyiapkan dan 
membentuk pemerintah bayangan, kemudian dengan terus menerus mengkapanyekannya. 
Mudah-mudahan nama-nama yang ada, terutama nama-nama yang yang telah menjadi 
panutan umat, tidak terlibat secara langsung maupun tak langsung, pada aksi 
makar ini. 



Akan tetapi, jika benar, mereka ikut pada aksi makar ini, maka sebetulnya 
mereka hanya menjadikan umat [beragama] sebagai sapi perah untuk kepentingan 
diri sendiri; serta nafsu untuk berkuasa dan merampas kekuasaan sah dari 
negara. 



Mereka adalah tokoh agama yang menggunakan agama sebagai alat untuk mencapai 
kedudukan serta kekuasaan politik, maka hal itu menunjukkan ketidakmampuan dan 
ketidaktrampilan berpolitiknya. Ia hanya mempunyai motivasi untuk mencari 
untung dari kedudukan serta kekuasaan politik, dalam rangka memperkaya diri 
sendiri sekaligus mencari nama. 



Politisi seperti itu, tidak mempunyai kepekaan terhadap permasalahan dan 
pergumulan umat manusia atau masyarakat luas. Jika ada yang ia perjuangkan, 
maka hanya akan memperhatikan atau demi kepentingan orang-orang tertentu 
seperti mereka yang seagama dengannya. 



LIHATLAH NAMA-NAMA INI 

Dewan Fuqoha: KH. Abu Bakar Ba'asyir, KH, Makruf Amin, KH. Abdur Rasyid AS., 
KH. Syukran Makmun. KH. Luthfi Basori Alwi, KH. A Hamid Baidowi.KH. Hasym 
Muzadi. 



Kepala Negara: Habib Riziq Sihab. 

Wakil KN:  Abu Jibril. 

Sejumlah menteri: Menhankam Munarman SH 

Menko Ekuin& BUMN: Hendri Saparini 

Menkeu: Ichsanudin Noorsy 

Menag: KH. Cholil Ridwan 

Mendiknas: KH. Maman Abdurrahman 

Men Perburuhan: Eggy Sujana 

Menkes: Jose Rizal 

Menpora: Alfian Tanjung 

Men ESDM: Ahmad Daryoko 

Mendagri: MS Kaban 

Menlu: Ali Mochtar Ngabalin 

Menkopolkam: Tyasno Sudarto 

MenKebudayaan: Ridwan Saidi 

Menkominfo: Aru Seif Asadullah 

MenPDT: Ahmad Sumargono 

Menkumham: Wirawan Adnan, SH 

Jaksa Agung: M Luthfie Hakim, SH.MH 

Ketua DPRS/MPRS: Dien Samsuddin. 



Jika pasca pansus ini keadaan vacuum. DRI Siap ambil alih kekuasaan untuk 
menjalankan roda pemerintahan Indonesia dengan syariat Islam. Siapa mau ikhlas 
gabung untuk menjadi para garda revolusi Islam silakan daftar. 



Hubungi sekretariat : Kantor Forum Umat Islam/Tabloid Suara Islam jalan 
Matraman Raya 74A Jakarta. 



ALLAHU AKBAR!!! 



M. Al Khaththath (Sekjen FUI) 



LIHAT VIDIO PENDUKUNG

http://www.facebook.com/video/video.php?v=10150113800947828&oid=106476596056659&comments



Selengkapnya : 

http://www.kompasiana.com/jappy/ini-dia-pemerintahan-dewan-revolusi-islam_55009d53a33311bb745118cf





Ini Pengakuan Pembentuk Dewan Revolusi IslamDewan Revolusi Islam itu baru 
sebatas ide kalau pemerintah vakum karena kasus Century.Rabu, 30 Maret 2011 | 
18:41 WIBOleh : Ita Lismawati F. Malau, Harwanto Bimo Pratomo
 Ads by Kiosked
Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono (Vivanews/ Tri Saputro)
VIVAnews - Muhammad Al Khaththath, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), 
adalah satu nama yang disebut media asal Qatar, Al Jazeera, sebagai penyusun 
Dewan Revolusi Islam. Dewan ini kemudian dikaitkan dengan rencana penggulingan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Ditemui di kantornya, Khaththath membantah jika dewan bentukannya itu akan 
dipakai untuk menggulingkan pemerintahan yang ada. Menurutnya, Dewan Revolusi 
Islam itu baru sebatas ide jika pemerintah vakum karena kasus dana talangan 
Bank Century. 

"Saat itu, ada kabar Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Keuangan akan 
ditahan karena Century. Dewan Revolusi ini untuk jaga-jaga jika terjadi chaos 
dan siap mengambil alih," kata dia dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Rabu 
30 Maret 2011. 

Dia mengaku telah mengirim pesan singkat (SMS) kepada sejumlah orang yang 
dimasukkan dalam Dewan Revolusi ini, termasuk petinggi Front Pembela Islam 
(FPI) Habib Riziq. "Saya kirim SMS untuk minta persetujuan, tapi mungkin dia 
lupa," kata dia. 

Namun, dia mengaku bukan pihak yang kemudian memposting daftar tersebut ke 
dunia maya dan kemudian diambil gambarnya oleh Al Jazeera. "Saya hanya membuat 
SMS dan saat itu saya serius karena untuk berjaga ada pihak lain yang akan 
mengambil alih kekuasaan jika pemerintah vakum," kata dia.

Selain Dewan Revolusi, Al Jazeera juga menyebut sejumlah purnawirawan jenderal 
yang ingin melakukan kudeta dengan memanfaatkan kelompok Islam garis keras. 
Mengenai hal ini, Al Khaththath juga membantah. "Para jenderal itu hanya 
mengkritik. Bukan kudeta," tegasnya. (umi)


Kirim email ke