Jokowi: Jangan Takut Melawan Intoleransi dan Kekerasan


IHSANUDDINKompas.com - 18/04/2017, 12:38 WIB

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi saat beribadah di Masjid Kyai Haji Hasyim 
Asyari Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (15/4/2017). Jokowi meresmikan masjid 
Raya yang berkapasitas 16.000 jemaah ini.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berpesan kepada seluruh masyarakat 
Indonesia agar tidak mudah tergoda dengan isu terkait suku, agama, ras dan 
antargolongan.
Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato di peringatan Konferensi Asia Afrika 
(KAA) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/4/2017).
"Kepada seluruh rakyat Indonesia, saya juga ingin berpesan, jangan mudah 
tergoda isu SARA yang memperlemah bangsa dan negara kita. Jangan takut melawan 
tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama apapun," kata Jokowi.
(baca: Tokoh Lintas Agama Serukan Perdamaian Jelang Pencoblosan Pilkada DKI)
Jokowi mengatakan, pesan persatuan yang jauh dari unsur SARA dan intoleransi, 
sudah disuarakan oleh proklamator Bung Karno dalam pembukaan KAA di Bandung, 62 
tahun silam.
" Bung Karno menyampaikan, jadikan lah prinsip live and let live, sertaunity 
and diversity, menjadi kekuatan pemersatu yang akan membawa kita ke 
persahabatan dan diskusi yang bebas. Di mana masing-masing kita hidup dengan 
kehidupan kita sendiri, dan biarlah mereka hidup dengan cara mereka dalam 
harmoni dan perdamaian," ucap Jokowi.
Pada waktu itu, lanjut Jokowi, para delegasi dari setiap negara juga memakai 
baju nasional masing-masing, persis seperti peringatan KAA di Istana pada hari 
ini.
Semua itu menunjukkan perbedaan latar belakang, warna kulit, agama, budaya, 
tidak menghalangi masyarakat untuk bersatu dan membangun solidaritas yang kokoh.
"Hanya dengan bersatu Asia Afrika dapat sejahtera, hanya dengan persatuan Asia 
Afrika keamanan seluruh dunia akan terjamin," ucap Jokowi.

Kirim email ke