Hari ini saya baca artikel bung Kartaprawira di GELORA, Wed, 26 Apr 2017 21:11:25 +0000 (UTC), yang memberikan penjelasan lebih rinci ttg perjalanan hidup Kardinah, adik Kartini. Sampai sekarang penjelasan ttg Peristiwa Tiga Daerah yang membicarakan kejadian peristiwa dan saling hubungannya baru saya mengerti dari bukunya Anton E.Lucas, "Peristiwa Tiga Daerah - Revolusi dalam Revolusi" dengan Pengantar Sartono Kartodirdjo, yang dia susun berdasar hasil wawancara dengan mereka yang terlibat dlm peristiwa tsb. Menurut penilaian saya, dari substansinya sangat berguna dan banyak yang bisa dipelajari.
Tentang pertanyaan anak-anak sekarang yang ada kalanya mengherankan, saya pikir normal-normal saja karena memang generasi muda pada zaman orba kan dibikin tidak mengerti sejarah nasionnya sendiri. Banyak yang fasih cerita ttg dunia barat atau amerika tapi nggak ngerti sejarah nasionnya sendiri. Soalnya kan kalau generasi muda ini tahu sejarah nasionnya sendiri kan bikin kaum neoliberal dan kompradornya akan ketahuan kebusukannya. Ah urusan semacam ini bung Ajeg kan tahu. Am Mon, 24 Apr 2017 18:19:06 +0000 (UTC) schrieb "ajeg [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Anak sekarang pertanyaannya suka macam-macam.Saya sempat kagum waktu > ada yang keheranan, Soekarno yang katanya Kiri kok mengangkat > bangsawan sebagai pahlawan? > > Bagaimana sebenarnya posisi orang Kiri terhadap kaum > bangsawan, mengingat Kardinah, adik Kartini, sempat diarak > keliling kota saat pecah Peristiwa Tiga Daerah. Tetapi > rezim Soekarno juga yang mengabadikan namanya sebagai > nama rumahsakit besar di kota Tegal, RS Kardinah. > > --- lusi_d@... wrote: > Saya kirimkan lampiran tulisan Pramoedya ttg Ibu Kartini dalam > bentuk pdf sekali lagi berhubung banyaknya kesalahan yang ada pada > kutipan yl. Maaf. > Sebenarnya masih banyak uraian Pram dalam bukunya ttg Kartini itu yang > memuat pandangan hidup dan hasil pemikiran Kartini yang sangat > bermanfaat dan bahkan aktual untuk dijadikan bahan pelajaran dan > diteladani. Begitu jelas uraiannya dan kita bisa menghayati kecerdasan > beliau. Bagaimana pandangannya ttg feodalisme, Dunia Pribumi dan Dunia > Eropa, ttg ketuhanan dan faham ttg tuhan dan akal dan masih banyak > lagi. Salam > Lusi.- > > Para Sahabat dan Handaitaulan yb. > > Seratus tigapuluh delapan tahun yang lalu - 21 April 1879 lahirlah > jabang bayi yang bernama Kartini. Nama yang akhirnya sangat dikenal > sebagai seorang wanita pejuang pelopor nasion Indonesia. > Untuk mengenang jasa beliau dan untuk menambah pengenalan lebih > mendalam pada beliau, saya kutipkan bagian sub-judul Seni Rakyat dan > Di Lapangan Musik yang menguraikan kecintaan Kartini kepada rakyatnya, > dari karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul - panggil aku Kartini > saja. Pn. Hasta Mitra, cetak ulang 1997. > Salam. > Lusi.- > 21 April 2017
