Karena itu mari kita robek-robek deklarasi HAM PBBdan jangan berharap Jokowi 
ngerti Dasa Sila sekalipun 
Mega menyebutnya titisan Soekarno.
   --- jonathangoeij@... wrote:
Saya pinjam kata2 di Salon,com utk menjelaskan Trump's Doctrine:
"Welcome to Trump’s new era of winning. It’s not really about ending wars, but 
exerting “global reach/global power” while selling loads of weaponry. 
"http://www.salon.com/2017/04/15/putting-the-u-s-military-first-second-third-what-does-an-america-first-foreign-policy-actually-mean_partner/

Dalam budget Trump, anggaran pertahanan dinaikkan besar2an sementara anggaran 
luar negeri dipangkas. Apakah artinya ini? mungkin maksudnya lupakan diplomasi 
adu kekuatan militer.
--- ajegilelu@... wrote :

Kalau begitu mari kita robek-robek deklarasi HAM PBB yang 
selalu digunakan AS sebagai pembenar serbuan bersenjatanya 
ke negara lain, termasuk membunuh manusia dengan bom atom.
Hanya AS dan sekutu Baratnya yang punya Hak Asasi Manusia.
Penduduk bumi selebihnya cuma punya hak untuk mati.

Konsep HAM itu sungguh pinter, dan samasekali tidak cerdas.

--- roeslan12@,,, wrote:
Bung Ajeg, terimakasih respouns danjawabannya.  Berikut uni pendapat saya dalam 
konteks konflik AS VsKorea Utara.  Dalam konteks ini tak ada kehendak bebas 
dari manusia, sebab diadikuasai oleh kepentingan-kepentingan dirinya yang tak 
terbatas (demikialahmenurut Bacon dan Machiaveli dalam pemikiran Politik dan 
Etika).   Baik Trum, maupun Kim Jong-un, mereka itu dikuasai olehkepentingan 
dirnya masing-masing. Kim-Jong-Un dikuasaia oleh kepentingannyautuk 
mepertahankan negerinya agar supaya tidak di obrak-abrik oleh imperialismeAS 
dan sekutunya, seperti apa yang pernah terjadi di Iran (Sadam Hussein),Mesir 
(Mubarak) dan Libia (Kadafi); untuk maksud itu Kim-Jong-Un didorng 
olehkehendaknya untuk mempertahankan tanah airnya, oleh karena itu Korea Utara 
didesak untuk secepatmungkin memiliki senjata Nucklir, agar supaya imperialisme 
AS tidak sakenaknyasendiri dapat melakukan agresi di Korea Utara, seperti yang 
pernah dilakukan diIra, Mesir dan Libia, yang tidak memiliki senjara Nucklir.  
Sedangkan ASdibawah presiden Trum dikuasaia oleh kehendaknya untuksecepat 
mungkin menguasai seluruh dunia, ini tercermindala mottonya yang mengatakan 
``Amerika the First``; Ucapan Trumitu dibuktikan oleh tidakannya yang anarkis, 
menghakimi negara lain yangdipandang meghalang-halangan kepentingan 
imperialisme AS untuk  menguasaidunia, tindakan anarkis ini tercermin dalam 
keputusannya yang sepihak menghajarnegara Syria dengan 59 Rudal Tomahawk, 
dengan tuduhan yang megada-ada,seperti di zamannya presiden George Walter Bush 
(baca: presiden perang) dalammengagresi Iran; karena Iran pada saat itu tidak 
memiliki senjata Nucklir.Setelah itu menyerang Mesir dan Libia, yang juga tidak 
memiliki senjatanucklir. Keberhasilan imperialis AS itu kini oleh Trum akan di 
praktekkan dalmusahanya untuk menghancurkan Korea Utara, tapi nampaknya akan 
gagal , karenamenghadapi halangan besar, dalam konteks ini Korea Utara memiliki 
senjatanucklir yang canggih, sebagai senjata pangmungkas.  Jadi jika AS 
nekatmaka dia tidak akan mendapatkan apa-apa, justru malah AS akan dikutuk oleh 
dunia,karena perang nuklir adalah perang pemusnahan umat manusia 
secarabesar-besaran.  Denganadanya benturan kekusaan antara imperialisme AS dan 
Korea utarainilah,maka  nalar manusia yang sama-sama didesak oleh 
dominasikepentingan-kepeningannya masing-masing, sehinga bertambahnyailmu 
pengetahuan manusia tak akan mampu lagiberpartisipasimengendalikan emosi-emosi 
yang timbul dalam benturan kekuasaan,yang antagonis.Jadi entah kapan akan bisa 
pecah perang nucklir, jika Imperialisme AS terusbertindak sepihak dan anarkis, 
untuk menjalankan Mottonya yaitu ``Amerika theFirs``,seprti zamannya Hitlerr 
dengan motto( ``duetschland über allses``).Menurut pengamatan saya dalam 
mkonteks ini PBB sudah sudah tidak dianggap olehTrum, dan tak berkutik; karena 
secara hakekat BPP adalah instrimen AS, yang dibentuk dan diperlukan untuk 
mendukung maksud-maksud jahatdan angkaramurkaimperialisme AS.   Roeslan.
Von: ajeg
Jawabannya: relatif.
Sebab, bertambahnya pengetahuan manusia pasti diikuti pertambahan
resiko dan konsekuensi. Bukan saja resiko & konsekuensi bagi si manusia
itu sendiri tetapi juga bagi sekitarnya. Bocah yang pengetahuannya bertambah
dengan pensil / alat tulis umumnya akan mencoreti dinding dan apa pun
di dekatnya. Begitu juga orang dewasa yang mengungkapkan pengetahuannya,
beresiko ditanggapi orang lain. Dengan konsekuensi, belum tentu orang lain
sependapat dengannya dll, dsb, dst.
Kesadaran tentang adanya resiko serta keberanian menanggung konsekuensi
atas pengetahuan, ucapan, dan tindakannya, itulah yang membentuk kebijakan
dan mengembangkan kecerdasan dalam diri seseorang. Punya pengetahuan seluas
perpustakaan tetapi tidak bersentuhan dengan resiko & konsekuensi maka
dia ya cuma tumbuh sebagai orang yang pintar semata, tidak sebagai makhluk
cerdas yang kaya pengalaman. Kepintaran yang melompong dari rasa tanggungjawab,
baik terhadap dirinya maupun sekelilingnya.
--- roeslan12@... wrote: RELEKSI : Agresi militer imperialisme AS terhadap 
Syria, dan ancaman perangnucklir Korea Utara dalam menjawab propokasi militer 
imperialismr AS baru-baru  ini adalah merupakan pencerminan dari 
keteganganbaru, yang muncul sebagai dampak dari adanya benturan-benturan 
kekuasaan yangdahsyat dalam rangka seleksi alamiah survival of  he fittest,yang 
akan menyerempet-nyerempet bahaya, pemusnahan manusia dari bumi, sepertidi 
gelombang ke III*, yaitu era perang dingin, akan terulang kembali dan 
lebihdaksyat, jika manusia tidak menjadi lebih cerdik dan cerdekia, dalam 
kemampuannya untuk turut berpartisipasimengendalikan evolusi kebudayaannya , 
yang tercermin dalam benturan-benturankekuasaan dalam gelombang ke IV sekarang  
ini, yaitu adu kekuatan nucklir-Mutual Assured Destruc(M.A.D), yang baru saja 
kita lampaui, dalam perang dingin,dengan selamat.   Pertanyaannya sekarang; 
Apakah betul manusia dengan ilmu yangbertambah maju itu, mengalami kemajuan 
untuk turut dan mampu berpartisipasimengendalikan emosi kehendaknya yang 
takterbatas?; Dan apakah betul kebijakan dan kreativitas manusia 
bertambah,dengan bertmabahnyailmu pengetahuan dan pengalaman-pengalamannya?, 
sehingga  penyerempetanbahaya yang lebih besar lagi, yang terlalu tinnggi 
resikionya dapatdihindarkan?*Catatan:Gelombang ke1 adalah perang dunia Pertama, 
Gelombang ke II adalah perang Duniake 2, dan gelombang ke III adalah pearang 
dingin, dan gelombang ke IV adalah zamankekuasaan Neolibera yang sudah 
mengelobal)RoeslanVon: Chalik HamidPada Rabu, 12 April 20178:59, j.gedearka 
menulis:
https://dunia.tempo.co/read/news/2017/04/12/118865195/korea-utara-tembakkan-nuklir-jika-agresi-amerika-berlanjut
Korea Utara Tembakkan Nuklir Jika Agresi Amerika Berlanjut
Rabu, 12 April 2017 |11:56 WIB Amerika Serikatmengirim kapal induk USS Carl 
Vinson (CVN 70) ke Semenanjung Korea ataspermintaan Laksamana Harry Harris, 
kepala Komando Pasifik Amerika Serikat.Permintaan ini disebabkan Korea Utara 
beberapa kali melakukan tes peluncuranrudal balistik, terakhir 5 April 2017. US 
Navy/Tom Tonthat/via ReutersTEMPO.CO,Pyongyang- Korea Utara tidak tinggal diam 
atas pengiriman armada perang, berikut kapalinduk bertenaga nuklir Amerika 
Serikat ke Semenanjung Korea pekan ini.
Menurut laporan media Korea Utara, Selasa, 11 April 2017, militernya 
tidaksegan-segan melakukan serangan nuklir jika agresi AS itu berlanjut.

"Tentara revolusi kami sangat kuat. Kami menyaksikan dari dekat pergerakanmusuh 
dengan mata nuklir kami. Serangan kami tidak hanya terfokus pada basis ASdi 
Korea Selatan dan Pasifik, melainkan juga daratan AS," bunyi pernyataanRodong 
Sinmun,koran resmi Komite Sentral Partai Pekerja Korea.

Baca juga:KoreaUtara Uji Coba Senjata Nuklir Keenam Kalinya April Ini

Pengumuman itu disampaikan saat pembukaan rapat parlemen Korea Utara, Selasa 
11April 2017. Tampak di pertemuan anggota Dewan Rakyat Agung itu pemimpin 
KoreaUtara, Kim Jong-un, yang duduk di kursi tengah.

Pertemuan parlemen itu digelar menjelang perayaan besar di Korea Utara,termasuk 
peringatan 105 tahun hari lahir pemimpin Korea Utara pertama, Kim IlSung, pada 
Sabtu, 15 April 2017. 

Mendiang Kim Il Sung adalah kakek Kim Jong-un dianggap sebagai "PresidenAbadi" 
di Korea Utara.

Baca juga:EksDiplomat Korea Utara: Kim Jong-un Siap Serang Amerika Serikat 
Pakai Nuklir

Ada kekhawatiran Korea Utara bakal melakukan uji coba nuklir pada 
saatmemperingati ulang tahun Kim Il Sung atau tanggal berdirinya 
angkatanbersenjata Korea Utara pada 25 April 2017.

Tes rudal Korea Utara baru-baru ini menunjukkan kemampuan bahwa misilantarbenua 
yang dilengkapi kepala nuklir tersebut memiliki kemampuan menjangkauwilayah 
darat AS.

DEUTSCHE WELLE |CHOIRUL AMINUDDIN
   

Kirim email ke