"Target peserta kita berharap setiap TPS ada 100 orang kaum muslimin-muslimat 
yang datang melihat. Jadi insyaallah sebanyak 1,3 juta akan datang," ucapnya.
...Jumat 14 Apr 2017, 17:11 WIB


Tamasya Al Maidah Jadi Digelar, Diselenggarakan di Seluruh TPS DKI

Jabbar Ramdhani - detikNews
  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Tamasya Al Maidah Jadi Digelar, Diselenggarakan di Seluruh TPS DKI
 By Jabbar Ramdhani Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ustaz Ansufri ID Sambo 
mengatakan kegiatan ini digelar untuk mengawal seluruh TP...  |   |

  |

  |

 
Share 0TweetShare 00 KomentarFoto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Sempat dinyatakan batal, gerakan Tamasya Al Maidah dikatakan jadi 
digelar. Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ustaz Ansufri ID Sambo mengatakan 
kegiatan ini digelar untuk mengawal semua tempat pemungutan suara (TPS) di 
seluruh DKI Jakarta.

"Kita harapkan umat Islam untuk ke seluruh TPS di Jakarta yang jumlahnya 13 
ribu. Di sana kita mengawal, memantau supaya pelaksanaan pilkada berjalan adil, 
jujur, dan demokratis," kata Ansufri di Masjid Raya Al-Ittihaad, Jl Tebet Mas 
Indah I, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/4/2017).

Sebelumnya, Gema Jakarta, pihak yang menggagas pertama kali gerakan Tamasya Al 
Maidah, sudah membatalkan rencana aksi tersebut. Adapun Ansufri dan kawan-kawan 
yang 'menghidupkan kembali ' Tamasya Al Maidah ini bukan dari Gema Jakarta.

Baca Juga: Tamasya Al Maidah Batal Dilaksanakan

Dia mengatakan pengawalan ini dibuat dalam konsep kumpul-kumpul untuk rekreasi 
dan silaturahmi. Menurutnya, kegiatan yang akan dilaksanakan pada 19 April itu 
akan dilaksanakan dalam bentuk yang menyenangkan.

"Namanya juga tamasya. Jadi kumpul-kumpul, rekreasi bersama keluarga, saudara, 
teman di TPS. Sembari silaturahmi. Ini dibuat sebagai sesuatu yang 
menyenangkan, bukan menyeramkan. Di situ melihat agar terselenggara pemilu yang 
demokratis," tuturnya.

Ansufri mengatakan teknis pelaksanaan kegiatan ini nantinya diharapkan ada 100 
orang yang akan menjaga satu TPS. Dia memastikan ada pendataan terhadap mereka 
yang akan menjaga TPS tersebut.

"Target peserta kita berharap setiap TPS ada 100 orang kaum muslimin-muslimat 
yang datang melihat. Jadi insyaallah sebanyak 1,3 juta akan datang," ucapnya.

Penjagaan akan dilakukan dari waktu pencoblosan hingga selesainya waktu 
penghitungan suara. Mereka yang berjaga akan diminta menjaga ketertiban, 
kedamaian, dan keamanan di tempat itu. 


| Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom |

"Selain itu, mereka nanti akan memberikan dukungan kepada umat Islam yang 
memilih supaya mereka tidak takut dalam menentukan pilihannya. Sehingga mereka 
dengan enjoy menentukan pilihannya. Lalu juga, kita harap mereka di situ 
berdoa, Jakarta, khususnya, Indonesia umumnya, jadi damai. Insyaallah," tutur 
Ansufri.

Hari pencoblosan sendiri tinggal 5 hari. Ansufri mengatakan hari ini undangan 
akan mulai dikirimkan kepada calon peserta yang ada di dalam dan luar Jakarta.

Terkait dengan pendanaan, dia mengatakan tidak ada pengumpulan dana untuk 
menggelar kegiatan ini. Menurutnya, para peserta mengeluarkan dana pribadi 
untuk mengikuti kegiatan ini.

"Ini tidak mengumpul dana. Karena mereka masing-masing dari dana sendiri. 
Mereka datang dengan kendaraan mereka, dengan uang mereka. Nanti tinggal kita 
koordinasikan. Kedua, menempatkan di mana tempat mereka. Ketiga, kita ambil 
orang setempat untuk sambut mereka," ujar dia.

Ansufri tidak memastikan apakah kegiatan ini juga akan terus dilakukan dalam 
setiap pilkada, termasuk Pilkada 2018. Dia berpendapat saat ini hanya fokus 
pada Pilgub DKI putaran kedua. 
(jbr/fjp)

Kirim email ke