Pengamat: Khawatir Kerusuhan 98 Terulang Lagi, Jadi Alasan Warga Tionghoa Tak 
Pilih Ahok 
http://kriminalitas.com/pengamat-khawatir-kerusuhan-98-terulang-lagi-jadi-alasan-warga-tionghoa-tak-pilih-ahok/
 Editor:
 Sjamsu Dradjad http://kriminalitas.com/author/sjamsu-dradjad/  -

  Apr 20, 2017 18:31

 SHARE  Facebook 
http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fkriminalitas.com%2Fpengamat-khawatir-kerusuhan-98-terulang-lagi-jadi-alasan-warga-tionghoa-tak-pilih-ahok%2F
  Twitter 
https://twitter.com/intent/tweet?text=Pengamat%3A+Khawatir+Kerusuhan+98+Terulang+Lagi%2C+Jadi+Alasan+Warga+Tionghoa+Tak+Pilih+Ahok&url=http%3A%2F%2Fkriminalitas.com%2Fpengamat-khawatir-kerusuhan-98-terulang-lagi-jadi-alasan-warga-tionghoa-tak-pilih-ahok%2F&via=kriminalitascom
  
http://plus.google.com/share?url=http://kriminalitas.com/pengamat-khawatir-kerusuhan-98-terulang-lagi-jadi-alasan-warga-tionghoa-tak-pilih-ahok/
  
http://pinterest.com/pin/create/button/?url=http://kriminalitas.com/pengamat-khawatir-kerusuhan-98-terulang-lagi-jadi-alasan-warga-tionghoa-tak-pilih-ahok/&media=http://kriminalitas.com/wp-content/uploads/2016/11/20161111_151016.jpg
 


 
 http://kriminalitas.com/wp-content/uploads/2016/11/20161111_151016.jpg 
Pengamat Politik, Boni Hargens (Alfian/Kriminalitas.com) KRIMINALITAS.COM, 
Jakarta – Pengamat politik Boni Hargens menilai, jebloknya suara Basuki Tjahaja 
Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dipengaruhi oleh minimnya suara etnis 
Tionghoa.
 Ahok – Djarot sendiri kalah oleh ‎Anies – Sandiaga di Jakarta Barat dan 
Jakarta Utara, yang merupakan basis massa etnis Tionghoa lantaran disusupi 
ancaman kerusuhan etnis jika pasangan petahana ini memimpin Jakarta.
 ‎”Basis pemilih yang etnis Tionghoa, itu sudah dirasuki ketakutan kerusuhan 98 
terulang. Jadi intimidasi dan teror itu tujuannya mengingatkan lagi memori 98,” 
kata Boni kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Kamis (20/4/2017).
 Boni mengatakan, ketakutan itu mengingatkan warga seperti di kawasan Glodok, 
Mangga Dua, dan Penjaringan dengan ancaman kericuhan seperti zaman reformasi 
itu.
 “Dengan begitu, mereka berbalik dukung Anies atau gak mau milih dua duanya 
(golput),” tutur Boni.
 “Kita lihat saja, peta dukungan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, rendah 
sekali. Insting survival mereka pasti keluarlah,” tutur Boni.
 Hal ini diperparah dengan ‘tak pedulinya’ tim partai-partai yang mendukung 
Ahok-Djarot.
 “Menurut saya, ini kesalahan tim kampanye Ahok yang tak tegas merespon ini. 
Tapi selain tak solidnya partai partai pendukung ini, tentu ada faktor lain 
yang mempengaruhi,” tutup Boni.
 Seperti diketahui, dalam sejumlah hitung cepat, pasangan Anies – Sandi unggul 
dengan jumlah suara mencapai 54,3 persen suara. Jauh mengungguli Ahok – Djarot 
yang hanya 42,3 persen.

 

Kirim email ke