Minggu 14 Mei 2017, 03:22 WIB
 Polisi Bubarkan Aksi Dukung Ahok di Alun-alun Kota Batam 
https://news.detik.com/berita/3500191/polisi-bubarkan-aksi-dukung-ahok-di-alun-alun-kota-batam
 
 Agus Siswanto - detikNews
 

 

 Foto: Agus Siswanto/detikcom

 

 Batam - Massa yang berkumpul di alun-alun kantor Wali Kota Batam, Kepulauan 
Riau, dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian Polresta Barelang Batam. Aksi 
tersebut dibubarkn karena tak memliki izin.

Massa yang tergabung dalam aksi Solidaritas Penyalaan Lilin untuk Save NKRI dan 
Kebhinekaan ini dibubarkan lantaran tidak memiliki izin keramaian yang di 
keluarkan oleh kepolisian. Sempat terjadi adu mulut antara petugas kepolisian 
dengan massa yang tidak mau bubar. Namun akhinrnya, sebagian besar massa 
berteriak dengan yel-yel Save NKRI dan bebaskan Ahok ini langsung dibubarkan 
paksa oleh kepolisian.

Kapolresta Barelang Batam, AKBP Hengky mengatakan, aksi solidaritas penyalaan 
lilin di daerah alun-alun ini tidak memiliki izin keramaian yang dikeluarkan 
oleh kepolisian.

"Aksi solidaritas penyalaan lilin malam ini tidak ada memiliki izin sama 
sekali. Meskipun itu aksi bela NKRI atau bela NKRI," ujarnya.

Sebanyak 200 personel kepolisian bersenjata lengkap dari Polda Kepulauan Riau 
dan Polresta Barelang Batam turun ke lokasi di alun-alun Pemko dan lapangan 
Welcome To Batam yang merupakan titik kumpul massa.

Hengky juga menambahkan, aksi pembubaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian 
terhadap massa untuk menghindari bentrokan yang dilakukan oleh provokator atau 
penyusup yang sengaja membuat perpecahan di antara massa.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat kota Batam kecewa dengan aksi polisi 
yang membubarkan paksa ribuan massa tersebut. Hal ini disampaikan salah seorang 
tokoh masyarakat yakni Ir Wirya Silalahi yang mengatakan aksi tersebut sebagai 
bentuk ungkapan masyarakat yang cinta NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Sejumlah tokoh masyarakat Batam sudah mengurus pemberitahuan dan permohonan 
izin keramaian kepolresta barelang, Namun selalu diundur dengan alasan keamanan 
" ujar Wirya.


(jor/jor)

 

 

Kirim email ke