Kamis, 25 Mei 2017 | 20:19 Ketua LDNU: Selamatkan Anak Indonesia dari Paham Terorisme
| | | | | | | | | | | Ketua LDNU: Selamatkan Anak Indonesia dari Paham Terorisme Aksi teroris akan memberikan efek traumatik yang buruk bagi anak-anak. | | | | Petugas Kepolisian dari Inafis Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara setelah terjadi ledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis 25 Mei 2017 dini hari. (SP/Joanito De Saojoao) Jakarta - Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanulhaq mendorong Negara dan seluruh elemen bangsa agar serius dan bahu-membahu menyelamatkan anak-anak Indonesia dari paham terorisme dan radikalisme. Hal ini disampaikan Maman untuk menyikapi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/05) malam."Teror bom telah merusak sendi-sendi kebangsaan serta mengotori mental anak-anak bangsa dengan budaya teror dan kekerasan," ujar Maman di hadapan ribuan jamaah Haflah "Aminatu Zahra" Heuleut Leuwimunding, Majalengka, Kamis (25/5).Maman juga meminta agar anak-anak diselamatkan dari ketakutan dan tindakan kekejian tanpa perikemanusiaan yang dipertontontan oleh teroris. Menurut dia, aksi teroris akan memberikan efek traumatik yang buruk bagi anak-anak."Aksi brutal teror akan tersimpan dalam benak anak-anak dan berefek buruk. Lebih parah lagi bisa menginspirasi mereka melakukan tindakan teror serupa," tandas Maman.Sehari sebelumnya, dalam forum berbeda, saat menjadi Nara Sumber dalam forum lembaga PBB UNODC dengan perwakilan beberapa negara yang membahas Isu Menangkal Paham Radikal di Dunia pada Senin (22/05) di Hotel Aryaduta, Tugu Tani Jakarta, Maman telah menegaskan pentingnya memproduksi konten narasi positif tentang kemanusiaan dan perdamaian untuk mengalahkan kuantitas dan kualitas narasi radikal ekstrimis yang sangat provokatif."Narasi Islam moderat dan damai harus lebih diperbanyak daripada narasi teroris dan radikalisme yang harus diakui lebih provokatif, heroik, menantang serta merangsang keingintahuan anak-anak muda," jelas dia.Maman pun mendukung berbagai langkah penanganan Terorisme oleh Kepolisian. Namun ia meminta penangkapan teroris tidak didramatisir di hadapan anak-anak."Tidak boleh ada tindakan kekerasan yang dipertontonkan di hadapan anak-anak," pungkas dia. Willy Masaharu/Yustinus Paat/YUDBeritaSatu.com
