http://www.antaranews.com/berita/624118/gunung-sinabung-kembali-erupsi-sejak-
<http://www.antaranews.com/berita/624118/gunung-sinabung-kembali-erupsi-sejak-dinihari?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news>
dinihari?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
<http://www.antaranews.com/berita/624118/gunung-sinabung-kembali-erupsi-sejak-dinihari?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news>
*Gunung Sinabung kembali erupsi
*
*sejak dinihari*
Jumat, 14 April 2017 10:54 WIB | 1.106 Views
Pewarta: Irwan
Gunung Sinabung kembali erupsi sejak dinihari
Sejumlah siswa bermain di halaman sekolah dengan latar belakang Gunung
Sinabung yang mengeluarkan material vulkanik, di desa Ndokum Siroga,
Karo, Sumatera Utara, Selasa (11/4/2017). (ANTARA /Tibta Peranginangin)
Medan (ANTARA News) - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi
Sumatera Utara kembali mengalami erupsi dengan ketinggian semburan abu
vulkanik bervariasi sejak Jumat dinihari.
Staf Pos Pengawasan Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana
Geologi (PVMBG) M Nurul Asrori yang dihubungi Antara di Medan, Jumat,
mengatakan, sejak dinihari, Gunung Sinabung telah mengalami erupsi
sebanyak empat kali.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.57 WIB dengan ketinggian kolom abu
vulkanik sekitar 2.000 meter.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.23 dengan ketinggian kolom 1.500
meter. Adapun erupsi ketiga pada pukul 08.09 WIB dengan ketinggian kolom
yang tidak teramati karena tertutup kabut.
Sedangkan erupsi keempat terjadi pada pukul 09.11 WIB, namun ketinggian
semburan abu vulkaniknya menurun yakni 800 meter.
"Namun dalam erupsi pagi ini, tidak ada luncuran awan panas," katanya.
Hanya saja pada Kamis (13/4), aktivitas Gunung Sinabung juga meningkat
sehingga mengeluatkan guguran lava pijar yang terlihat menyala di puncak
kawah.
Guguran lava pijar tersebut sering terjadi jika gunung berapi itu
mengalami peningkatan aktivitas.
PVMBG masih memberlakukan "zona merah" atau larangan masuk dalam radius
3 km untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Namun untuk sektor tertentu, radius zona merah tersebut diperluas karena
jauhnya jangkauan awan panas yang keluar dari erupsi tersebut.
Untuk sektor selatan-tenggara, zona merahnya sejauh 7 km, sektor
tenggara-timur 6 km, dan sektor utara-timur 4 km.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virusvrij. www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>