Jumat, 14 April 2017 | 21:56      
Tamasya Al Maidah Bakal Ciptakan Ketidaknyamanan Pemilih


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Tamasya Al Maidah Bakal Ciptakan Ketidaknyamanan Pemilih
 Ini adalah pola menjaga pemungutan dan penghitungan secara tidak tepat, ujar 
Koordinator Nasional JPPR Masykurud...  |   |

  |

  |

 
Masykurudin Hafidz. (Suara Pembaruan/Carlos KY Paath)Jakarta - Koordinator 
Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz 
menilai gerakan Tamasya Al Maidah dan sejenisnya bisa menciptakan 
ketidaknyamanan pemilih saat pencoblosan. Pasalnya, gerakan ini mendatangkan 
massa dalam jumlah besar di setiap TPS saat pemungutan dan penghitungan suara 
Pilgub DKI Jakarta Putaran II."Sama juga dengan gerakan-gerakan sejenis 
lainnya, Tamasya Al Maidah dengan jumlah yang banyak akan menimbulkan 
ketidaknyamanan dalam memilih. Ini adalah pola menjaga pemungutan dan 
penghitungan secara tidak tepat," ujar Masykurudin di Jakarta, Jumat 
(14/4).Masykurudin mengatakan jika tujuannya untuk menciptakan pemilihan yang 
kredibel, sebaiknya bergabung dengan lembaga yang sudah terdaftar di KPU DKI 
Jakarta seperti misalnya JPPR. Pasalnya, lembaga-lembaga yang sudah terdaftar 
tersebut jelas mempunyai hak dan kewajiban."Jika melaksanakan kepastian 
pemungutan suara tetapi tidak memilih akreditasi apa pun, akan menimbulkan 
potensi ketidaknyamanan pemilih," tandas dia.Lebih lanjut, Masykurudin 
mengatakan, tidak dapat dimungkiri bahwa ini adalah gerakan partisipasi politik 
terkait Pilgub Jakarta. Pilihan waktu bertamasya dan lokasi yang dituju, kata 
dia adalah bukti di mana gerakan ini jelas ditujukan untuk kepentingan 
politik."Faktor politik untuk menjaga pemilihan lebih terlihat daripada aspek 
keagamaan dari kegiatan tamasya Al Maidah ini," ungkap dia.Dia juga meminta 
pihak keamanan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada hari 
pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta Putaran II. Pihak keamanan, kata dia harus 
mengimbau semua pihak menjaga berlangsung pemungutan secara damai, aman dan 
tertib dan menindak tegas yang melanggarnya."Kami juga mengimbau agar pemilih 
DKI Jakarta tidak terpengaruh dari ancaman apa pun, pilih sesuai hati nurani 
dan menolak segala macam tawaran politik uang," pungkas dia.Sebagaimana 
diketahui, Gerakan Tamsyah Al Maidah yang sebelumnya sempat dinyatakan batal, 
bakal tetap digelarkan pada saat pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta Puturan 
II, 19 April 2017. Gerakan Tamasya ini akan diikuti oleh 1,3 juta orang untuk 
mengawal 13.023 TPS di Jakarta.Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Idrus 
Sambo atau Ustaz Sambo, menyebut setiap tempat pemungutan suara (TPS) di 
Jakarta akan dikawal minimal 100 orang peserta dengan tujuan melakukan 
pengawalan agar tidak terjadi kecurangan. Mereka juga tidak akan melakukan 
intimidasi dan memengaruhi pilihan pemilih."Insya Allah 1,3 juta (orang) akan 
datang, mungkin bisa lebih. Kita ingin melihat-lihat, jadi tidak perlu merasa 
khawatir. Masa melihat-lihat tidak boleh? Kita silaturahmi masa tidak boleh, 
jadi tidak usah dikhwatirkan," ujar Zambo Kepada wartawan usai konfrensi pers 
di Masjid Al Ittihad, Jakarta Selatan, Jumat (14/4).Ustaz Zambo menjelaskan 
setiap 100 orang yang ikut mengawal TPS sebagiannya adalah warga Jakarta, yang 
mengawal TPS-nya sendiri. Warga Jakarta yang ikut mengawal TPSnya itu akan 
disebut sebagai Anshor, dan yang datang akan disebut sebagai Muhadjirin, yang 
akan disambut oleh Anshor.Peserta Tamasya Al Maidah adalah orang-orang yang 
sudah terdaftar melalui berbagai macam fasilitas yang disediakan panitia, 
termasuk melalui aplikasi bernama Tamasya Al Maidah. Hal itu dilakukan untuk 
mengantisipasi adanya penyusup."Yang datang nanti orang-orangnya kenal, kalau 
ada yang tidak kenal, itu penyusup. Mereka juga akan menggunakan tanda 
pengenal," tandas dia.

Yustinus Paat/JASBeritaSatu.com

Kirim email ke