http://economy.okezone.com/read/2017/05/16/20/1692682/naik-2-9-utang-luar-negeri-indonesia-tercatat-usd326-3-miliar



Selasa, 16 Mei 2017 - 22:58 wib
Naik 2,9%, Utang Luar Negeri Indonesia Tercatat USD326,3 Miliar

Ilustrasi: Shutterstock



Rizkie Fauzian

Jurnalis

   -


*JAKARTA* - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I-2017
berada pada posisi USD326,3 miliar. Jumlah tersebut tumbuh terkendali
sebesar 2,9% (yoy) atau sedikit meningkat dibanding triwulan sebelumnya
yang sebesar 2,0% (yoy).

Berdasarkan kelompok peminjam, peningkatan ULN tersebut dipengaruhi oleh
lebih kecilnya kontraksi pertumbuhan ULN swasta pada triwulan I 2017 yaitu
sebesar -3,6% (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar -5,5% (yoy).
Sementara itu, ULN sektor publik tumbuh melambat dari 11,0% (yoy) pada
triwulan sebelumnya menjadi 10,0% (yoy).

BERITA REKOMENDASI
------------------------------

   -

   Tambah Utang Rp6 Triliun, 6 Sukuk Kembali Diterbitkan
   
<http://economy.okezone.com/read/2017/05/15/20/1691544/tambah-utang-rp6-triliun-6-sukuk-kembali-diterbitkan?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news>
   -

   Pemerintah Dapat Rp14 Triliun dari Penjualan Surat Utang
   
<http://economy.okezone.com/read/2017/05/11/20/1688554/pemerintah-dapat-rp14-triliun-dari-penjualan-surat-utang?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news>
   -

   Kontrak Berjangka Surat Utang Negara Jadi Pilihan Masuk ke Obligasi
   
<http://economy.okezone.com/read/2017/05/09/278/1686846/kontrak-berjangka-surat-utang-negara-jadi-pilihan-masuk-ke-obligasi?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news>

Pada akhir triwulan I 2017, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar
USD166,5 miliar (51,0% dari total ULN), sementara posisi ULN sektor swasta
tercatat sebesar USD159,9 miliar (49,0% dari total ULN). Dengan
perkembangan tersebut, rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto
(PDB) pada akhir triwulan I 2017 tercatat relatif stabil di kisaran 34%
sebagaimana pada akhir triwulan IV 2016, namun menurun jika dibandingkan
dengan triwulan I 2016 yang sebesar 37%.

Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang melambat,
sementara pertumbuhan ULN jangka pendek meningkat. Posisi ULN jangka
panjang yang mendominasi ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2017 tercatat
sebesar USD282,4 miliar (86,5% dari total ULN) atau tumbuh 1,1% (yoy),
sedikit melambat dibandingkan triwulan IV 2016 yang tumbuh sebesar 1,5%
(yoy).

Sementara itu, posisi ULN berjangka pendek pada akhir triwulan I 2017
tercatat sebesar USD43,9 miliar (13,5% dari total ULN) atau tumbuh 16,3%
(yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016 yang tumbuh sebesar
6,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan ULN jangka pendek tersebut, rasio
utang jangka pendek terhadap cadangan devisa sedikit meningkat dari 35,3%
pada triwulan IV 2016 menjadi 36,1% pada triwulan I 2017.

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan I 2017
terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta
listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap
total ULN swasta mencapai 76,5%.

Pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas
& air bersih meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016, sementara ULN
sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi
pertumbuhan. Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan I 2017
tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian
nasional.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor
swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat
berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa
menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

++++++




http://economy.okezone.com/read/2017/04/24/320/1675130/pemerintah-rogoh-rp152-6-triliun-untuk-bayar-utang-plus-bunga


Senin, 24 April 2017 - 12:44 wib
Pemerintah Rogoh Rp152,6 Triliun untuk Bayar Utang *Plus* Bunga

Ilustrasi utang. (Foto: Okezone/Runi)





Martin Bagya Kertiyasa

Jurnalis


*JAKARTA *- Pemerintah pada tiga bulan awal di 2017 harus merogoh dana
sebesar Rp152,67 triliun untuk membayar cicilan utang plus bunga. Tercatat,
pada Kuartal I-2017 ini realisasi pembayaran utang plus bunga sebesar
29,6%.

Melansir situs Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (24/4/2017), angka
tersebut berasal dari pembayaran pokok utang sebesar Rp87,54 triliun yang
berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp9,42 triliun dan Surat Berharga
Negara (SBN) sebesar Rp78,11 triliun.

BERITA REKOMENDASI
------------------------------

   -

   Naik 2,9%, Utang Luar Negeri Indonesia Tercatat USD326,3 Miliar
   
<http://economy.okezone.com/read/2017/05/16/20/1692682/naik-2-9-utang-luar-negeri-indonesia-tercatat-usd326-3-miliar?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news>
   -

   Tambah Utang Rp6 Triliun, 6 Sukuk Kembali Diterbitkan
   
<http://economy.okezone.com/read/2017/05/15/20/1691544/tambah-utang-rp6-triliun-6-sukuk-kembali-diterbitkan?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news>
   -

   Pemerintah Dapat Rp14 Triliun dari Penjualan Surat Utang
   
<http://economy.okezone.com/read/2017/05/11/20/1688554/pemerintah-dapat-rp14-triliun-dari-penjualan-surat-utang?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news>

Sementara untuk pembayaran bunga sebesar Rp65,13 triliun, berasal dari
pinjaman luar negeri sebesar Rp62,16 triliun dan pembayaran untuk SBN
sebesar Rp62,16 triliun, yang berasal dari SBN rupiah Rp49,6 triliun dan
SBN Valas sebesar Rp12,47 triliun.

Sekadar informasi, Utang Pemerintah Pusat hingga Maret 2017 menembus angka
Rp3.649,75 triliun, meningkat sebesar Rp60,63 triliun. Utang tersebut,
berasal dari kenaikan SBN neto sebesar Rp64,04 triliun dan berkurangnya
pinjaman (neto) sebesar Rp3,41 triliun.

Sementara untuk pembayaran kewajiban utang pada Maret 2017, mencapai
sebesar Rp84,13 triliun. Angka tersebut, terdiri dari pembayaran pokok
utang yang jatuh tempo sebesar Rp51,36 triliun dan pembayaran bunga utang
sebesar Rp32,77 triliun.

Indikator risiko utang pada Maret 2017 menunjukkan bahwa rasio utang dengan
tingkat bunga mengambang (variable rate) mencapai 12% dari total utang,
sedangkan dalam hal risiko tingkat nilai tukar, rasio utang dalam mata uang
asing terhadap total utang adalah sebesar 42%.

Kirim email ke