Terbongkar Video Prabowo Bagi Gratifikasi! 
Umroh bagi Muslim dan Wisata Rohani bagi Nasrani! 
Isu SARA Terbantahkan!
 80
BY HYSEBASTIAN ON APRIL 21, 2017


https://seword.com/politik/terbongkar-video-prabowo-bagi-gratifikasi-umroh-bagi-muslim-dan-wisata-rohani-bagi-nasrani-isu-sara-terbantahkan/
POLITIK


Video Prabowo Gratifikasi

Video pembagian hasil yang diupload oleh seorang “abdi dalem” yang memenangkan 
Anies Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih, mematahkan isu SARA 
yang selama ini didengung-dengungkan oleh para kaum bumi datar dan kaum sumbu 
pendek.

Ternyata kemenangan Anies bukanlah kemenangan Muslim Jakarta, namun kemenangan 
elit politik dan para pengusaha yang mem backup Anies Sandi di dalam 
memenangkan pilkada Jakarta. Melihat hal ini tentu melihat kemirisan yang 
dilakukan oleh timses Anies Sandi. Setiap kemenangan diperoleh dengan cara-cara 
yang sungguh memuakkan. Memang betul, ternyata hal-hal yang menjadi kesulitan 
Pak Ahok, adalah karena Pak Ahok didukung hanya oleh rakyat.

Ternyata suara rakyat dan dukungan rakyat kepada Pak Ahok kalah jauh 
dibandingkan dengan isu SARA yang berhasil digoreng sedemikian rupa, dan juga 
back up yang dimiliki oleh Anies Sandi, yaitu para penguasa media, Hary Tanoe, 
pengusaha besar, dan para politikus jahanam.

Melihat video, panas sekali hati saya, dan saya sangat responsif dan sensitif 
untuk hal-hal demikian. Bagaimana agama hanya dijadikan alat politis. 
Kemenangan Anies Sandi sekali lagi bukan kemenangan kaum Muslim Jakarta. Kaum 
muslim Jakarta harus sadar bahwa dibalik isu SARA yang disematkan kepada Pak 
Ahok, ada sesuatu yang lebih besar di balik agama. Apakah itu? Itulah uang. 
Karena uang merupakan akar dari segala kejahatan yang mungkin muncul.




Mungkinkah video ini hoax? Di sana ada Prabowo, Anies, Hary Tanoe, Fadli Zon, 
dan beberapa elit PKS, Gerindra, dan Perindo yang berada di sana yang saya 
tidak tahu siapa mereka. Namun yang pasti, di dalam video tersebut Prabowo 
terlihat sedang membagi-bagikan “jatah umroh” dan “jatah wisata tanah suci” 
untuk orang-orang yang mungkin menjadi “abdi dalem” pemenangan Anies Sandi.

Tidak terlihat Rizieq Shihab di sana, mungkin karena mereka memikirkan 
idealisme Rizieq yang masih perlu membakar semangat para kaum sumbu pendek, 
untuk tetap percaya, bahwa ini adalah isu SARA murni, yang dilakukan oleh Pak 
Ahok.

Ternyata “konsep syurga” yang ditawarkan dan berhasil ditanamkan ke warga 
Jakarta, oleh para kaum bumi datar ternyata hanya bau nya saja. Mungkin saking 
harumnya surga, baunya pun memang tercium bahkan dari neraka!

Mereka tertipu, bahkan sepertinya Rizieqpun tertipu dengan hal ini. Malam-malam 
begini, saya cukup kaget melihat apa yang bisa dilakukan oleh elit politik, 
pengusaha, dan para penguasa ekonomi di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Orang jujur seperti Ahok menjadi korban dari kekejian mereka. Kepentingan 
politikpun bisa dibalut dan dibungkus dengan iming-iming permen bermerk 
“agama”. Lagi-lagi, dengan hormat saya meminta kepada para para kaum agamis di 
Jakarta, untuk menyatakan sesuatu hal yang tidak terhormat kepada Anda:

JANGAN MAU DIBODOH-BODOHI OLEH ELIT POLITIK! BUKA MATA KALIAN, HAI ORANG-ORANG 
BUTA!



Melihat bagaimana Pak Ahok dizolimi oleh orang-orang “cerdas” selama hampir 
setengah tahun ini, bagaimana tidak air mata ini tidak pernah berhenti 
mengalir, menerima apa yang terjadi kepada orang sebaik Pak Ahok. Kekalahan Pak 
Ahok merupakan kekalahan warga Jakarta.

Pak Ahok yang mendapat tekanan seperti itu tidak menangis, mungkin air mata Pak 
Ahok sekarang tersebar di seluruh Jakarta. Mereka yang tidak rela kehilangan 
Pak Ahok, sekarang harus menerima kenyataan pahit ini. Apalagi melihat 
kesenangan dan suasana riuh yang ada di video. Prabowo dan rekan-rekan sangat 
bergembira menerima hasil pemenangan, dan memberikan sebuah “hadiah umroh” dan 
“hadiah wisata tanah suci” kepada kaum Muslim dan kaum Nasrani.

Inikah yang dikatakan oleh Pak Ahok mengenai “jangan dibodoh-bodohi dengan ayat 
suci”? Ternyata suara kenabian Pak Ahok mengenai video ini, sudah didengungkan 
dari tahun 2016, di Kepulauan Seribu. Memang ternyata Tuhan tidak salah 
menempatkan Pak Ahok selama ini di dalam jabatannya sebagai Gubernur. Pak Ahok 
berhasil “menelanjangi” seluruh keburukan-keburukan, niatan-niatan, dan 
nafsu-nafsu kekuasaan yang diinginkan oleh para elit politik, penguasa, dan 
pengusaha kaya.

Tuhan yang betul-betul ada tentu tidak perlu dibela oleh manusia, apalagi kaum 
bumi datar. Tuhan yang datang, tentu akan menyingkapkan segala sesuatu. Dan 
pada akhirnya, bukan kalian yang menang, melainkan Tuhan-lah yang menang! 
Merdeka!

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, 
silakan klik link berikut: https://seword.com/author/hans-sebastian/

P.S: Banyak yang mengatakan bahwa tulisan ini ditulis oleh penulis yang gagal 
move on dan “ngompor-ngompori”. Maka saya rasa, perlu adanya klarifikasi 
disini. Kami memberikan opini berdasarkan fakta yang ada. Jika akhirnya ada 
yang mengatakan bahwa penulis melakukan “pengomporan”, itu membuktikan bahwa 
sumbu Anda pendek. Sekian.


Kirim email ke