https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/06/078881826/megawati-kecam-kelompok-radikal-
yang-ingin-menguasai-negara?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Megawati Kecam Kelompok Radikal
yang Ingin Menguasai Negara
Selasa, 06 Juni 2017 | 09:12 WIB
* share facebook <javascript:void(0)>
* share twitter <javascript:void(0)>
* share google+ <javascript:void(0)>
* share pinterest <javascript:void(0)>
Megawati Kecam Kelompok Radikal yang Ingin Menguasai Negara
Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati
Soekarnoputri berpidato saat menutup Kongres IV PDI Perjuangan, di Hotel
Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, 11 April 2015. Dalam pidatonya
Megawati meminta PDI-P agar menjadi pelopor partai politik dan menjadi
mesin utama yang menyerukan gerakan revolusi mental di seluruh
Nusantara. TEMPO/Imam Sukamto
*TEMPO.CO*, *Blitar *- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) Megawati
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/20/078877114/megawati-buka-rakernas-pdip-di-sanur-bali>
Sukarnoputri mengecam kelompok radikal yang ingin menguasai Republik
Indonesia. Didampingi Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar
Nahdlatul Ulama, Megawati meminta kader PDIP dan Nahdlatul Ulama (NU)
rela menyerahkan nyawa untuk membela negara.
Orasi yang dilakukan Megawati
<https://www.tempo.co/topik/tokoh/26/megawati-soekarno-putri-megawati-mega>Sukarnoputri
menjadi puncak acara peringatan Hari Lahir Pancasila di kompleks makam
Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar,
Senin, 5 Juni 2017. Orasi ini pun mengaduk emosi ribuan kader PDIP dan
NU yang hadir. Sesekali mereka tertawa dengan gurauan Megawati, sesekali
mereka meneriakkan yel-yel “merdeka” saat sang ketua umum mengibarkan
bendera merah putih.
*Baca juga: *
*Ribuan Kader PDIP Mengikuti Orasi Kebangsaan Megawati Malam Ini
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/05/078881498/ribuan-kader-pdip-mengikuti-orasi-kebangsaan-megawati-malam-ini>*
Tepat di depan makam Bung Karno yang diberi podium, Megawati
menyampaikan orasinya. Sementara di kanan-kirinya berjajar para
fungsionaris partai, seperti Hasto Kristanto dan Djarot Saiful Hidayat.
Di depannya ratusan kepala daerah, mulai gubernur hingga bupati, juga
wali kota yang diusung PDIP dari seluruh Indonesia berkerumun. Tampak
salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah, setelah sekian lama PDIP tanpa
henti meminta tanggal 1 Juni menjadi hari kelahiran Pancasila untuk
diperingati, akhirnya terlaksana,” kata Megawati membuka orasinya, Senin.
*Baca pula:*
*Megawati Pidato soal Pancasila di Forum Perdamaian di Korsel
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/02/078880729/megawati-pidato-soal-pancasila-di-forum-perdamaian-di-korsel>*
Putri Bung Karno ini melanjutkan, saat ini banyak orang yang melupakan
Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka
Tunggal Ika telah dilupakan sehingga negara mengalami keguncangan.
Dia mengingatkan, lamanya masa penjajahan terhadap rakyat Indonesia
hingga 350 tahun tak lepas dari upaya memecah belah masyarakat. Berulang
kali upaya perlawanan yang dilakukan pejuang di berbagai daerah selalu
kandas akibat tidak adanya persatuan.
*Silakan baca:*
*Megawati Ingatkan Pentingnya Makna Hari Lahir Pancasila
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/06/01/078880506/megawati-ingatkan-pentingnya-makna-hari-lahir-pancasila>*
Hingga suatu masa muncul deklarasi Sumpah Pemuda yang mempersatukan para
pemuda dari seluruh pelosok Tanah Air dan menjadi awal perjuangan baru
meraih kemerdekaan. “Hari-hari ini ada sebagian bangsa Indonesia yang
tak memperbesar cara berpikirnya, tapi justru mempersempit dan
seolah-olah memiliki Tanah Air ini sendiri,” kata Megawati.
Padahal di Timur Tengah sendiri, yang notabene seluruh penduduknya
beragama Islam, situasinya justru lebih buruk. Mereka saling serang dan
membunuh sesama umat Islam dan memberi gambaran buruk kehidupan yang
homogen.
Terhadap situasi tersebut, Megawati
<https://nasional.tempo.co/read/news/2017/04/27/078870171/menunggu-ketua-umum-pdip-megawati-bicara-pasca-ahok-djarot-kalah>
meminta semua kader PDI Perjuangan bersatu dan bahu-membahu
menyelamatkan negara. “Kalau kader NU siap menyerahkan nyawa membela
Tanah Air, apakah kader PDI Perjuangan juga sanggup?” tanya Megawati
yang disambut teriakan pendukungnya.
*HARI TRI WASONO*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*