Hanya 1 acara yg di Amsterdam ada yg pakai nama Jokowi-nya sedang yg lain2 
tidak ada yg ada Ahok atau Ahok-Djarot kenapa kok yg dijadikan judul berita yg 
pakai nama Jokowi?
 ---
 Aksi Bela Ahok dan Dukung Jokowi Muncul di Belasan Negara 
http://internasional.kompas.com/read/2017/05/13/16093721/aksi.bela.ahok.dan.dukung.jokowi.muncul.di.belasan.negara

 
 
 Kompas.com - 13/05/2017, 16:09 WIB

 
   
   



 
 Sekitar 400 orang WNI berkumpul pada acara “Panggung Masyarakat Indonesia” di 
West Covina, California, Sabtu (29/4/2017). Termasuk mantan Dubes RI untuk AS, 
Dino Patti Djalal (tengah, duduk).(Erwina Hawadi-Anderson untuk Kompas.com)



 

 LOS ANGELES, KOMPAS.com – Aksi membela gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki 
Tjahaja Purnama alias Ahok, terhukum kasus penodaan agama Islam, muncul di 
belasan negara di Amerika, Australia, Eropa, dan Asia.  
 Mereka juga menyatakan dukungan yang kuat kepada pemerintah Presiden Joko 
Widodo untuk menindak radikalisme dan ekstremisme di Tanah Air, demi tegaknya 
negara kesatuan (NKRI).
 Erwina Hawadi-Anderson, WNI diaspora, dalam laporannya kepada Kompas.com, 
Jumat (12/5/2017) malam atau Sabtu (13/5/2017) siang WIB, dari Los Angeles 
(LA), AS, mengatakan, aksi solidaritas dan pernyataan dukungan itu dipelopori 
“Jaringan Ahok-Djarot Internasional”.
 WNI diaspora di negara-negara di Amerika, Eropa, Australia, dan Asia akan 
melakukan aksi damai dengan menyalakan lilin dan doa bersama pada Sabtu 
(13/5/2017) dan Minggu (14/5/2017) waktu setempat di masing-masing negara.
 Baca: “Jaringan Ahok-Djarot Internasional” Terus Berkarya untuk Indonesia 
http://internasional.kompas.com/read/2017/05/02/08483211/.jaringan.ahok-djarot.internasional.terus.berkarya.untuk.indonesia
 Di AS sendiri, aksi solidaritas yang ditandai dengan menyalakan lilin akan 
diikuti ribuan orang di sedikitnya 10 kota, antara lain LA, Washington DC, San 
Francisco, Seattle, Chicago,  dan New York.
 Aksi solidaritas untuk Ahok dan dukungan untuk Presiden Jokowi menegakkan NKRI 
di LA dilakukan pada Sabtu (13/5/2017) pukul 17.00 atau Minggu WIB.
 “Tujuan cadle light itu adalah untuk membela Ahok dan mendukung pemerintah 
NKRI di bawah Presiden Jokowi saat ini,” kata Butce Lie, WNI diaspora di LA.
 “Kami mendukung pemerintah untuk memberantas intoleransi dan kelompok yang 
ingin mengubah Pancasila,” kata Butce yang bekerja di WorldHarvest, sebuah 
organisasi kemanusiaan internasional.
 Baca: Dukungan kepada Ahok "Go International" 
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/21/09474431/Dukungan.kepada.Ahok.Go.International.
 Utomo Lukman, salah satu WNI diaspora di LA mengatakan, aksi solidaritas untuk 
Ahok dan dukungan bagi NKRI di seluruh dunia itu dipelopori oleh perkumpulan 
“Jaringan Ahok-Djarot Internasional”.  
 
 
 Warga diaspora di AS menggelar acara Malam Bhineka Tunggal Ika di Los Angeles, 
Southern California, Sabtu (21/1/2017) malam atau Minggu (22/1/2017) siang WIB. 
Mereka menyatakan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI 
Jakarta.(Erwina Hawadi-Anderson untuk Kompas.com)

 Jaringan tersebut tidak akan berhenti berkarya hanya karena pasangan yang 
didukung, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, kalah dalam Pilgup DKI 
Jakarta.
 
 Perkumpulan “Jaringan Ahok-Djarot International” dimulai oleh Frans Simamarta, 
WNI diaspora yang berdomisili di Sydney, Australia, dan juga oleh Utomo Lukman 
dari Sourthern California, AS.
 Diana Daulima, WNI diaspora di Virginia (VA), mengatakan, sudah waktunya 
rakyat Indonesia untuk mengawal orang-orang baik menjadi pemimpin, bukan 
politisi yang “menggunakan agama untuk kendaraan mereka mencapai tujuan yang 
tidak mencerminkan nilai-nilai agama itu sendiri”.
 Baca: Pilgub DKI di Mata WNI Diaspora, Bikin “Deg-degan, Jengkel, dan Serem” 
http://internasional.kompas.com/read/2017/05/02/07184851/pilgub.dki.di.mata.wni.diaspora.bikin.deg-degan.jengkel.dan.serem.
 Aksi solidaritas dengan menyalakan lilin juga akan dilakukan di Sydney, 
Australia, pada Minggu (14/5/2017) pukul 16.00 waktu setempat.
 “Kami merasa sedih dengan kondisi politik di Indonesia, khususnya di Jakarta. 
Kami prihatin dengan hukum di Indonesia, khususnya dalam pengadilan Ahok, yang 
menurut kami jauh dari prinsip keadilan,” kata Didi Setyawan, WNI diaspora dan 
seorang wiraswasta di Australia.
 Didi mengaku selalu mengikuti sidang kasus Ahok. “Itu sebabnya saya mengajak 
rekan-rekan lain untuk mengekspresikan kekecewaan dan kesedihan kami melalui 
aksi ‘Justice for Ahok’ di Sydney.”
 Ocha Hidayatulloh, WNI diapora di Taipe, Taiwan, yang tergabung dalam Buruh 
Migrant Indonesia (BMI) mengatakan, lilin solidaritas untuk Ahok dan dukung 
pemerintahan NKRI saat ini akan menyala di stasiun utama metro Taipe pada 
Minggu (14/5/2017) pukul 18.00.
 Baca: WNI Diaspora di Los Angeles Deklarasikan Dukung Ahok-Djarot 
http://internasional.kompas.com/read/2016/11/20/18135651/wni.diaspora.di.los.angeles.deklarasikan.dukung.ahok-djarot
 Menurut Ocha, aksi akan diikuti oleh ratusan buruh, pelajar, pengusaha, dan 
semua komponen WNI diaspora di Taiwan.
 “Atas kejadian akhir-akhir ini di Tanah Air menyita perhatian kami di sini. 
Ketidakadilan atgas putusan yang dijatuhkan untuk Ahok. Kami di sini tergerak. 
Sangat miris bagi kami adalah jauhnya toleransi antarumat beragama di 
Indonesia,” kata Ocha dalam pesan Whatsapp-nya.
 
 
 Acara Malam Bhineka Tunggal Ika inipun juga dimeriahkan oleh penyanyi lokal 
dari Los Angeles, dengan bintang tamunya yaitu Sarah Azhari, Christabelle Grace 
Marbun Palar (Abelle), dan Faye Breezy. (Erwina Hawadi-Anderson untuk 
Kompas.com)

 “Di Taiwan yang mayoritas keturunan Tionghoa malah kami (yang Muslim) sangat 
dihormati. Saling menghargai sangat tinggi,” katanya.
 
 Aksi serupa juga dilakukan di sejumlah negara di Eropa, termasuk di Belanda.
 Densi Bura, warga Indonesia diaspora yang menetap di kota Haarlem, Belanda, 
mengatakan, aksi bela Ahok dan dukungan untuk pemerintah Jokowi demi tegaknya 
NKRI.
 Baca: Majelis Rendah Belanda Minta Koenders Bantu Ahok, Bawa ke Uni Eropa 
http://internasional.kompas.com/read/2017/05/10/13084271/majelis.rendah.belanda.minta.koenders.bantu.ahok.bawa.ke.uni.eropa
 Aksi di Belanda diadakan di empat kota, yakni Amsterdam, Groningen, Den Haag, 
dan Utrecht. Aksi di Groningen sudah dilakukan pada Jumat (12/5/2017) malam, 
Amsterdam pada Sabtu (13/5/2017) malam, di Den Haag dan Utrecht akan digelar 
pada Minggu (14/5/2017) malam.
 Aksi damai menyalakan lilin untuk bela Ahok dan dukung Jokowi di Amsterdam 
semula hendak digelar di Dam-Rak, tapi akibat membludaknya peserta, oleh wali 
kota Amsterdam dipindahkan ke Museumplein, yang lebih luas tempatnya.
 
 “Panitia meminta peserta mengenakan pakaian hitam,” kata Densi dalam pesan 
singkatnya dari Amsterdam.
 

Kirim email ke