Selasa 18 Apr 2017, 15:33 WIB

Mega Kutip Bung Karno: Apa Salahnya Perbedaan Asal Ada Persatuan

Ray Jordan - detikNews


Jakarta - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berpidato dalam peringatan 
Konferensi Asia Afrika di Istana Negara. Dalam pidatonya, Megawati mengutip 
pidato yang disampaikan Presiden pertama RI Soekarno.

Pidato yang dikutip tersebut disampaikan Bung Karno saat KAA pertama kali 
diselenggarakan pada 18 April 1955, yakni 62 tahun silam. Megawati mengatakan, 
hanya sebagian saja yang diambil, yang dinilai masih relevan dengan situasi 
kebangsaan saat ini.

"Pada kesempatan yang sangat berharga ini, izinkan saya untuk menyampaikan 
kembali kutipan pidato Bung Karno yang disampaikan beliau pada pembukaan 
Konferensi Asia-Afrika tersebut. Tidak semuanya, hanya merupakan bagian-bagian 
yang menurut saya masih sangat relevan untuk kita pikirkan," kata Megawati di 
Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

Berikut pidato Bung Karno yang dikutip Megawati:

Siapa yang membantahnya adanya sifat yang berlainan di antara kita? 
Negeri-negeri kecil dan besar mengirimkan wakilnya ke mari. Negeri-negeri yang 
rakyatnya memeluk hampir semua agama yang ada di kolong langit ini. Agama 
Buddha, Islam, Kristen, Konghucu, Hindu, Jainisme, agama Said, Zoroaster, 
Shinto dan masih banyak lainnya. Hampir segala paham politik kita jumpai di 
sini, demokrasi monarki, teokrasi dalam berbagai bentuk yang berbeda dan 
praktis. Semua ajaran ekonomi ada wakilnya di gedung ini, marhaenisme, 
sosialisme, kapitalisme, komunisme, dalam segala variasi dan kombinasi yang 
aneka warna. Tetapi, apa salahnya ada perbedaan-perbedaan asal ada persatuan 
dalam cita-cita.

Dalam konferensi ini kita tak hendak saling menantang. Ini adalah sebuah 
konferensi persaudaraan, ini bukan konferensi Islam, bukan konferensi Kristen, 
dan bukan pula konferensi agama Buddha. Ini bukan pula pertemuan Bangsa Melayu 
atau Bangsa Arab ataupun bangsa-bangsa Indo-Arya.

Konferensi inipun bukan perkumpulan yang menyendiri, bukan suatu blok yang 
hendak menentang blok yang lain. Konferensi ini adalah suatu badan yang 
berpendirian luas dan toleran, yang berusaha memberi kesan kepada dunia bahwa 
semua orang dan semua negeri berhak mempunyai tempat berdiri sendiri di kolong 
langit ini.

Memberi kesan kepada dunia bahwa adalah mungkin orang hidup bersama, saling 
bertemu, bicara antara yang satu dengan yang lain dengan tidak kehilangan sifat 
kepribadiannya. Namun memberi sumbangan ke arah saling mengerti yang luas dalam 
soal-soal yang merupakan kepentingan bersama.

Serta pula mengembangkan kesadaran yang sejati mengenai sifat saling bergantung 
antar manusi-manusia dan bangsa-bangsa untuk keselamatannya, dan agar dapat 
mempertahankan hidupnya di dunia ini.

Saya tahu bahwa di Asia dan Afrika terdapat perbedaan agama, keyakinan, dan 
kepercayaan lebih banyak daripada di benua-benua lainnya di dunia ini. Tetapi 
Bukankah itu sudah sewajarnya? Asia dan Afrika semenjak purbakala adalah tempat 
kelahiran keyakinan-keyakinan dan cita-cita yang kini tersebar di seluruh 
dunia. Oleh sebab itu layaklah bagi kita untuk mengusahakan bahwa prinsip yang 
biasa disebut prinsip hidup dan membiarkan hidup, akan kita utamakan dan kita 
amalkan sesempurna-sempurnanya di dalam kalangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika 
sendiri.

Agama mempunyai kedudukan yang sangat penting, teristimewa di bagian dunia kita 
ini. Agaknya di sini terdapat lebih banyak agama daripada di wilayah lain di 
muka bumi ini. Tetapi sekali lagi, negeri-negeri kita adalah tempat kelahiran 
agama-agama. Tiap-tiap agama mempunyai sejarahnya sendiri, sifat 
keistimewaannya sendiri, 'raising dep troi' sendiri, kebanggaan istimewa dalam 
keimanan yang sendiri misalnya, sendiri, misinya sendiri, kebenaran-kebenaran 
khusus yang hendak disiar-siarkan.

Tetapi, kalau kita tidak menyadari bahwa semua agama besar adalah sama dalam 
pesannya untuk mengutamakan toleransi, dan dalam anjurannya untuk mengamalkan 
prinsip hidup dan membiarkan hidup. Kalau para pengamat setiap agama tidak siap 
sedia untuk dengan cara yang sama menghormati hak-hak orang lain di mana pun 
juga. Kalau setiap negara tidak melakukan kewajibannya untuk memberi hak yang 
sama kepada penganut segala keyakinan. Kalau semua itu tidak dilaksanakan maka 
agama turun derajatnya dan tujuan yang sebenarnya akan tercemar dan terputar 
balik.

Kalau negeri-negeri asia-afrika tidak sadar akan tanggung jawabnya dalam urusan 
ini, dan tidak mengambil tindakan bersama untuk memenuhinya, maka kekuatan 
kepercayaan keagamaan yang sedianya menjadi sumber persatuan dan benteng 
terhadap campur tangan asing justru akan menyebabkan perpecahan, dan dapat 
mengakibatkan hancurnya kemerdekaan yang telah diperoleh dengan susah payah 
oleh bagian-bagian Asia dan Afrika yang telah bertindak bersama-sama.

Megawati pun memberi tanggapan soal pidato ayahnya ini. Berkaca dari pidato 
tersebut, dirinya merasa sedih atas kondisi yang terjadi di kawasan Asia dan 
Afrika saat ini, di mana masih terjadi peperangan dan konflik antar negara.

"Intermezzo, betapa teririsnya saya kalau melihat saat ini terjadi perpecahan 
dan konflik misalnya di Timur Tengah. Bagaimana Irak, Suriah, Yaman, di Afrika, 
Tunisia, Mesir, Sudan, Nigeria, Somalia. Saudara-saudara, Indonesia adalah 
Asia-Afrika dalam bentuk kecil, negeri yang mempunyai berbagai-bagai agama dan 
keyakinan," katanya.

Sementara itu, di Indonesia, juga diisi dengan keberagaman. Berbagai suku dan 
agama hidup di Indonesia.

"Tetapi syukur kepada Allah, kami mempunyai kemauan bersatu. Kami mempunyai 
Pancasila. Kami mengamalkan prinsip hidup dan membiarkan hidup," katanya.

Dia juga menjelaskan, maksud dari pidato Bung Karno tersebut adalah hidup itu 
adalah memberikan kedidupan.

"Maksud Bung Karno itu di sini bahwa kalau kita diri kita ingin hidup maka, 
harus diperkenankan kepada orang banyak siapapun dia untuk juga bisa hidup. Itu 
yang beliau katakan 'hidup dan membiarkan hidup'. Kami bersikap saling 
mengutamakan toleransi antara satu sama lain, Bhinneka Tunggal Ika, persatuan 
dalam kemacamragaman adalah semboyan negara Indonesia. Kami Indonesia adalah 
satu bangsa," jelasnya. 
(jor/idh)

Kirim email ke