Refleksi : Indonesta bukan negara Islam, Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi negara. Kenangan Anis dalam Pilkada Jakarta 19.April.2017 adalah atas dukungan kuat dari FPI. Dalam keadaan yang demikian, maka Anis telah dihadapkan dua pilihan, yaitu :
1. Pilih menjalankan Pancasila 1 Juni 1945 ; yang adalah merupakan kewajiban bagi setiap pemimpin NKRI, karena Pancasila 1 Juni 1945 sudah menjadi rujukan seluruh bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Marauke. 2. Memilih Syariat Islam adalah kewajiban Anis sebagai rasa terimakasaih atas dukungan FPI sehingga Anis bisa memenangkan pilkada Jakarta 19 April 2017. Mari kita saksikan siapa sebenarnya Anis itu, apakah Anis itu setia pada NKRI, yang berideologikan Pancasila 1 Juni 1945; atau Anis setuju dengnan sikap FPI yang siap merlebur Pancasila 1 Juni 1945, dan menganti NKRI dengan NSII yang menjalankan Syariat Islam, yang sesuai dengan Al Quran dan Hadis, yang berarti sesuai dengan Piagam Jakarta atau Jakerta-Charter, yang sudah di coret oleh Bung Hatt pada tanggal 18 Agustus 1945. Roeslan Von: [email protected] [mailto:[email protected]] Gesendet: Freitag, 21. April 2017 07:37 An: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra Pembebasan; Yahoo! Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD Betreff: [nasional-list] Trs: [GELORA45] FPI Minta Anies-Sandi Bikin Kebijakan Sesuai Al Quran dan Hadis Pada Jumat, 21 April 2017 7:35, "[email protected] <mailto:[email protected]%20[GELORA45]> [GELORA45]" <[email protected]> menulis: FPI Minta Anies-Sandi Bikin Kebijakan Sesuai Al Quran dan Hadis <http://www.suara.com/news/2017/04/20/131053/fpi-minta-anies-sandi-bikin-kebijakan-sesuai-al-quran-dan-hadis> Reza Gunadha | Agung Sandy Lesmana Kamis, 20 April 2017 | 13:10 WIB Das Bild wurde vom Absender entfernt. Calon Gubernur DKI Jakarta nomer urut tiga Anies Baswedan menggunakan hak pilih di TPS 28 Cilandak,Jakarta, Rabu (19/4). Calon Gubernur DKI Jakarta nomer urut tiga Anies Baswedan menggunakan hak pilih di TPS 28 Cilandak,Jakarta, Rabu (19/4). "Kami berharap pak Anies dan Sandi membuktikan semua janji-janjinya." Suara.com - Front Pembela Islam ( <http://www.suara.com/news/2017/04/19/202351/prabowo-subianto-terima-kasih-fpi-dan-habib-rizieq> FPI) meminta agar Anies Baswedan-Sandiaga Uno bisa merealisasikan janji-janjinya kepada masyarakat, terutama umat muslim, apabila telah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memublikasikan hasil hitung manual, Anies-Sandi diprediksi menang dalam putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI, merujuk hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. "Kami berharap pak Anies dan Sandi membuktikan semua janji-janjinya. Tentunya umat Islam harus lebih dibangun di masa kepemimpinan pak <http://www.suara.com/news/2017/03/28/111615/dulu-benci-tim-anies-sandi-heran-forum-rtrw-dukung-ahok-djarot> Anies-Sandi. Pemerintah sebaik mungkin (memanfaatkan) persatuan umat ini. Ini kan sudah dibangun, jangan disia-siakan oleh pak Anies," kata Juru Bicara FPI Slamet Maarif kepada Suara.com, Kamis (20/4/2017). Ia mengatakan, FPI telah mengingatkan Anies-Sandiaga untuk bisa menjaga toleransi beragama. Hal itu, kata Slamet disampaikan agar tidak lagi ada kasus penodaan agama yang bisa memicu keamarahan masyarakat khususnya umat muslim. Kasus yang dimaksud Slamet adalah perkara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Paling penting lagi, kegaduhan yang selama ini ditimbulkan oleh penista, ini tidak lagi terjadi. Artinya, jangan sampai menyinggung keyakinan agama siapapun. Itu kami selalu bilang ke Pak Anies tetap menjunjung kebhinekaan dengan tidak melupakan mayoritas umat Islam di Jakarta," kata dia. Dia juga mengakui FPI akan mengawal kebijakan yang dikeluarkan Anies-Sandiaga saat memimpin <http://www.suara.com/entertainment/2017/04/19/180639/steve-vai-yngwie-nuno-zakk-dan-tosin-telah-tiba-di-jakarta> Jakarta. Pihaknya akan mengkritisi apabila kebijakan tersebut melenceng dari syariat Islam. Bahkan, Slamet menyampaikan tak segan-segan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran seperti yang pernah dilakukan terhadap Ahok. "Ya pasti, siapa pun yang memimpin Jakarta, kami akan terus kawal. Kalau tidak menyinggung syariat, kalau tidak berbenturan dengan Al Quran dan Sunnah. Kalau kebijakannya melanggar syariat, pasti akan kami kritisi dan pasti kami akan ingatkan. Umpanya, (penodaan agama) itu terjadi dengan pak Anies, kami akan lakukan hal yang sama (seperti Ahok). Pokoknya standarnya Al Quran dan Hadits," kata Slamet.
