http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/21/221452426/kapal.keruk.yang.diburu. <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/21/221452426/kapal.keruk.yang.diburu.susi.incar.supertanker.swedia.yang.tenggelam>

susi.incar.supertanker.swedia.yang.tenggelam <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/21/221452426/kapal.keruk.yang.diburu.susi.incar.supertanker.swedia.yang.tenggelam>


 Kapal Keruk yang Diburu Susi Incar


 Supertanker Swedia yang Tenggelam

Yoga Sukmana
Kompas.com - 21/04/2017, 22:14 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat melakukan konferensi pers di rumah dinasnya, Kamis (6/4/2017).(KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA)

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti <http://indeks.kompas.com/tag/susi.pudjiastuti> sedang memburu kapal keruk harta karun yang kabur ke negera lain usai dipergoki petugas patroli laut Indonesia.

Dari lokasi penemuan awal, kapal jumbo tersebut sedang beroperasi di sekitar laut Anambas, Kepulauan Riau, tepat di area tenggelamnya kapal Seven Skies pada 1969 silam.

"Kapal Seven Skies adalah kapal supertanker dengan panjang 262 meyer buatan Swedia," ujar Susi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Dari data yang ada, Kapal Seven Skies tenggelam di kedalaman 64 meter. Kapal itu tenggelam akibat ledakan yang tidak diketahui penyebabnya pada 1969 silam.

Saat tenggelam, kapal Seven Skies relatif masih baru sehingga lokasinya menjadi salah satu tempat menyelam yang ditawarkan beberapa operator, termasuk dari Malaysia <http://indeks.kompas.com/tag/malaysia>.

Bahkan, lokasi bangkai Seven Skies kerap didatangi wisatawan dengan menggunakan yacht dari Singapura <http://indeks.kompas.com/tag/singapura> dan Malaysia <http://indeks.kompas.com/tag/malaysia>.

Selain Seven Skies, ada kerangka kapal lain yang berada di sekitar perairan Anambas. Kapal tersebut yakni kapal Igara Skies asal Jepang <http://indeks.kompas.com/tag/jepang>. Namun dari titik koordinat, kapal pengeruk harta karun itu lebih tepat berada di lokasi kerangka Kapal Seven Skies awal Swedia.

Saat ini tim pemberantasan /Illegal, Unreported and Unregulated Fishing/ (IUUF) atau Satgas 115 yang dipimpin Menteri Susi sedang memburu kapal tersebut.

Langkah yang dilakukan yakni dengan menyurati interpol. Harapannya, interpol segera mengeluarkan /red notice/ untuk kapal keruk jumbo tesebut. Dengan begitu, kapal itu akan menjadi buronan negara-negara lain.

PenulisYoga Sukmana
EditorM Fajar Marta
Tag:

 * susi <http://indeks.kompas.com/tag/susi>
 * kapal keruk <http://indeks.kompas.com/tag/kapal.keruk>
 * Kapal Seven Skies <http://indeks.kompas.com/tag/Kapal.Seven.Skies>




                       =========================================


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/21/220448526/susi.minta.interpol.tangkap.kapal.pengeruk. <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/21/220448526/susi.minta.interpol.tangkap.kapal.pengeruk.harta.karun.yang.kabur.dari.indonesia> harta.karun.yang.kabur.dari.indonesia <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/21/220448526/susi.minta.interpol.tangkap.kapal.pengeruk.harta.karun.yang.kabur.dari.indonesia>.


 Susi Minta Interpol Tangkap Kapal Pengeruk


 Harta Karun yang Kabur dari Indonesia

Yoga Sukmana
Kompas.com - 21/04/2017, 22:04 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat melakukan konferensi pers di rumah dinasnya, Kamis (6/4/2017).(KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA)

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Tim pemberantasan /Illegal, Unreported and Unregulated Fishing/ (IUUF) atau Satgas 115 gagal membawa kapal keruk yang kepergok sedang mengeruk Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di perairan Anambas.

Kapal dengan ukuran 8.000 gross ton tersebut kabur melewati batas teritorial laut Indonesia sebelum kapal perang TNI <http://indeks.kompas.com/tag/tni> Angkatan Laut datang pada Kamis (20/4/2017) malam.

Komandan Satgas 115 sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti <http://indeks.kompas.com/tag/susi.pudjiastuti> memutuskan menyurati interpol untuk memburu kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya itu.

"Hari ini akan kirim surat ke interpol," ujar Susi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI <http://indeks.kompas.com/tag/tni> Achmad Taufiqoerrochman yang turut hadir dalam konferensi menceritakan kronologis kaburnya kapal jumbo pengeruk harta karun itu.

Awalnya tutur ia, petugas dengan kapal patroli kecil memergoki kapal tersebut sedang mengeruk harta karun perairan Anambas, tak jauh dari batas teritorial Indonesia pada Kamis, sekitar pukul 18.30 WIB.

Petugas sempat mengamankan 20 anak buah kapal (ABK) dan membawanya menggunakan kapal patroli. Namun petugas tidak menemukan nahkoda kapal tersebut. Petugas memutuskan untuk meminta bantuan kapal TNI <http://indeks.kompas.com/tag/tni> AL terdekat untuk menuju lokasi sehingga bisa menarik kapal keruk jumbo tesebut.

Adapun kapal patroli memilih untuk kembali ke darat sebelum kapal TNI <http://indeks.kompas.com/tag/tni> AL datang lantaran menilai kapal keruk sudah kosong. Namun saat kapal TNI <http://indeks.kompas.com/tag/tni> AL datang beberapa jam kemudian, kapal keruk jumbo itu sudah kabur menjauhi batas teritorial Indonesia.

"Karena sudah lewat teritorial, kami enggak ada kewenangan," kata Wakasal.

Oleh karena itu, Satgas 115 memutuskan untuk menyurati interpol dengan harapan segera di dikeluarkannya /red notice/ untuk kapal keruk jumbo tesebut. Dengan begitu, kapal itu akan menjadi buronan negara-negara lain.

PenulisYoga Sukmana
EditorM Fajar Marta
Tag:

 * susi <http://indeks.kompas.com/tag/susi>
 * kapal keruk <http://indeks.kompas.com/tag/kapal.keruk>
 * Kapal TNI AL <http://indeks.kompas.com/tag/Kapal.TNI.AL>
 * Satgas 115 <http://indeks.kompas.com/tag/Satgas.115>



Kirim email ke