http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39914721
 'Makna politik' aksi solidaritas dunia untuk Ahok 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39914721 Mehulika SitepuBBC Indonesia
 31 menit lalu

 Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru Bagikan artikel ini dengan 
Facebook http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39914721#  Bagikan artikel ini 
dengan Twitter http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39914721#  Bagikan 
artikel ini dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39914721#  
Bagikan artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-39914721
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39914721#share-tools




 
 Hak atas fotoVALENTINA DJASLIMImage captionSekitar 1.500 warga Indonesia 
berkumpul di Victoria Park, Hong Kong, menggelar aksi yang mereka sebut 
'Justice for Ahok' pada Minggu (14/5) pagi. Aksi 1.000 lilin untuk Ahok 
diadakan bukan hanya di berbagai kota di Indonesia, tetapi juga di kota-kota 
besar di penjuru dunia.
 Pengamat menganggap bahwa aksi tersebut sebagai potensi kekuatan baru politik 
di Indonesia, walau ada yang justru menganggap aksi tersebut bersifat 
memecah-belah.
 Sebenarnya kasus penistaan agama bukan pertama kali terjadi di Indonesia, 
namun vonis dan dakwaan atas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sepertinya 
menarik begitu banyak massa, di Indonesia dan juga di luar negeri.
 Hal tersebut -menurut pengamat politik dari The Habibie Center, Rahimah 
Abdulrahim- berpendapat karena massa menganggap bahwa kasus Ahok telah 
dipolitisasi dalam Pilkada yang baru saja usai, yang dimenangkan oleh Anies 
Baswedan.
 Mengapa warga Indonesia di berbagai penjuru dunia gelar aksi dukung Ahok? 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39912182 Korban Mei 1998 dan aksi lilin 
untuk Ahok yang meluas http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39885795 Aksi 
solidaritas mendukung Ahok terus meluas 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39906030 Selain itu ada juga rasa 
nasionalisme yang tinggi dari para WNI di luar negeri, dengan aksi serupa 
antara lain di Hong Kong, Amsterdam, London, Helsinki, Washington, maupun 
Toronto.
 "Terus terang, kalau kita di luar negeri, kita sangat membanggakan Indonesia 
itu pluralis dan sebagainya. Dengan adanya berita-berita di luar negeri, ini 
juga salah satu indikator bahwa teman-teman ingin memperjuangkan... bahwa 
Indonesia tidak berubah," papar Rahimah.
 Masalah yang belum selesai? Dakwaan atas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 
-yang berakhir dengan vonis dua tahun penjara- dilihat sejumlah pihak diwarnai 
dengan sentimen atas latar belakang etnis Cina maupun agama Kristen.
 Dan aksi solidaritas Ahok juga bisa dilihat sebagai aksi solidaritas kepada 
etnis Cina di Indonesia, jelas Lies Marcoes, aktivis HAM dan ahli kajian Islam.
 "Ini seperti peristiwa 1998, menyangkut etnis Cina yang biar bagaimanapun 
posisinya berbeda dengan etnis yang lain."
 "Seejak masa kolonial memang belum selesai persoalan ke-Indonesia-an etnis 
Cina. Etnis Arab juga kelas dua di masa kolonial sama seperti Cina tetapi 
karena tidak ada persoalan dengan agama, mereka (etnis Arab) seperti bisa 
langsung mencampur dengan masyarakat. Kalau Cina, selalu ada kecurigaan," 
tambah Lies.
 "Kecurigaan yang berbahaya, kecurigaan yang tidak pernah selesai dalam 
kebangsaan kita. Tidak pernah bisa dianggap menjadi 'Indonesia."
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionSetidaknya 400 orang yang berkumpul di 
Jubilee Gardens, London, untuk mendukung Ahok. Stop stigmatisasi'
 Bagaimanapun Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan 
tidak tepat jika aksi mendukung Ahok dikaitkan dengan kebhinekaan.
 "Hukuman yang diberikan kepada Ahok kemudian dikaitkan dengan ancaman dengan 
NKRI... tidak ada. Itu penegakan hukum yang sudah terang dan jelas", kata 
Dahnil, yang juga mengharapkan aksi-aksi mendukung Ahok sebaiknya dihentikan.
 "Saya menghimbau hentikan melakukan stigmatisasi. Justru yang dilakukan hari 
ini adalah upaya menyeret-nyeret berbagai pihak seolah-olah yang menghukum Ahok 
atau yang setuju dengan hukuman terhadap Ahok anti-NKRI," tambah Dahnil.
 "Justru apa yang mereka lakukan itulah justru yang sejatinya sedang mengancam 
NKRI."
Hak atas fotoASTRIDImage captionLebih dari 2.000 orang berkumpul di 
Museumplein, Amsterdam, Sabtu (13/05) untuk mendukung Ahok. Dia menyarankan 
jika memang ada ketidakpuasan atas keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 
maka sebaiknya diselesaikan melalui proses hukum dengan pengajuan banding di 
pengadilan tinggi.
 Bagaimanapun, Lies Marcoes berpendapat bahwa aksi massa tersebut adalah respon 
yang wajar terhadap ketidakpuasan penegakan hukum.
 "Menurut saya ini adalah pasal yang selalu akan bermasalah tetapi sekarang 
mendapatkan momentumnya yang baik dan pemerintah menurut saya harus melihat 
bahwa ini adalah ketidakpuasan secara umum kepada penegakan hukum di Indonesia."
Hak atas fotoPASCALINA LUMANAUWImage captionWraga Indonesia yang berkumpul di 
Plaza West Covina, California, AS pada 13 Mei juga menyatakan dukungan atas 
Ahok. 'Kekuatan politik baru Indonesia' Terlepas dari prokontra atas aksi 
global untuk mendukung Ahok, Rahimah Abdulrahim dari The Habibie Center 
berpendapat bahwa gelombang aksi solidaritas terhadap kebhinekaan bisa menjadi 
kekuatan politik baru Indonesia.
 "Ini adalah sebuah tantangan baru dan banyak yang tadinya diam, sekarang 
bangkit. Mereka mau turun ke jalan. Mereka yang di luar negeri juga tidak mau 
hanya dicap 'ah kamu cuma dompleng saja menyebut kamu Indonesia. Mana 
ke-Indonesia-an kamu?"
 "Jadi saya rasa ini adalah semangat baru. Tidak menutup kemungkinan ini akan 
menjadi kekuatan politik baru," tegas Rahimah.
 "Pasti akan ada yang oportunis, memanfaatkan, tapi kita berharap ini adalah 
sebuah kekuatan baru untuk membangun bersama."
Hak atas fotoDEBRA TUMIWA-MACAWALANGImage captionSebagian peserta aksi Los 
Angeles, AS, menuntut pembebasan Ahok. Pendapat yang senada diutarakan Lies 
Marcoes, dengan melihat aksi-aksi tersebut sebagai sebuah pembelajaran 
demokrasi.
 "Ini harus dilihat sebagai diskursus kebangsaan yang mau kita bangun seperti 
apa. Tugas kita untuk mengatasi persoalan ini dan negara harus hadir," kata 
Lies.

 

Kirim email ke