Pada Senin, 15 Mei 2017 1:29, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     


'Makna politik' aksi solidaritas dunia untuk Ahok
Mehulika SitepuBBC Indonesia   
   - 31 menit lalu
   
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoVALENTINA DJASLIMImage captionSekitar 1.500 warga Indonesia 
berkumpul di Victoria Park, Hong Kong, menggelar aksi yang mereka sebut 
'Justice for Ahok' pada Minggu (14/5) pagi.Aksi 1.000 lilin untuk Ahok diadakan 
bukan hanya di berbagai kota di Indonesia, tetapi juga di kota-kota besar di 
penjuru dunia.Pengamat menganggap bahwa aksi tersebut sebagai potensi kekuatan 
baru politik di Indonesia, walau ada yang justru menganggap aksi tersebut 
bersifat memecah-belah.Sebenarnya kasus penistaan agama bukan pertama kali 
terjadi di Indonesia, namun vonis dan dakwaan atas Basuki Tjahaja Purnama atau 
Ahok sepertinya menarik begitu banyak massa, di Indonesia dan juga di luar 
negeri.Hal tersebut -menurut pengamat politik dari The Habibie Center, Rahimah 
Abdulrahim- berpendapat karena massa menganggap bahwa kasus Ahok telah 
dipolitisasi dalam Pilkada yang baru saja usai, yang dimenangkan oleh Anies 
Baswedan.   
   - Mengapa warga Indonesia di berbagai penjuru dunia gelar aksi dukung Ahok?
   - Korban Mei 1998 dan aksi lilin untuk Ahok yang meluas
   - Aksi solidaritas mendukung Ahok terus meluas
Selain itu ada juga rasa nasionalisme yang tinggi dari para WNI di luar negeri, 
dengan aksi serupa antara lain di Hong Kong, Amsterdam, London, Helsinki, 
Washington, maupun Toronto."Terus terang, kalau kita di luar negeri, kita 
sangat membanggakan Indonesia itu pluralis dan sebagainya. Dengan adanya 
berita-berita di luar negeri, ini juga salah satu indikator bahwa teman-teman 
ingin memperjuangkan... bahwa Indonesia tidak berubah," papar Rahimah.
Masalah yang belum selesai?
Dakwaan atas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok -yang berakhir dengan vonis dua 
tahun penjara- dilihat sejumlah pihak diwarnai dengan sentimen atas latar 
belakang etnis Cina maupun agama Kristen.Dan aksi solidaritas Ahok juga bisa 
dilihat sebagai aksi solidaritas kepada etnis Cina di Indonesia, jelas Lies 
Marcoes, aktivis HAM dan ahli kajian Islam."Ini seperti peristiwa 1998, 
menyangkut etnis Cina yang biar bagaimanapun posisinya berbeda dengan etnis 
yang lain.""Seejak masa kolonial memang belum selesai persoalan ke-Indonesia-an 
etnis Cina. Etnis Arab juga kelas dua di masa kolonial sama seperti Cina tetapi 
karena tidak ada persoalan dengan agama, mereka (etnis Arab) seperti bisa 
langsung mencampur dengan masyarakat. Kalau Cina, selalu ada kecurigaan," 
tambah Lies."Kecurigaan yang berbahaya, kecurigaan yang tidak pernah selesai 
dalam kebangsaan kita. Tidak pernah bisa dianggap menjadi 'Indonesia."Hak atas 
fotoBBC INDONESIAImage captionSetidaknya 400 orang yang berkumpul di Jubilee 
Gardens, London, untuk mendukung Ahok.Stop stigmatisasi'Bagaimanapun Ketua 
Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan tidak tepat jika aksi 
mendukung Ahok dikaitkan dengan kebhinekaan."Hukuman yang diberikan kepada Ahok 
kemudian dikaitkan dengan ancaman dengan NKRI... tidak ada. Itu penegakan hukum 
yang sudah terang dan jelas", kata Dahnil, yang juga mengharapkan aksi-aksi 
mendukung Ahok sebaiknya dihentikan."Saya menghimbau hentikan melakukan 
stigmatisasi. Justru yang dilakukan hari ini adalah upaya menyeret-nyeret 
berbagai pihak seolah-olah yang menghukum Ahok atau yang setuju dengan hukuman 
terhadap Ahok anti-NKRI," tambah Dahnil."Justru apa yang mereka lakukan itulah 
justru yang sejatinya sedang mengancam NKRI."Hak atas fotoASTRIDImage 
captionLebih dari 2.000 orang berkumpul di Museumplein, Amsterdam, Sabtu 
(13/05) untuk mendukung Ahok.Dia menyarankan jika memang ada ketidakpuasan atas 
keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, maka sebaiknya diselesaikan melalui 
proses hukum dengan pengajuan banding di pengadilan tinggi.Bagaimanapun, Lies 
Marcoes berpendapat bahwa aksi massa tersebut adalah respon yang wajar terhadap 
ketidakpuasan penegakan hukum."Menurut saya ini adalah pasal yang selalu akan 
bermasalah tetapi sekarang mendapatkan momentumnya yang baik dan pemerintah 
menurut saya harus melihat bahwa ini adalah ketidakpuasan secara umum kepada 
penegakan hukum di Indonesia."Hak atas fotoPASCALINA LUMANAUWImage captionWraga 
Indonesia yang berkumpul di Plaza West Covina, California, AS pada 13 Mei juga 
menyatakan dukungan atas Ahok.
'Kekuatan politik baru Indonesia'
Terlepas dari prokontra atas aksi global untuk mendukung Ahok, Rahimah 
Abdulrahim dari The Habibie Center berpendapat bahwa gelombang aksi solidaritas 
terhadap kebhinekaan bisa menjadi kekuatan politik baru Indonesia."Ini adalah 
sebuah tantangan baru dan banyak yang tadinya diam, sekarang bangkit. Mereka 
mau turun ke jalan. Mereka yang di luar negeri juga tidak mau hanya dicap 'ah 
kamu cuma dompleng saja menyebut kamu Indonesia. Mana ke-Indonesia-an 
kamu?""Jadi saya rasa ini adalah semangat baru. Tidak menutup kemungkinan ini 
akan menjadi kekuatan politik baru," tegas Rahimah."Pasti akan ada yang 
oportunis, memanfaatkan, tapi kita berharap ini adalah sebuah kekuatan baru 
untuk membangun bersama."Hak atas fotoDEBRA TUMIWA-MACAWALANGImage 
captionSebagian peserta aksi Los Angeles, AS, menuntut pembebasan Ahok.Pendapat 
yang senada diutarakan Lies Marcoes, dengan melihat aksi-aksi tersebut sebagai 
sebuah pembelajaran demokrasi."Ini harus dilihat sebagai diskursus kebangsaan 
yang mau kita bangun seperti apa. Tugas kita untuk mengatasi persoalan ini dan 
negara harus hadir," kata Lies.
  #yiv5342238159 #yiv5342238159 -- #yiv5342238159ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-mkp #yiv5342238159hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-mkp #yiv5342238159ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-mkp .yiv5342238159ad 
{padding:0 0;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-mkp .yiv5342238159ad p 
{margin:0;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-mkp .yiv5342238159ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-sponsor 
#yiv5342238159ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-sponsor #yiv5342238159ygrp-lc #yiv5342238159hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-sponsor #yiv5342238159ygrp-lc .yiv5342238159ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5342238159 #yiv5342238159actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5342238159
 #yiv5342238159activity span {font-weight:700;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv5342238159 #yiv5342238159activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5342238159 #yiv5342238159activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv5342238159 #yiv5342238159activity span 
.yiv5342238159underline {text-decoration:underline;}#yiv5342238159 
.yiv5342238159attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv5342238159 .yiv5342238159attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv5342238159 .yiv5342238159attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5342238159 .yiv5342238159attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5342238159 .yiv5342238159attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv5342238159 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv5342238159 .yiv5342238159bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5342238159 
.yiv5342238159bold a {text-decoration:none;}#yiv5342238159 dd.yiv5342238159last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5342238159 dd.yiv5342238159last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5342238159 
dd.yiv5342238159last p span.yiv5342238159yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv5342238159 div.yiv5342238159attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv5342238159 div.yiv5342238159attach-table 
{width:400px;}#yiv5342238159 div.yiv5342238159file-title a, #yiv5342238159 
div.yiv5342238159file-title a:active, #yiv5342238159 
div.yiv5342238159file-title a:hover, #yiv5342238159 div.yiv5342238159file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5342238159 div.yiv5342238159photo-title a, 
#yiv5342238159 div.yiv5342238159photo-title a:active, #yiv5342238159 
div.yiv5342238159photo-title a:hover, #yiv5342238159 
div.yiv5342238159photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5342238159 
div#yiv5342238159ygrp-mlmsg #yiv5342238159ygrp-msg p a 
span.yiv5342238159yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5342238159 
.yiv5342238159green {color:#628c2a;}#yiv5342238159 .yiv5342238159MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv5342238159 o {font-size:0;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159photos div {float:left;width:72px;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5342238159
 #yiv5342238159reco-category {font-size:77%;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159reco-desc {font-size:77%;}#yiv5342238159 .yiv5342238159replbq 
{margin:4px;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-mlmsg select, #yiv5342238159 input, #yiv5342238159 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-mlmsg pre, #yiv5342238159 code {font:115% 
monospace;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-mlmsg #yiv5342238159logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-msg 
p#yiv5342238159attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-reco #yiv5342238159reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-sponsor 
#yiv5342238159ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-sponsor #yiv5342238159ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-sponsor #yiv5342238159ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv5342238159 #yiv5342238159ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5342238159 
#yiv5342238159ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv5342238159 

   

Kirim email ke