Sebutkan saja usaha mana yang bagus. Rapopo.

Masalahnya kan, sebagai presiden harusnya Jokowi pegang 
kendali penuh, minimal atas organisasi pemerintahannya. 
Faktanya, nggak ada yang menggubris perintahnya untuk 
turunkan harga. Itu masalah terbesarnya, Jokowi tidak punya 
SDM tingkat nasional untuk membantunya di istana. Sekalipun 
dia tarik mantan Dandim Solo + mantan Kapolres Solo 
menjadi ajudan presiden, lalu mantan Kapoltabes Solo diangkat 
menjadi Kabaintelkam serta mantan Danlanud Solo dijadikanSekmil (sekarang malah 
KSAU), toh "jaringan Solo" ini 
tidak membuat organisasi pemerintahannya solid (apalagi 
ada persoalan antara mendagrinya dan sang ajudan dari AD 
saat menjabat Dandim Solo). Bisa jadi karena merasa 
dikelilingi hulubalang sejaringan, Jokowi jadi berani bicara 
gebuk-gebukan.
Tentu saja, usaha Jokowi selalu terlihat bagus di medsos.

--- dimaswur77@... wrote:
usaha jkw bagus, dan patut dihargai. Hanya saja bila ketemu ex
pendukubg dia jadi presiden, bagaimana sikap jkw ? masih tanda tanya
besar
On 5/19/17, ajeg wrote:
> Puasa tahun lalu Jokowi minta harga kebutuhan diturunkan,
> termasuk harga daging sapi yang 100 ribuan per kilo diminta
> turun ke 80 ribu/kg. Nggak ada yang gubris. Akhirnya
> Jokowi menyuruh Rakyat makan daging kebo, impor pula.
> impor daging
> Nggak ketinggalan bahan-bahan lain seperti bawang putih.
> Impor, dan harga-harga tetap naik (belum lagi tarif listrik dll).
> Keseriusan Jokowi "bekerja untuk Rakyat" itu cuma ada
> di medsos.
>
> --- ayubyahya@... wrote:
> gw msh inget banget Soeharto ngucapin "akan menggebuk" buat mereka2 yg tidak> 
> setuju dengan cara pemerintahannya.. kata2 itu diucapkan Soeharto di pesawat
> kepresidenan saat Soeharto flight dr eropa
> faktanya, Soeharto cuma omdo.. terbukti nyerah ngadepin protes, demo adik2
> mahasiswa
> Apa yg dilakukan Jokowi dgn memakai cara-cara Soeharto itu ditujukan ke
> perilaku mafia danpelaku kartel pangan yg selama ini menguasai pasar
> pangan.
> jadi, Jkw dgn terang-terangan memakai cara-cara Soeharto (positive thinking)
> itu suatu buktibahwa gak gampang memberantas mafia dan juga bukti
> keseriusannya bekerja untuk rakyat.
> Mudah2an diberikan jalan untuk berhasil memberikan manfaat bagi kita semua.
> Kalo diperhatikan, Jkw memakai cara-cara Soeharto, caranya : mendorong
> menteri2nya utk proaktif membangun perangkat utk mengontrol perilaku mafia 
> n pelaku kartel sembako
> > berita yg msh anget ...
> Gebrakan kemendag dalam menangani kartel komoditas pangan perlu di
> apresiasi.
> Pembiaran kegiatan permainan harga bahan pokok merupakan pengkhianatan pada
> masyarakat pengguna maupun petani.Dengan kontrol kemendag pada harga, impor,
> ketersediaan bahan pangan yang dilakukan pemain penyedia bahan pangan
> termasuk yang berapa yg disimpan di gudang, diharapkan dengan cepat
> dapat mendeteksi ketidak sehatan dan ketidak lancaran distribusi pangan.
>
> Tindakan tegas pada pemain yg curang juga merupakan bagian penting dalam
> menjaga ketahanan pangan.
>
> Ini adalah perang terhadap kartel dan mafia pangan.
>
> Good Luck Jkw ...>> --- ajegilelu@... wrote :
> Jadi, Jokowi semakin terang-terangan memakai cara-cara Soeharto.
> Seperti kita tahu, pada awal '80an sebanyak 50 tokoh nasional (sipil
> & militer) menandatangani petisi keprihatinan sebagai reaksi atas
> pernyataan Soeharto yang akan 'menggebuk' lawan-lawan politiknya
> dengan tuduhan anti Pancasila & UUD'45.
> Ah, seandainya saja Ali Sadikin, Nasution, Hoegeng, dan para tokoh
> yang tergabung dalam Petisi 50 mendengar pernyataan Jokowi yang
> mirip Soeharto ini...
> -
>
>

Kirim email ke