Kamis 20 Apr 2017, 10:24 WIB
 Media Asing Ramai Beritakan Kekalahan Ahok dalam Pilkada DKI 
https://news.detik.com/berita/3479227/media-asing-ramai-beritakan-kekalahan-ahok-dalam-pilkada-dki
 Novi Christiastuti - detikNews

 Share 0 
https://news.detik.com/berita/3479227/media-asing-ramai-beritakan-kekalahan-ahok-dalam-pilkada-dki#Tweet
 
https://news.detik.com/berita/3479227/media-asing-ramai-beritakan-kekalahan-ahok-dalam-pilkada-dki#Share
 0 
https://news.detik.com/berita/3479227/media-asing-ramai-beritakan-kekalahan-ahok-dalam-pilkada-dki#309
 komentar 
https://news.detik.com/berita/3479227/media-asing-ramai-beritakan-kekalahan-ahok-dalam-pilkada-dki#
 

 
 Ahok saat ditemui Anies Baswedan di Balai Kota (detikcom/Noval)
 

 

 Washington DC - Pilkada Gubernur DKI Jakarta menarik perhatian media-media 
internasional. Pemberitaan itu fokus pada kekalahan kandidat petahana, Basuki 
Tjahaja Purnama atau Ahok, dari penantangnya, Anies Baswedan.

Mayoritas media-media asing menyebut Pilkada DKI sebagai pemilihan umum yang 
terpecah belah, dengan mengaitkannya pada kasus penistaan agama yang menjerat 
Ahok. Seperti dilansir CNN, Kamis (20/4/2017), media ternama Amerika Serikat 
(AS) itu memberi judul 'Jakarta governor concedes election after divisive 
campaign' pada artikelnya soal Pilkada DKI yang digelar pada Rabu (19/4) 
kemarin. 

"Gubernur Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mengakui kekalahannya dalam 
pertaruhan pilkada, Rabu (19/4), ini mengakhiri apa yang disebut oleh salah 
satu surat kabar sebagai kampanye 'paling kotor, paling terpolarisasi'," sebut 
CNN dalam kalimat pembuka artikelnya seraya menautkan link editorial surat 
kabar Jakarta Post bertanggal 18 April.

"Kekalahannya ini kemungkinan akan dipandang sebagai kemenangan bagi kalangan 
muslim konservatif negara itu, yang sungguh-sungguh berkampanye melawan 
Gubernur Kristen beretnis China yang dikenal sebagai Ahok itu," imbuh CNN dalam 
artikelnya.

Media AS lainnya, New York Times (NYT), memberi judul 'Jakarta Governor 
Concedes Defeat in Religiously Tinged Election' dalam artikelnya soal pilkada 
Gubernur DKI Jakarta. NYT menyebut kekalahan Ahok ini sangat 'menghancurkan'. 

Dengan mengutip pengamat politik, Bonar Tigor Naipospos, yang juga Wakil Badan 
Eksekutif Setara Institute for Democracy and Peace NYT menyebut Ahok terkena 
dampak penggunaan agama sebagai senjata politik.

"Pengamat mengatakan Basuki tidak bisa pulih dari dampak yang diberikan 
kelompok Islamis yang menggunakan agama sebagai senjata politik, meskipun 
aturan pemerintahan yang berusia satu dekade melarang taktik semacam itu," 
sebut NYT dalam artikelnya. 

Adapun artikel Wall Street Journal (WSJ) soal kekalahan Ahok diberi judul 
'Islamist-Backed Candidate Ousts Jakarta's Christian Governor'. "Pemilih di Ibu 
Kota menggulingkan minoritas Kristen, orang kepercayaan presiden, dalam 
pemilihan gubernur, menggantikannya dengan kandidat yang menunggangi gelombang 
dukungan Islamis garis keras yang telah membalikkan politik di negara mayoritas 
muslim terbesar di dunia itu," tulis WSJ.

Kunjungi 20detik https://tv.detik.com/20detik/ kalau mau tonton video menarik


Tak jauh berbeda, USA Today merilis artikel berjudul 'Muslim voters oust 
Jakarta's Christian governor' yang isinya membahas soal Pilkada DKI. "Pemilu 
pada Rabu (19/4) merupakan ujian bagi reputasi toleransi beragama di 
Indonesia," kata USA Today. 

Media Inggris, BBC, juga membahas Pilkada DKI dalam artikelnya berjudul 
'Jakarta election: Christian governor concedes to Muslim rival'. Sedangkan 
media Al Jazeera memberi judul 'Governor Ahok concedes Jakarta election to 
Baswedan' dalam artikelnya. 

"Baswedan, seorang politikus muslim yang berpendidikan tinggi, diuntungkan oleh 
serangan terhadap Purnama dengan meraup dukungan pemimpin religius konservatif 
dan tokoh beraliran radikal yang menentang pemilihan seorang non-muslim," tulis 
Al Jazeera.

"Kampanye yang terpolarisasi telah memberikan panggung nasional bagi kelompok 
muslim konservatif Indonesia," imbuhnya. 

Adapun Reuters, media yang berkantor di London, Inggris, menyinggung kedatangan 
Wakil Presiden AS Mike Pence yang berdekatan dengan Pilkada DKI. "Pemilu 
digelar menjelang kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence, saat pemerintahan 
(Presiden AS Donald) Trump berupaya mencapai kekuatan kawasan dengan lebih 
terlibat di negara terbesar keempat di dunia dan negara mayoritas muslim 
terbesar tersebut," demikian ditulis Reuters. 
(nvc/ita)

 

Kirim email ke