Aksi Bela Ahok di Taiwan, Warga RI Banjiri "Taipei Main Station" 
http://internasional.kompas.com/read/2017/05/15/10162211/aksi.bela.ahok.di.taiwan.warga.ri.banjiri.taipei.main.station.

 
 
 Kompas.com - 15/05/2017, 10:16 WIB




 

 

 Massa asal Indonesia yang menetap di Taipe, Taiwan, berkumpul dan memadati 
stasiun utama metro Taipe, pada Minggu malam (14/5/2017), untuk menggelar aksi 
mendukung Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama. (Ocha 
Hidayatulloh/ Buruh Migrant Indonesia untuk Kompas.com)

 

 
 
 
 
 TAIPE, KOMPAS.com - Areal di depan stasiun utama metro Taipe (Taipei Main 
Station), di Kota Taipe, Taiwan, Minggu (14/5/2017) malam, dibanjiri warga 
Indonesia yang menggelar aksi damai untuk Basuki Tjahaja Purnama.
 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, adalah Gubernur DKI Jakarta non aktif yang 
dijatuhi vonis dua tahun penjara dengan tuduhan penistaan agama.
 Terlihat, bendera merah putih berkibar-kibar di tengah padatnya peserta aksi.
 "Kami warga Negara Indonesia di Taiwan yang terdiri dari buruh migran, 
pelajar, dan pengusaha, memang selama ini silent saja soal politik dan kondisi 
di Tanah Air," ujar Ocha  Hidayatulloh, dari Buruh Migrant Indonesia (BMI) yang 
turut dalam aksi itu.
 "Namun, kejadian akhir-akhir ini menyita perhatian kami di sini, yaitu tentang 
ketidakadilan dalam putusan pengadilan yang dijatuhkan kepada Pak Ahok," kata 
dia.
 "Kami di sini tergerak. Kami sangat miris melihat jauhnya toleransi antar umat 
beragama di Tanah Air," sebut dia lagi.
 Menurut Ocha, di Taiwan, yang mayoritas warganya adalah keturunan Tionghoa, 
keberadaan umat Muslim, termasuk dari Indonesia, sangat dihormati. 
 "Bagi yang Muslim diberi kebebasan untuk menggelar pengajian-pengajian," kata 
dia.
 "Kami banyak belajar dari orang Taiwan bagaimana saling menghargai antar umat 
beragama," sebut Ocha.
 Ocha mengatakan, kalau pun ada kesulitan yang dialami oleh para pekerja migran 
di tempat ini, biasanya hal itu justru berasal dari Pemerintah Indonesia 
sendiri.
 "Peraturan yang menyulitkan itu justru datang dari Pemerintah Indonesia 
sendiri, bukan dari Taiwan," tegas dia. 
 Baca: Dibantu Wali Kota Amsterdam, Warga RI Gelar Aksi Ahok di Museumplein 
http://internasional.kompas.com/read/2017/05/15/09341751/dibantu.wali.kota.amsterdam.warga.ri.gelar.aksi.ahok.di.museumplein
 Aksi damai di Taiwan ini merupakan bagian dari rangakaian aksi serempak yang 
digelar warga Indonesia di belasan negara, sejak Sabtu hingga minggu waktu 
setempat.
 Di Amerika Serikat, aksi solidaritas berlangsung setidaknya di 10 kota, antara 
lain Los Angeles, Washington DC, San Francisco, Seattle, Chicago, dan New York.
 Aksi solidaritas dengan menyalakan lilin juga akan dilakukan di Sydney, 
Australia, pada Minggu (14/5/2017) pukul 16.00 waktu setempat.
 Aksi serupa juga dilakukan di sejumlah negara di Eropa, termasuk di Belanda. 
Aksi di Belanda diadakan di empat kota, yakni Amsterdam, Groningen, Den Haag, 
dan Utrecht.
 Aksi di Groningen sudah dilakukan pada Jumat (12/5/2017) malam, Amsterdam pada 
Sabtu (13/5/2017) malam, di Den Haag dan Utrecht digelar pada Minggu 
(14/5/2017) malam.
 Baca: Bebas, Bebaskan Ahok, Bebaskan Ahok Sekarang Juga... 
http://internasional.kompas.com/read/2017/05/14/13585601/.bebas.bebaskan.ahok.bebaskan.ahok.sekarang.juga.
 
 

 

Kirim email ke