Pada Rabu, 17 Mei 2017 19:20, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> menulis:
Pertama di Aceh, pasangan gay dihukum 85 kali cambuk
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Pertama di Aceh, pasangan gay dihukum 85 kali cambuk - BBC Indonesia
Dua pria dinyatakan bersalah berhubungan seks sesama jenis dan dihukum
masing-masing 85 kali cambuk oleh Mahkama... | |
|
|
- 9 jam lalu
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru
- Bagikan artikel ini dengan Facebook
- Bagikan artikel ini dengan Twitter
- Bagikan artikel ini dengan Messenger
- Bagikan artikel ini dengan Email
- Kirim
Hak atas fotoJUNHAImage captionSalah seorang dari dua pria bereaksi ketika
hakim membacakan vonis.Dua pria yang ditangkap oleh warga lantaran dituding
melakukan hubungan seks sesama jenis pada 28 Maret 2017 lalu, dihukum
masing-masing 85 kali cambuk oleh majelis hakim Mahkamah Syariah Kota Banda
Aceh.Dalam putusan yang dibacakan secara terpisah oleh majelis hakim yang
diketuai oleh Khairul Jamal, seorang pria berinisial MT (24) dan seorang pria
lainnya berisinial MH (20) dinyatakan bersalah berdasarkan pengakuan sejumlah
saksi dan alat bukti."Saksi mengintip melalui celah dinding saat MH dan MT
sedang berhubungan, lalu saksi memanggil saksi yang lain dan setelah itu kedua
saksi memanggil warga. Setelah warga melihat kejadian tersebut, lalu mereka
memutuskan mendobrak pintu kamar," sebut majelis hakim dalam
putusannya.Pencambukan terhadap MT dan MH akan dilaksanakan di Banda Aceh pada
23 Mei, beberapa hari menjelang Ramadan.
- Sepuluh hal tentang pidana berdasarkan syariat di Aceh
- Pertama kalinya kaum homoseksual ditangkap di Aceh
- 'Saya tak pernah bahagia': kisah kaum LGBT yang dipaksa menikah
- Presiden Jokowi: Polisi harus melindungi kaum LGBT dan minoritas lain
Hak atas fotoJUNHAImage captionMT (24) dan MH (20) ditangkap oleh warga
lantaran dituding melakukan hubungan seks sesama jenis pada 28 Maret 2017
lalu.Menurut hakim, MT (24) yang merupakan warga Sumatera Utara dan MH (20)
warga Bireuen, Provinsi Aceh, sebelumnya pernah melakukan hubungan badan di
rumah kos MH pada Januari 2017."Mereka mengaku melakukan hal tersebut karena
suka sama suka dan tidak ada paksaan," ujar majelis hakim, sebagaimana
dilaporkan wartawan di Banda Aceh, Junaidi.Saat diturunkan dari mobil tahanan
untuk dibawa ke dalam sel Mahkamah Syar'iyah, MH dan MT selalu menutup muka
mereka dengan baju. Saat keduanya mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim,
muka mereka ditutup dengan kedua tangan.Putusan majelis hakim Mahkamah
Syar'iyah Kota Banda Aceh lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam persidangan pertama, JPU menuntut keduanya dijatuhi hukuman cambuk
sebanyak 80 kali.Hak atas fotoJUNHAImage captionKasus hukuman cambuk terhadap
pasangan homoseksual merupakan yang pertama terjadi di Aceh.Keduanya dijerat
dengan Pasal 63 ayat 1 Qanun Nomor 7 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang
menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan liwat diancam dengan
hukuman paling banyak 100 kali cambuk atau denda paling banyak 1.000 gram emas
murni atau penjara paling lama 100 bulan.Keluarga MH mengaku, selama ini MH
merupakan anak yang baik dan orang tua mereka tidak mengetahui bahwa anaknya
berhubungan sesama jenis. MH juga taat beribadah dan tidak pernah membantah
orang tuanya."Orang tua MH hanya petani, dan mengaku siap menerima putusan
majelis hakim. Setelah hukuman selesai, MH akan dititipkan ke pesantren untuk
dibina dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama," sebut salah seorang
anggota keluarga MH.Hak atas fotoAFPImage captionHukuman cambuk diatur dalam
perda syariat Aceh atau lazim disebut Qanun Jinayat.
'Hukuman itu kemunduran'
Menanggapi hukuman cambuk terhadap MH dan HT, Dede Oetomo selaku pendiri
lembaga Gaya Nusantara yang mengadvokasi hak-hak LGBT, mengatakan putusan hakim
adalah sebuah kemunduran."Orang dewasa yang berhubungan seks atas dasar suka
sama suka lalu dihukum, itu kan namanya kriminalisasi. Itu jelas merupakan
sebuah kemunduran," kata Dede.Mengutip pernyataan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Dede
mengatakan hukuman tersebut adalah pelanggaran hak asasi manusia. "Agama,
tradisi, dan agama tidak bisa menjadi alat pelanggaran HAM. Saya kasihan dengan
kedua orang itu," tambah Dede.Pada 2013, Ban Ki-moon mengecam diskriminasi
terhadap kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menurutnya,
"negara memiliki tugas hukum untuk melindungi semua pihak."Kasus hukuman cambuk
terhadap pasangan homoseksual merupakan yang pertama terjadi di Aceh.
Sebelumnya pernah ada yang tertangkap, namun tidak sampai ke persidangan karena
Qanun Syariat Islam di Aceh belum mengatur tentang hubungan sesama jenis.
#yiv4082845663 #yiv4082845663 -- #yiv4082845663ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-mkp #yiv4082845663hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-mkp #yiv4082845663ads
{margin-bottom:10px;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-mkp .yiv4082845663ad
{padding:0 0;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-mkp .yiv4082845663ad p
{margin:0;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-mkp .yiv4082845663ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-sponsor
#yiv4082845663ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-sponsor #yiv4082845663ygrp-lc #yiv4082845663hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-sponsor #yiv4082845663ygrp-lc .yiv4082845663ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4082845663 #yiv4082845663actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4082845663
#yiv4082845663activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4082845663
#yiv4082845663activity span {font-weight:700;}#yiv4082845663
#yiv4082845663activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv4082845663 #yiv4082845663activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4082845663 #yiv4082845663activity span
span {color:#ff7900;}#yiv4082845663 #yiv4082845663activity span
.yiv4082845663underline {text-decoration:underline;}#yiv4082845663
.yiv4082845663attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv4082845663 .yiv4082845663attach div a
{text-decoration:none;}#yiv4082845663 .yiv4082845663attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4082845663 .yiv4082845663attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4082845663 .yiv4082845663attach label a
{text-decoration:none;}#yiv4082845663 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv4082845663 .yiv4082845663bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4082845663
.yiv4082845663bold a {text-decoration:none;}#yiv4082845663 dd.yiv4082845663last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4082845663 dd.yiv4082845663last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4082845663
dd.yiv4082845663last p span.yiv4082845663yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv4082845663 div.yiv4082845663attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv4082845663 div.yiv4082845663attach-table
{width:400px;}#yiv4082845663 div.yiv4082845663file-title a, #yiv4082845663
div.yiv4082845663file-title a:active, #yiv4082845663
div.yiv4082845663file-title a:hover, #yiv4082845663 div.yiv4082845663file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4082845663 div.yiv4082845663photo-title a,
#yiv4082845663 div.yiv4082845663photo-title a:active, #yiv4082845663
div.yiv4082845663photo-title a:hover, #yiv4082845663
div.yiv4082845663photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4082845663
div#yiv4082845663ygrp-mlmsg #yiv4082845663ygrp-msg p a
span.yiv4082845663yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4082845663
.yiv4082845663green {color:#628c2a;}#yiv4082845663 .yiv4082845663MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv4082845663 o {font-size:0;}#yiv4082845663
#yiv4082845663photos div {float:left;width:72px;}#yiv4082845663
#yiv4082845663photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4082845663
#yiv4082845663photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4082845663
#yiv4082845663reco-category {font-size:77%;}#yiv4082845663
#yiv4082845663reco-desc {font-size:77%;}#yiv4082845663 .yiv4082845663replbq
{margin:4px;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-mlmsg select, #yiv4082845663 input, #yiv4082845663 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-mlmsg pre, #yiv4082845663 code {font:115%
monospace;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-mlmsg #yiv4082845663logo
{padding-bottom:10px;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-msg
p#yiv4082845663attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-reco #yiv4082845663reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-sponsor
#yiv4082845663ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-sponsor #yiv4082845663ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-sponsor #yiv4082845663ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv4082845663 #yiv4082845663ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4082845663
#yiv4082845663ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv4082845663