*Tidak seharusnya, tetapi kalau tidak dinaikan harga pangan, maka penyalur
pangan tidak untung dan malah bisa buntung.hehehehehehe*


http://www.antaranews.com/berita/628953/tidak-seharusnya-harga-pangan-naik


*Tidak seharusnya harga pangan naik *

Jumat, 12 Mei 2017 21:16 WIB | 4.940 Views

Pewarta: Endang Sukarelawati


Malang (ANTARA News) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya
menyatakan seharusnya harga berbagai komoditas pangan tidak ada kenaikan
secara signifikan, apalagi sampai bermasalah karena pasokan dari produsen
lancar dan aman.

"Dengan pasokan dari produsen dan stok berbagai komoditas pangan yang cukup
aman tersebut, seharusnya harga pangan yang sampai di tangan konsumen tidak
bermasalah dan tidak mengalami kenaikan signifikan," kata Kepala Kantor
Daerah KPPU Surabaya Aru Armando di sela acara forum jurnalis tentang peran
KPPU dalam stabilitas harga komoditas pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran
2017 di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Jika ada oknum yang bermain-main atau melakukan penimbunan bahan pangan,
katanya, segera laporkan kepada KPPU. Sebab, penimbunan itu akan mengarah
pada praktik kartel dan pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada
oknum tersebut.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah kian menggencarkan pemantauan secara
intensif untuk menjaga stabilitas harga dengan memantau tata niaga jalur
distributor pangan ke setiap daerah di Jatim. "Kami berantas kalau ada
penimbunan barang, apalagi bahan pangan," tandasnya.

Menurut Aru, bahan pokok yang menjadi prioritas konsumsi masyarakat adalah
beras dan gula pasir. Selain itu, daging sapi, ayam, telur, minyak goreng,
kedelai, dan tepung terigu, cabai, bawang merah dan putih. Dan, pada saat
menjelang Ramadhan hingga Lebaran, harga sejumlah bahan pokok itu naik
signifikan.

Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) gula pasir ditetapkan sebesar Rp12,5
ribu per kilogram. "Bila ada pedagang yang menjual di atas harga yang
ditetapkan akan kami tindak tegas, seperti kami menangani kasus kartel
daging sapi dan ayam beberapa pekan lalu," ujarnya.

Untuk stok sejumlah komoditas pangan pokok di Jatim, khususnya beras dan
gula pasir cukup aman, bahkan bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat
Jatim hingga beberapa bulan ke depan. "Memang pasa saat menjelang Ramadhan
dan Lebaran, harga sejumlah komoditas bahan pokok pasti mengalami
kenaikan," terangnya.

Namun demikian, pemerintah terus berupa melakukan stabilisasi harga dan
berupaya keras untuk menjaga pasokan agar tidak sampai kekurangan. "Kami
akan mengawasi secara ketat alur dan distribusi komoditas pangan ini,"
katanya.

Stok bahan pangan di Jatim, khususnya beras mencapai 2,2 juta ton dan gula
pasir sebanyak 465 ribu ton. Stok tersebut mampu memenuhi kebutuhan pangan
masyarakat di provinsi itu hingga beberapa bulan ke depan.

Ada 11 komoditas yang menjadi fokus pengawasan KPPU menjelang Ramadhan dan
Lebaran 2017, yakni beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, bawang
merah, cabai, kedelai, jagung, tepung terigu, ayam, dan daging sapi.

(T.E009/B012)

Editor: Ruslan Burhan

Kirim email ke