Yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Makan Nasi dan Roti
LUSIA KUS ANNA

Kompas.com - 10/04/2017, 16:00 WIB






Ilustrasi(Thinkstockphotos)
Ads by Kiosked

KOMPAS.com - Karbohidrat sederhana, seperti yang terdapat pada nasi, roti 
putih, atau mi, merupakan sumber energi bagi tubuh. Tetapi, asupan karbohidrat 
yang tinggi berpengaruh negatif pada kesehatan.

Karbohidrat memang kita perlukan, tetapi asupannya harus dibatasi. Para pakar 
menetapkan konsumsi karbohidrat yang dianjurkan adalah 45-65 persen energi 
total perhari. Itu sudah termasuk nasi atau makanan pokok, roti, mi, kue, dan 
sebagainya.

Sebagian orang mulai melirik diet karbo untuk menurunkan berat badan. Padahal, 
ada banyak manfaat positif yang bisa kita raih jika kita meghindari karbohidrat 
sederhana seperti nasi, kue tart, dan panganan manis lainnya.

- Pembakaran lemak
Mengurangi asupan karbohidrat padat energi berarti kita menekan jumlah kalori 
yang dikonsumsi sehari-hari. Hal ini akan membuat tubuh membakar lemak yang 
disimpan sebagai sumber energi.

Untuk mempercepat pembakaran lemak, berolahragalah sebelum sarapan. Tubuh akan 
membakar lemak cadangan energi dan bukan makanan yang kita asup.

- Tidak mudah lapar
Bukan kalori yang membuat kita merasa kenyang, tapi nutrisi seperti serat, 
protein, dan lemak sehat. Bila kita mengonsumsi karbohidrat sederhana, sebanyak 
apa pun kita makan, tubuh akan tetap mencari makanan lain yang mengandung 
nutrisi. Akibatnya kita pun lebih cepat lapar.

- Perut lebih cepat rata
Satu hal yang menonjol setelah kita mengganti karbohidrat sederhana dengan yang 
kaya serat adalah perut lebih cepat rata. Penejelannya adalah, kekurangan serat 
membuat koloni bakteri tidak sehat di usus lebih banyak. Hal ini menyebabkan 
perut menjadi kembung dan lebih besar dari yang sebenarnya.

- Menekan risiko penyakit
Karbohidrat sederhana terdiri dari gula. Kelebihan konsumsi bahan pangan ini 
membuat hormon insulin yang dihasilkan pankreas lebih banyak. Lama kelamaan 
akan memicu resistensi insulin yang menyebabkan penyakit diabetes.

Konsumsi serat atau karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum utuh, oat, 
atau kue tradisional yang sulit dikunyah, dapat mencegah gula darah naik dengan 
cepat yang akan membuat tubuh mengeluarkan insulin.

Kadar gula darah yang normal dan stabil akan membuat produksi insulin yang 
dihasilkan juga konsisten sehingga resistensi insulin bisa dicegah.

- Otot semakin kuat
Bila Anda ingin membangun otot, mengurangi makanan mengandung karbohidrat 
sederhana adalah keharusan. Bahan pangan karbohidrat pada umumnya tidak 
mengandung protein yang merupakan pembentuk otot.

- Lebih berenergi
Memang tidak semua karbohidrat buruk, tetapi jika kita memilih karbohidrat 
kompleks, energi tubuh menjadi lebih stabil sehingga kita pun tak cepat merasa 
lelah dan mengantuk.





PenulisLusia Kus Anna

EditorLusia Kus Anna

SumberHealthland,


Kirim email ke