Apakah tidak akan dibentuk Dewan Syariah untuk Jakarta dan selajutnya
seluruh negara Neo-Mojopahit alias NKRI?



http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/22476/Sejumlah-Ulama-Gagas-Berdirinya-Dewan-Syariah-Kesejahteraan-Kota-Bogor



Sejumlah Ulama Gagas Berdirinya Dewan Syariah Kesejahteraan Kota Bogor

16 Mei 16:41 | Dilihat : 77

[image: Sejumlah Ulama Gagas Berdirinya Dewan Syariah Kesejahteraan Kota
Bogor] Sejumlah Ulama, pimpinan ormas Islam, politisi dan tokoh masyarakat
Kota Bogor dalam pembentukan DSKKB di Masjid Roosniyah BNR. (foto: suara
islam)

*Bogor (SI Online)* - Sejumlah Ulama, pimpinan ormas Islam, politisi dan
tokoh masyarakat Kota Bogor berkumpul di Masjid Roosniyah Bogor Nirwana
Resident, Selasa (16/5/2017).

Muhammad Nur Sukma selaku panitia acara mengatakan, dalam pertemuan ini
disepakati berdirinya sebuah lembaga untuk mengawal tegaknya kehidupan
Islami di Kota Bogor. Lembaga tersebut dinamakan Dewan Syariah
Kesejahteraan Kota Bogor (DSKKB).

Dibentuknya lembaga ini dimaksudkan untuk menjadi wadah bagi para Ulama,
tokoh, dan aktivis yang peduli dan berkeinginan kuat agar masyarakat Kota
Bogor dapat mengimplementasikan dasar negara yang berkeTuhanan Yang Maha
Esa sebagai pedoman kehidupan sehari-hari baik dalam bermasyarakat,
berbangsa maupun bernegara, dalam naungan ridho Allah SWT.

Adapun misi dibentuknya lembaga tersebut untuk membantu pemerintah daerah
Kota Bogor khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor dan lembaga
terkait agar terselenggaranya kehidupan masyarakat yang beriman dan
bertakwa, sehingga keberkahan menyelimuti seluruh bidang kehidupan penduduk
Kota Bogor.

Ketua Majelis Syuro DSKKB KH Abbas Aula dalam sambutannya membacakan
Alquran surat At Taubah 71, dimana Allah SWT berfirman, *"Dan orang-orang
yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi
penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar..."*

"Surat At Taubah 71 mengilhami kita semua untuk bangkit dalam satu kesatuan
umat, tolong menolong, bekerjasama dan saling melindungi dalam rangka untuk
menegakkan syariat Allah di muka bumi khususnya di Kota Bogor," ujarnya.

Selain itu, kata Ustaz Abbas, Allah SWT juga mengingatkan dalam surat Al
Anfal 73, *"Sesungguhnya orang-orang kafir itu saling melindungi, bantu
membantu satu sama lain, jika kalian tidak melakukan yang sama yakni sesama
mukmin harus tolong menolong, bantu membantu dan saling melindungi maka
akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi,"*

"Oleh karena itu, marilah kita berniat dengan ikhlas untuk bisa menjalankan
amanah untuk terbentuknya lembaga yang bertujuan mulia ini," ungkapnya.

Sementara itu, KH Muhammad Husni Thamrin yang juga menjadi Dewan Syuro
DSKKB mengingatkan bahwa gerakan ini bukan main-main, tetapi betul-betul
kerja untuk umat, dan gerakan ini bersifat independen.

"Gerakan ini akan mendukung adanya MUI dan akan mensejahterakan umat
melalui MUI, karena itulah lembaga ini dinamakan Dewan Syariah
Kesejahteraan Kota Bogor," ujar Ulama yang biasa disapa Abi Thamrin itu.

Menurutnya, lembaga yang dibentuk ini adalah gerakan yang tidak dilakukan
oleh lembaga lain, dalam artian untuk mengganti adanya kekurangan. Kata Abi
Thamrin, umat Islam harus kuat. "Jangan kalah sama Cina yang menang karena
uang, banyak pejabat dan aparat bisa dibeli dengan uang," tandas Abi

Oleh karena itu, kata Abi, kita harus berjuang dan tidak boleh kalah, salah
satunya dengan gerakan yang dibuat yaitu Dewan Syariah Kesejahteraan Kota
Bogor.

Ketua MUI Kota Bogor, KH Adam Ibrahim yang juga hadir dalam acara ini
mendukung penuh atas berdirinya DSKKB. "Kita bersyukur kepada Allah,
berterimakasih kepada penggagas dan berharap organisasi ini kelak akan
bergerak maju," ujarnya.

Terkait kesejahteraan, kata Kyai Adam, non Muslim sudah sedemikian keras
berusaha untuk mensejahterakan umatnya. "Maka umat Islam juga harus seperti
itu. Jadi kami sangat mendukung gerakan ini, mudah-mudahan bisa maju
terus," harapnya.

Selain keempat tokoh tersebut, hadir pula tokoh lainnya dalam pertemuan ini
yaitu; KH Badrudin Subhki (Penasehat MUI Kota Bogor), Mayjen TNI (Purn)
Songko Purnomo, Habib Hasan (Ketua FPI Bogor Raya), Jajat Sudrajat (Wakil
Ketua DPRD Kota Bogor), H Najamudin (DPRD Kota Bogor), Ustaz Hasri Harahap
(Sekjen Presidium Alumni 212), Ustaz Wilyudin Dhani (DDII Bogor) dan
lainnya.

red: adhila

Kirim email ke