http://megapolitan.kompas.com/read/2017/05/18/07080271/ahok.yang.tak.ketingggalan.info.permasalahan.jakarta.meski.ditahan
 
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/05/18/07080271/ahok.yang.tak.ketingggalan.info.permasalahan.jakarta.meski.ditahan.

 Ahok yang Tak Ketingggalan Info Permasalahan Jakarta meski Ditahan...

 
 JESSI CARINA
 Kompas.com - 18/05/2017, 07:08 WIB

 
   
   



 
 Terdakwa kasus dugaan penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 
mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di 
Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Majelis 
hakim menjatuhkan hukuman pidana 2 tahun penjara. Basuki Tjahaja Purnama dan 
kuasa hukumnya menyatakan banding. POOL/KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO 
PURNOMO(KRISTIANTO PURNOMO)



 

 JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama 
atau Ahok, masih mendapatkan informasi mengenai permasalahan di Jakarta, 
meskipun ia ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
 Informasi itu dia dapatkan dari Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot 
Saiful Hidayat. Pada Selasa (16/5/2017), Djarot menjenguk Ahok di Mako Brimob.
 Keesokan harinya, Djarot menceritakan apa saja yang dia sampaikan ke Ahok 
kepada wartawan.
 Djarot melaporkan beberapa kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada 
Ahok dan menampung usulan-usulannya.
 Salah satu yang dilaporkan Djarot adalah rencana konser pada Hari Kebangkitan 
Nasional yang diberi tema "Indonesia Bangkit".
 "Waktu rapim (rapat pimpinan) pertama kan waktu itu mau dipilih di Kalijodo, 
tetapi setelah berbagai macam pertimbangan, maka lokasi di Kalijodo kita pindah 
ke Waduk Pluit," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka 
Selatan, Rabu (17/5/2017).
 (Baca juga: Djarot: Kata Pak Ahok, "Saya Percaya Mas Djarot, Selamat Bekerja" 
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2017/05/17/12061461/djarot.kata.pak.ahok.saya.percaya.mas.djarot.selamat.bekerja.)
 Djarot menjelaskan kepada Ahok alasan pindahnya lokasi konser tersebut. Djarot 
mengatakan, rumput di Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah 
Anak (RPTRA) Kalijodo baru saja ditanam sehingga Pemprov DKI tidak ingin rumput 
tersebut rusak setelah konser.
 "Kemudian tempat parkirnya tidak begitu memadai, menyebabkan kemacetan 
sehingga saya laporkan kepada Pak Ahok konser kebangkitan nasional dan 
pencanangan HUT DKI dilakukan di Waduk Pluit," ujar Djarot.
 Ia juga mengatakan, rangkaian acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan 
pencanangan HUT DKI Jakarta akan diisi dengan pengajian. Kegiatan pengajian itu 
akan dilakukan di Makam Mbah Priok, Jakarta Utara.
 "Karena Pak Ahok kemarin juga pesan untuk tetap melanjutkan pembangunan cagar 
budaya di Makam Mbah Priok," ujar Djarot.
 Ahok berikan usul
 Selain itu, Ahok bisa memberikan usulan kepadan Djarot. Pada pertemuan 
keduanya itu, Ahok memberi usul soal pengelola RPTRA. Ahok ingin pengelola 
RPTRA diberi seragam dan dinamakan "pasukan pink".
 "Beliau juga usul untuk pengelola RPTRA dikasih seragam, karena berhubungan 
dengan ibu dan anak, ini dikasih seragam pasukan pink," ujar Djarot.
 Ia mengatakan, "pasukan pink" akan melengkapi pasukan warna yang dimiliki oleh 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 (Baca juga: Kata Djarot, Ahok Beri Nama "Pasukan Pink" untuk Pengelola RPTRA  
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2017/05/17/10324541/kata.djarot.ahok.beri.nama.pasukan.pink.untuk.pengelola.rptra.)
 Adapun Pemprov DKI juga memiliki pasukan warna lain, seperti pasukan oranye, 
pasukan biru, dan pasukan ungu.
 "Sehingga pasukan pelangi kita ditambah dengan pasukan pink yaitu bagi mereka 
yang bertanggung jawab untuk mengelola RPTRA," ujar Djarot.
 
 Selain soal konser dan pengelola RPTRA, keduanya membicarakan keberlangsungan 
program bedah rumah.
 

 Ahok meminta agar program tersebut dilanjutkan. Proses sertifikasi untuk 
pekerja harian lepas (PHL) juga harus dilanjutkan.
 Pindah rumah
 Selain berbicara soal Jakarta, Ahok dan Djarot berbicara hal-hal pribadi. 
Djarot mengatakan, Ahok meminta dia untuk pindah ke Rumah Dinas Gubernur di 
Taman Suropati.
 Selama menjabat sebagai gubernur, Ahok tidak pernah tinggal di rumah dinas 
tersebut. Ahok tetap tinggal di rumahnya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.
 Sementara itu, Djarot tinggal di Rumah Dinas Wakil Gubernur di Jalan Besakih, 
Kuningan. "Permintaan pribadi kepada saya 'Mas Djarot, saya minta segera pindah 
untuk menempati Taman Suropati'," ujar Djarot.
 (Baca juga: Atas Permintaan Ahok, Djarot Pindah ke Rumah Dinas Gubernur  
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2017/05/17/09320341/atas.permintaan.ahok.djarot.pindah.ke.rumah.dinas.gubernur.)
 Ia mengaku diminta pindah ke rumah dinas tersebut agar pekerjaannya lebih 
maksimal. Sebab, rumah dinas di Taman Suropati itu lebih dekat dengan Balai 
Kota DKI daripada rumah yang ditempati Djarot sebelumnya.
 "Sehingga tadi malam saya sudah pindah ke Taman Suropati, menindaklanjuti 
permintaan beliau," ujar dia. Djarot juga sempat menggelar pengajian sebelum 
menempati rumah itu.
 Rutin melapor
 Djarot mengatakan, ia akan terus melaporkan kebijakan serta kegiatan Pemprov 
DKI Jakarta kepada Ahok.
 "Ini rutin, kalau ada yang penting selalu kami sampaikan. Karena ingatloh, 
pada saat saya menerima tugas dari Kemendagri, saya harus tetap berkoordinasi 
dan berkomunikasi dengan Pak Ahok," ujar Djarot.
 Terutama, kata Djarot, terkait keputusan-keputusan yang penting seperti 
keputusan atau kebijakan yang dibuat usai rapat pimpinan.
 (Baca juga: Djarot Akan Rutin Lapor ke Ahok soal Kebijakan Pemprov DKI  
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2017/05/17/12212211/djarot.akan.rutin.lapor.ke.ahok.soal.kebijakan.pemprov.dki.)
 Sementara itu, untuk hal-hal kecil bersifat rutin, Djarot mengatakan, itu 
tidak perlu dilaporkan.
 Djarot juga mengatakan bahwa Ahok percaya sepenuhnya kepada dia untuk memimpin 
Jakarta di sisa masa jabatan ini.
 "Beliau menyampaikan kepada saya 'Sudah saya percaya sama Mas Djarot-lah, 
selamat bekerja'," ujar Djarot.
 
 Sejak Selasa (16/5) malam tadi, Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful 
Hidayat, mulai menempati rumah dinas gubernur.(Kompas TV)

 

Kirim email ke