https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142>
ga=1.158293114.1118038833.1493012142
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142>
Senin 24 Apr 2017, 11:10 WIB
Kapal Raksasa di Singapura Bersandar Setiap
Hari
Muhammad Idris - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
Tweet
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
25 komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
Kapal Raksasa di Singapura Bersandar Setiap Hari Foto: Dok. Pelindo II
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3482332/kapal-raksasa-di-singapura-bersandar-setiap-hari?_ga=1.158293114.1118038833.1493012142#>
*Jakarta* - Meski menyandang status negara maritim dengan banyak
pelabuhan, pengusaha logistik domestik masih lebih banyak menggunakan
pelabuhan di Singapura sebagai pelabuhan transit.
Kedatangan kapal raksasa seperti Compagnie Maritime d'Affretement -
Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) yang bersandar ke Tanjung Priok
sendiri membuka era baru dunia pelayaran di Indonesia.
Lantaran selama puluhan tahun tidak ada kapal kargo raksasa yang mampir
ke pelabuhan di Indonesia untuk melakukan pengiriman langsung (direct
call), paling tidak saat ini sudah ada dalam sepekan sekali.
Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita,
berujar minimnya layanan direct call di pelabuhan-pelabuhan besar di
Indonesia jadi alasan utama pengusaha lebih memilih mengirim kargonya ke
Singapura (transit), sebelum kemudian dikirim ke negara tujuan.
"Banyak pengguna jasa memakai Singapura. Ini karena dari Singapura
banyak /direct call/ ke pelabuhan-pelabuhan lain di ASEAN dan
pelabuhan-pelabuhan utama dunia," ujar Ilham kepada *detikFinance,*
Minggu (23/4/2017).
Di sisi lain, saking banyaknya kapal raksasa di Negeri Singa itu, juga
membuat frekuensi pengiriman langsung ke berbagai pelabuhan di dunia
juga lebih fleksibel dan cepat.
"Frekuensinya sering. Contohnya kapal besar CMA-CGM yang ke Amerika
Serikat hanya seminggu sekali (dari Priok), padahal kalau dari Singapura
ke Amerika Serikat hampir setiap hari ada kapal," terang Ilham.
Kondisi inilah yang membuat pelabuhan Singapura sangat efisien untuk
pengiriman barang ekspor-impor sebagai pelabuhan hub transit. Ini
ditambah dengan biaya operator pelabuhan dan penyimpanan kargo di sana
yang sangat bersaing.
"Jadi biaya /inventory-/nya lebih rendah melalui Singapura, karena
frekuensi kapal yang banyak.
Seperti diketahui, kapal raksasa CMA-CGM mulai membuka layanan /direct
call/ dari Tanjung Priok menuju West Coast (LA & Oakland) Amerika
Serikat. Perusahaan pelayaran asal Prancis tersebut mengerahkan 17 kapal
raksasa untuk rute Jakarta-Amerika Serikat tersebut.
Seluruh kapal yang dikerahkan oleh CMA CGM itu memiliki kapasitas
rata-rata hingga 8.500 TEUs dengan servis yang diberi nama Java South
East Asia Express Services/ Java SEA Express Services atau disingkat JAX
Services.
Meski rutenya dari Indonesia menuju AS, namun kapal-kapal tersebut juga
akan transit di Laem Chabang Thailand dan Cai Mep Vietnam. Sehingga
rutenya menjadi Jakarta-Laem Chabang (Thailand)-Cai Mep (Vietnam)-Los
Angeles-Oakland.
"Kapal besar CMA-CGM selain di Priok, juga berhenti di Thailand dan
Vietnam. Jadi Kemenhub dan Pelindo II jangan terlalu bangga dengan
prestasi ini. Karena Thailand dan Vietnam juga mempunyai peluang yang
lebih besar untuk jadi hub internasional sebagai pesaing Singapura.
Apalagi volume ekspor mereka lebih besar dibanding Indonesia ke AS,"
pungkas Ilham. *(idr/mkj)
*