Pada Senin, 15 Mei 2017 4:52, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     

Surat Terbuka untuk Jusuf Kalla Terkait Kesenjangan Ekonomi Berdasarkan SARA
gerilyapolitik.com - 14 Mei 2017


Surat Terbuka Kpd Yth. Bpk. Yusuf KallaDear pa Kalla,
Statistik yg Anda kemukakan itu saya sangat percaya kebenarannya. Mungkin Anda 
bingung Pak dgn statistik ini, biar saya coba bantu menjelaskan dari sudut 
pandang saya sebagai tionghoa Kristen, walau sebetulnya Anda juga pasti tahu 
kisah banyak konglomerat tionghoa Kristen atau tionghoa Kong hu cu Indonesia 
yang memulai usahanya dari nol dan berasal dari keluarga miskin!Menurut saya 
Pak, penyebab kesenjangan tersebut adalah akibat perbedaan budaya yang sangat 
besar, antara budaya yg sangat efisien dengan budaya yg sangat boros.
Biar saya jabarkan dalam bahasa sehari-hari Pak…1. Bagi orang tionghoa, dlm 
berbisnis menjaga kepercayaan bos (supplier) dan kepercayaan customer sangat 
penting. Ini menyebabkan kami tidak pernah kekurangan modal ketika dagangan 
membesar karena selalu disupport supplier.
2. Rata2 kami dididik dan mendidik anak2 kami, anggota keluarga kami dengan 
disiplin dan diajari tanggungjawab, terutama secara ekonomi. Bagi seorang 
tionghoa membebani keluarga secara ekonomi sangatlah memalukan. Sebagian akan 
mengalami tidak dipandang sebelah mata, perasaan terinjak2. Namun semua itu 
tidak membuat kami cuma bisa sirik dan benci Pak, tp memicu kami utk bangkit 
dan berusaha sebaik2nya agar tidak dihina.3. Kami tidak banyak mengeluarkan 
uang untuk berdandan, bersosialisasi, beramal, saweran sekeliling supaya 
dipandang kaya dan dihormati. Jika ada tionghoa yg melakukan itu semua biasanya 
mereka yang sudah di level berekonomi berlimpah atau sedikit yg maksa. 
Pelit ya? Memang itu sifat dasar etnis tionghoa yang sudah tidak begitu parah 
sekarang karena akulturasi budaya dan ajaran agama yg mengajarkan untuk memberi 
dan menabur kepada yg membutuhkan.Karena kami sangat disiplin kepada diri 
sendiri, kamipun memperlakukan orang lain seperti itu. Kalau kami dari susah 
bisa bangkit dengan kerja keras, maka orang lain kalau susah ya salahnya 
sendiri malas dan boros, tidak bisa jaga kepercayaan dan mental krupuk. Kami 
tidak akan kasihan dengan orang yg malas dan bermental jelek.4. Kami jarang 
melakukan kawin cerai dan berpoligami. Sehingga energi dan sumber daya keluarga 
tidak terbuang untuk urusan ribut rumah tangga dan kami bisa terus mengejar 
target ekonomi kami.5. Tionghoa Kristen yg sungguh2 beriman banyakan bayar 
perpuluhan dari pendapatannya ke gereja, dan menurut janji Alkitab berkat Tuhan 
akan tercurah bagi umat yg taat. Percaya atau tidak, data statistik Anda 
membuktikannya toh? Sedang tionghoa Kong hu cu rata2 banyak membantu anggota 
keluarganya untuk bangkit secara ekonomi, tidak diberi ikan tetapi kail! Dan 
orang yang menabur yang baik tentu akan menuai yg baik kan?6. Kesuksesan para 
tionghoa tersebut tentu secara otomatis menarik naik kaum keluarga dan 
kerabatnya dari generasi ke generasi. Semua suku tentu lebih mudah 
berkomunikasi, berinteraksi dan menanamkan kepercayaannya kepada sesama kerabat 
dan sukunya sendiri toh? Apa Bpk tidak begitu?7. Pembatasan profesi suku 
tionghoa dari zaman dahulu dalam segala bidang telah membuat jalur dagang 
satu2nya jalan penghidupan. Sekarang di kala bangsa ini mulai menyadari 
perlunya mencetak byk enterprenueur kami sudah melakukannya dari generasi ke 
generasi.8. Mungkin darah dan air mata kami yang telah banyak tercurah di Bumi 
Pertiwi saat peristiwa pembantaian dgn isu PKI dan Kerusuhan rasial 13 Mei 1998 
telah mengetuk pintu belas kasihan Tuhan kepada kami, dan sebaliknya 
mendatangkan kutuk bagi para pelaku dan keturunannya. Mohon maaf Pak, saya 
tidak maksud mengutuki, saya diajar untuk mengampuni dan mendoakan pertobatan 
mereka.Begitu kurang lebih analisa saya sebagai seorang tionghoa Kristen Pak. 
Mungkin Bapak bisa kasih analisa mengapa banyak orang Islam yg miskin?
Kalau boleh saya kasih masukan Pak… karena jumlah orang Islam itu ratusan juta 
di Indonesia Pak! Ya iyalah lebih banyak orang miskin Islam dibanding orang 
miskin tionghoa, lho.Dan ilmu ekonomi suku tionghoa yg muktahir ada dalam diri 
seorang Ahok Pak, Tionghoa Kristen gila yang menyimpang dari kebiasaan sukunya 
yg rata2 punya prinsip “Jangan mencampuri urusan orang lain, apa untungnya?” Si 
kafir Ahok punya hati dan belas kasihan untuk membenahi perekonomian orang2 
miskin di DKI dengan visi “Penuh perutnya, dompetnya dan otaknya” dengan tidak 
mengejar pertambahan kekayaan bagi dirinya sendiri yang sangat bertentangan 
dengan budaya Tionghoa di mana ekonomi keluarga itu no.1, sosial nomor 
terakhir.Dan apa yang dilakukan bangsa ini kepada Ahok? Memenjarakannya! Dan 
menggesernya dengan pejabat yg trackrecord, kapabilitas dan integritasnya belum 
teruji hanya karena seiman.Nah, dengan pola pikir dan mental yg seperti ini ya 
saya gak heran Pak, mengapa masih banyak orang muslim yg miskin di tanah air. 
Karena mereka masih dijajah oleh saudara seimannya (para koruptor yang punya 
prinsip tidak apa2 korupsi kalau buat bangun mesjid dan sumbang anak yatim 
piatu… Bapak tahu gak uang haram itu mengandung kutuk?)Well, begitulah panjang 
lebar penjelasan saya untuk dimengerti Pak. 
Mohon maaf bila tersinggung, karena kamipun sudah bukan tersinggung lagi dan 
merasa dibully habis sejak dari zaman kecil yg kalau lewat sering diteriaki 
“Cina! Cina loe!” Hingga hari ini dipanggil dgn nama kafir, dirusak tempat 
ibadahnya, didiskriminasi dalam segala perijinan dan beasiswa, dan dihalalkan 
darahnya untuk dibunuh.Catatan:Kami memperolah tulisan ini di sebuah Grup WA, 
Gerilyawan sedang mengonfirmasi ke J Kristiani terkait tulisan ini.(gerpol)
  #yiv4116349451 #yiv4116349451 -- #yiv4116349451ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-mkp #yiv4116349451hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-mkp #yiv4116349451ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-mkp .yiv4116349451ad 
{padding:0 0;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-mkp .yiv4116349451ad p 
{margin:0;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-mkp .yiv4116349451ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-sponsor 
#yiv4116349451ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-sponsor #yiv4116349451ygrp-lc #yiv4116349451hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-sponsor #yiv4116349451ygrp-lc .yiv4116349451ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4116349451 #yiv4116349451actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4116349451
 #yiv4116349451activity span {font-weight:700;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv4116349451 #yiv4116349451activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4116349451 #yiv4116349451activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv4116349451 #yiv4116349451activity span 
.yiv4116349451underline {text-decoration:underline;}#yiv4116349451 
.yiv4116349451attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv4116349451 .yiv4116349451attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv4116349451 .yiv4116349451attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4116349451 .yiv4116349451attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4116349451 .yiv4116349451attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv4116349451 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv4116349451 .yiv4116349451bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4116349451 
.yiv4116349451bold a {text-decoration:none;}#yiv4116349451 dd.yiv4116349451last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4116349451 dd.yiv4116349451last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4116349451 
dd.yiv4116349451last p span.yiv4116349451yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv4116349451 div.yiv4116349451attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv4116349451 div.yiv4116349451attach-table 
{width:400px;}#yiv4116349451 div.yiv4116349451file-title a, #yiv4116349451 
div.yiv4116349451file-title a:active, #yiv4116349451 
div.yiv4116349451file-title a:hover, #yiv4116349451 div.yiv4116349451file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4116349451 div.yiv4116349451photo-title a, 
#yiv4116349451 div.yiv4116349451photo-title a:active, #yiv4116349451 
div.yiv4116349451photo-title a:hover, #yiv4116349451 
div.yiv4116349451photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4116349451 
div#yiv4116349451ygrp-mlmsg #yiv4116349451ygrp-msg p a 
span.yiv4116349451yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4116349451 
.yiv4116349451green {color:#628c2a;}#yiv4116349451 .yiv4116349451MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv4116349451 o {font-size:0;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451photos div {float:left;width:72px;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4116349451
 #yiv4116349451reco-category {font-size:77%;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451reco-desc {font-size:77%;}#yiv4116349451 .yiv4116349451replbq 
{margin:4px;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-mlmsg select, #yiv4116349451 input, #yiv4116349451 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-mlmsg pre, #yiv4116349451 code {font:115% 
monospace;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-mlmsg #yiv4116349451logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-msg 
p#yiv4116349451attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-reco #yiv4116349451reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-sponsor 
#yiv4116349451ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-sponsor #yiv4116349451ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-sponsor #yiv4116349451ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv4116349451 #yiv4116349451ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4116349451 
#yiv4116349451ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv4116349451 

   

Kirim email ke