Mestinya ap..... perlu menelusuri lebih lanjut, karena ini berbahaya bagi negara kesatuan negara kita
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, April 10, 2017 3:17 PM To: GELORA_In Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Kirim Ulang==> Ini Dia Pemerintahan Dewan Revolusi Islam ; Ini Pengakuan Pembentuk Dewan Revolusi Islam Maaf, rupanya foto tidak terbawa, ...! Ini Dia Pemerintahan Dewan Revolusi Islam 22 Maret 2011 09:47:33 Diperbarui: 09 April 2017 [Ini Dia Pemerintahan Dewan Revolusi Islam] [1300786401491103784] INI sudah merupakan TINDAKAN MAKAR terhadap NKRI, dengan sengaja menyiapkan dan membentuk pemerintah bayangan, kemudian dengan terus menerus mengkapanyekannya. Mudah-mudahan nama-nama yang ada, terutama nama-nama yang yang telah menjadi panutan umat, tidak terlibat secara langsung maupun tak langsung, pada aksi makar ini. Akan tetapi, jika benar, mereka ikut pada aksi makar ini, maka sebetulnya mereka hanya menjadikan umat [beragama] sebagai sapi perah untuk kepentingan diri sendiri; serta nafsu untuk berkuasa dan merampas kekuasaan sah dari negara. Mereka adalah tokoh agama yang menggunakan agama sebagai alat untuk mencapai kedudukan serta kekuasaan politik, maka hal itu menunjukkan ketidakmampuan dan ketidaktrampilan berpolitiknya. Ia hanya mempunyai motivasi untuk mencari untung dari kedudukan serta kekuasaan politik, dalam rangka memperkaya diri sendiri sekaligus mencari nama. Politisi seperti itu, tidak mempunyai kepekaan terhadap permasalahan dan pergumulan umat manusia atau masyarakat luas. Jika ada yang ia perjuangkan, maka hanya akan memperhatikan atau demi kepentingan orang-orang tertentu seperti mereka yang seagama dengannya. LIHATLAH NAMA-NAMA INI Dewan Fuqoha: KH. Abu Bakar Ba'asyir, KH, Makruf Amin, KH. Abdur Rasyid AS., KH. Syukran Makmun. KH. Luthfi Basori Alwi, KH. A Hamid Baidowi.KH. Hasym Muzadi. Kepala Negara: Habib Riziq Sihab. Wakil KN: Abu Jibril. Sejumlah menteri: Menhankam Munarman SH Menko Ekuin& BUMN: Hendri Saparini Menkeu: Ichsanudin Noorsy Menag: KH. Cholil Ridwan Mendiknas: KH. Maman Abdurrahman Men Perburuhan: Eggy Sujana Menkes: Jose Rizal Menpora: Alfian Tanjung Men ESDM: Ahmad Daryoko Mendagri: MS Kaban Menlu: Ali Mochtar Ngabalin Menkopolkam: Tyasno Sudarto MenKebudayaan: Ridwan Saidi Menkominfo: Aru Seif Asadullah MenPDT: Ahmad Sumargono Menkumham: Wirawan Adnan, SH Jaksa Agung: M Luthfie Hakim, SH.MH Ketua DPRS/MPRS: Dien Samsuddin. Jika pasca pansus ini keadaan vacuum. DRI Siap ambil alih kekuasaan untuk menjalankan roda pemerintahan Indonesia dengan syariat Islam. Siapa mau ikhlas gabung untuk menjadi para garda revolusi Islam silakan daftar. Hubungi sekretariat : Kantor Forum Umat Islam/Tabloid Suara Islam jalan Matraman Raya 74A Jakarta. ALLAHU AKBAR!!! M. Al Khaththath (Sekjen FUI) LIHAT VIDIO PENDUKUNG http://www.facebook.com/video/video.php?v=10150113800947828&oid=106476596056659&comments Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/jappy/ini-dia-pemerintahan-dewan-revolusi-islam_55009d53a33311bb745118cf Ini Pengakuan Pembentuk Dewan Revolusi Islam Dewan Revolusi Islam itu baru sebatas ide kalau pemerintah vakum karena kasus Century. Rabu, 30 Maret 2011 | 18:41 WIB Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Harwanto Bimo Pratomo [Ini Pengakuan Pembentuk Dewan Revolusi Islam] Ads by Kiosked<http://kiosked.com/> Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono (Vivanews/ Tri Saputro) VIVAnews - Muhammad Al Khaththath, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), adalah satu nama yang disebut media asal Qatar, Al Jazeera, sebagai penyusun Dewan Revolusi Islam. Dewan ini kemudian dikaitkan dengan rencana penggulingan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ditemui di kantornya, Khaththath membantah jika dewan bentukannya itu akan dipakai untuk menggulingkan pemerintahan yang ada. Menurutnya, Dewan Revolusi Islam itu baru sebatas ide jika pemerintah vakum karena kasus dana talangan Bank Century. "Saat itu, ada kabar Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Keuangan akan ditahan karena Century. Dewan Revolusi ini untuk jaga-jaga jika terjadi chaos dan siap mengambil alih," kata dia dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Rabu 30 Maret 2011. Dia mengaku telah mengirim pesan singkat (SMS) kepada sejumlah orang yang dimasukkan dalam Dewan Revolusi ini, termasuk petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq.<http://nasional.vivanews.com/news/read/211056-habib-rizieq-bantah-ikut-rencana-kudeta> "Saya kirim SMS untuk minta persetujuan, tapi mungkin dia lupa," kata dia. Namun, dia mengaku bukan pihak yang kemudian memposting daftar tersebut ke dunia maya dan kemudian diambil gambarnya oleh Al Jazeera. "Saya hanya membuat SMS dan saat itu saya serius karena untuk berjaga ada pihak lain yang akan mengambil alih kekuasaan jika pemerintah vakum," kata dia. Selain Dewan Revolusi, Al Jazeera juga menyebut sejumlah purnawirawan jenderal<http://fokus.vivanews.com/news/read/211078-sby-di-bayang-kudeta-para-jenderal> yang ingin melakukan kudeta dengan memanfaatkan kelompok Islam garis keras. Mengenai hal ini, Al Khaththath juga membantah. "Para jenderal itu hanya mengkritik. Bukan kudeta," tegasnya. (umi)
