REFLEKSI :  Sejak semula dimulainya pemerintahan Jokowi saya sudah menagnjurkan 
hal-hal antara lain  seperti brikut.Kita harus memilih Urgensi bukan gengsi, 
artinya bukan memilih High-technologi, yaitu glamor-glamor teknologi; tapi 
memilih  Urgensi yaitu membangun Kecerdasan kehidupan bangsa , yang berarti 
menaikkan derajat kehidupannya sebagai bagian dari SDM, meningkatkan kemampuan 
pikiran dan kemampuan budaya, menghapus sikap-sikap inlander, yang penuh dengan 
 minderwaardigheidscomplex. Jadi bukan tehnologinnya yang pertama harus kita 
bangun tapi Rakyat-lah yang harus kita bangun, berarti manusianya yang harus 
kita bangun. 

 

Tapi sanyangnya rezim Jokowi tidak memilih itu, yang dipilih adalah Gengsi. 
Jadi tidak heran jika bangsa Indonesia ketinggalan Zaman, karena Rezim Jokowi 
sejak semula sangat getol mengejar gengsi. Ini tercermin dari kebijakannya yang 
menggantungkan dirinya pada Utang  dari negara-negara lain dalam konteks 
pembangunan High-technologi, seperti kereta cepat, pabrik-pabik, gedung-gedung 
tinggi pencakar lannghit dll. Bukannya meningkatkan SDM, meningkatkan kemampuan 
pikiran dan kemampuan budaya bangsa Indonesia, agar supaya bisa meraih 
posisinya sperti negara-negara maju yang ada sekarang ini. 

 

Harus diketahui bahwa adanya negara-negara maju yang ada sekarang ini diawali 
dengan reformasi sosial yang fundamental atau mendasar dalam berbagai aspek. 
Reformasi sosial yang mendasar telah mendahului perkembangan ekonomi diseluruh 
negara-negara maju yang ada sekarang ini. Tidak ada satupun dari negara maju 
yang ada sekarang ini, mulai dari kawasam Amerika Utara, Eropa Barat, dan Timur 
jauh yang berhasil meraih posisinya seperti sekarang ini, tanpa melalui  proses 
perombakan tatanan sosial-ekonomi didalam negeri. Adapun tatanan sosoal-ekonomi 
 yang secara mendasar dirombak itu adalah struktur sosial yang pincang yang 
merefleksikan dirinya dalam dialektik hubungan ekonomi yang eksploitatif, yang 
menghasilkan apa yang disebut``renten ekonomi`` ditangan sekelompok anggota 
masyarakat, yang di era rezim Jokowi adalah kelompok Oligarki ekonomi.

Dampaknya adalah gencarnya apa yang diutarakan strategi Mega-Infrastruktur yang 
bersandar pada utang luar negeri,kemungkinan besar, tidak akan mencapai 
sasarannya dalam kaitannya dengan pemerataan pembangunan, selama basis sosial 
masih didominasi oleh elemen-elemen yang memblokir proses emansipasi sosial 
yang luas. Karena struktur atas yaitu pelaku ekonomi yang melakukan 
kegiatan-kegiatan pencarian dan penumpukan rente ekonomi, akan berdampah 
sistemik terhadap pembangunan ekonomi.

 

Mengapa Indonesia terlihat ketinggalan Zamam dalam IPTEK?

 

Sampai sekarang saya belum yakin bahwa strategi industrialisasi yang dibangun 
oleh rezim Jokowi yang berdasarkan pada utang luarnegeri dapat membawa 
Indonesia kearah pembangunan ekonomi yang adil untuk  seluruh rakyat Indonesia. 
Juga sampai sekarang saya belum yakin bahwa akumulasi humam capital yang 
bermutu yang juga melandasi strtegi industrialisasi ini dapat meluas secara 
effektif sehingga dapat menimbulkan spil-overs dalam ekonomi. Pesimisme ini 
didasarkan atas kenyataan bahwa hingga kini selama 2 tahu lebih Jokowi meminpin 
negeri ini, Indonesia belum menjalankan  TRISAKTI BUNG KARNO, sebagai sarana 
untuk melaksanakan  reformasi sosial yang mendasar, seperti yang sudah 
diutarakan diatas, sebagai sarana yang mutlak bagi emansipasi yang massif. 

 

Unit-unit ekonomi yang melakukan kegiatan-kegiatan pencarian, dan penumpukan 
renten ekonomi, yang intensitas cengkeramannya cukup tinggi dalam realitas 
masyarakat kita, tidak akan dapat dirangsang untuk melakukan akkumulasi human 
capital yang bermutu. Oleh karena keberhasilan unit-unit ekonomi baik yang 
domestik maupun  asing, hampir sepenuhnya ditentukan oleh pemanfaattan socially 
unproductive human capital dengan bayaran rendah .

 

Jadi Pak Jokowi jangan mengeluh jika negara lain berbicara Ruang Angkasa, dan 
kita sudah ketinggalan jaman, karena Indonesia yang Merdeka sejak jamannya Orde 
sampai saat ini telah mejadi Negara Jajahan Model Baru, Penjajahnya adalah kaum 
kapitalis Neoliberal yang sudah menggelobal dibawah pimpimpinan Imperialisme 
Amerika Serikat. Dampaknya adalah Indonesia terus menjadi pemasok surplus 
ekonomi yang setia pada pihak asing sehingga kemajuan IPTEK terhambat.

 

Roeslan

 

 

 

Von: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Gesendet: Donnerstag, 18. Mai 2017 10:59
An: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Betreff: [temu_eropa] Jokowi 'Gregetan', Negara Lain Bicara Ruang Angkasa, Kita 
Berkutat Demo, Fitnah, Hujat

 

  

 

 

 

http://nasional.kompas.com/read/2017/05/18/14184671/jokowi.gregetan.negara.lain.bicara.ruang.

angkasa.kita.berkutat.demo.fitnah.hujat


Jokowi 'Gregetan', Negara Lain Bicara Ruang 


Angkasa, Kita Berkutat Demo, Fitnah, Hujat


Fabian Januarius Kuwado

Kompas.com - 18/05/2017, 14:18 WIB

cid:[email protected]

Presiden Joko Widodo saat berpidato di acara pembukaan Rapat Koordinasi 
Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kamis 
(18/5/2017).(Fabian Januarius Kuwado)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo 'gregetan' terhadap hal-hal yang 
tidak produktif.

Ia menyerukan peningkatan disiplin dan etos kerja, baik di birokrasi 
pemerintahan atau masyarakat.

Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 
2017 di Istana Negara, Kamis (18/5/017) siang, Jokowi mengatakan, dunia berubah 
sedemikian cepatnya akibat teknologi.

"Baru kita belajar internet, sudah ganti ke mobile internet. Mobile internet 
kita baru 'apa sih ini?' ganti lagi artificial intelegence," ujar Jokowi.

"Kita belum rampung belajar satu, sudah berubah ke yang lain. Inilah yang 
sering saya katakan, perubahan sangat cepat sekali karena teknologi," lanjut 
dia.

 

(baca: Jokowi: Kalau PKI Nongol, Gebuk Saja 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/16433321/jokowi.kalau.pki.nongol.gebuk.saja>
 )

Jokowi kemudian mencontohkan lagi tokoh Elon Musk yang sudah mengembangkan 
mobil masa depan, teknologi hyperloop serta pemanfaatan ruang angkasa bagi 
manusia.

"Bagaimana dia sudah mengelola ruang angkasa agar berguna bagi manusia. Kita 
masih berkutat pada hal-hal yang tidak produktif. Urusan demo, urusan fitnah, 
urusan hujat menghujat yang tidak produktif," ujar Jokowi.

"Kita selalu mengembangkan negative thinking kita kepada yang lain, selalu 
su'udzon kepada yang lain. Fitnah, kabar bohong. Apakah ini mau 
diterus-teruskan?" lanjut dia.\

(baca: Jokowi Sebut Dua Kepentingan Panaskan Situasi Menuju Pemilu 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/17463571/jokowi.sebut.dua.kepentingan.panaskan.situasi.menuju.pemilu.2019>
  2019)

Presiden juga menyinggung mengenai kinerja kementeriannya yang mengurus nelayan 
dan petani.

"Nelayan, misalnya, bagaimana kita membawa mereka ke off shore. Aqua culture, 
misalnya. Petani juga kita bawa ke modern. Kita hanya terus menerus, masalah 
irigasi masih enggak rampung-rampung. Masalah benih enggak rampung-rampung. 
Nelayan masalah cantrang enggak rampung-rampung. Kita mau ke mana?" ujar Jokowi.

Jokowi menyerukan kebangkitan disiplin nasional serta etos kerja, baik di 
birokrasi pemerintah atau masyarakat.

"Inilah yang harus kita bangkitkan. Disiplin nasional. Etos kerja. Harus kita 
ubah. Mindset kita juga harus kita ubah. Enggak bisa kita seperti yang 
kemarin-kemarin. Saya sudah gregeten betul dengan masalah-masalah yang tidak 
produktif itu," ujar Jokowi.

PenulisFabian Januarius Kuwado

EditorSandro Gatra

Berita Terkait 

Jokowi, 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/20045631/jokowi.dongeng.dan.masa.depan.anak-anak.>
  Dongeng dan Masa Depan Anak-anak...

Jokowi 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/19091701/jokowi.tepati.janji.setiap.tanggal.17.gratis.kirim.buku.di.kantor.pos>
  Tepati Janji, Setiap Tanggal 17 Gratis Kirim Buku di Kantor Pos

Video 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/18122101/video.saat.jokowi.mendongeng.lutung.kasarung.>
  Saat Jokowi Mendongeng "Lutung Kasarung"...

Jokowi: 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/18044751/jokowi.perppu.no.1.2017.agar.indonesia.tak.masuk.negara.ecek-ecek>
  Perppu No 1/2017 agar Indonesia Tak Masuk Negara Ecek-ecek

Mendikbud: 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/05/17/18500031/mendikbud.pak.jokowi.tidak.kalah.dengan.pendongeng.profesional>
  Pak Jokowi Tidak Kalah dengan Pendongeng Profesional












Kirim email ke