https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/06/06/087881929/2018-pemerintah-bidik-pertumbuhan
ekonomi-6-1-persen?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_8
2018, Pemerintah Bidik Pertumbuhan
Ekonomi 6,1 Persen
Selasa, 06 Juni 2017 | 14:42 WIB
* share facebook <javascript:void(0)>
* share twitter <javascript:void(0)>
* share google+ <javascript:void(0)>
* share pinterest <javascript:void(0)>
2018, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,1 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pencapaian realisasi dan
evaluasi program pengampunan pajak periode pertama di Kementerian
Keuangan, Jakarta, 14 Oktober 2016. Periode I program pengampunan pajak
harta terdeklarasi mencapai Rp3.826,81 triliun. ANTARA/Puspa Perwitasari
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun
depan bisa mencapai 5,4-6,1 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati menyebut sasaran pertumbuhan ekonomi itu pun lebih tinggi
dibanding target tahun ini sebesar 5,1 persen.
Target itu, kata Sri Mulyani, mencerminkan kombinasi optimisme karena
ada potensi dan kehati-hatian. “Sebab, masih ada ketidakpastian global,"
ujarnya dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta,
Selasa, 6 Juni 2017.
Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi harus didorong lebih tinggi
untuk menggerakkan sektor riil, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan
kemakmuran rakyat, sehingga mempercepat pengurangan kemiskinan dan
kesenjangan. Agar dapat mencapai target tersebut, konsumsi rumah tangga
harus dijaga tumbuh 5,4 persen. Caranya bisa melalui peningkatan
kesempatan kerja, menjaga inflasi yang rendah, dan mendukung belanja sosial.
Sementara itu, Sri Mulyani menyebut target pertumbuhan investasi dipatok
hingga 8 persen. Hal ini bisa dilakukan dengan keberlanjutan belanja
infrastruktur pemerintah, serta peningkatan partisipasi BUMN dan swasta
dalam pembangunan infrastruktur. "Pemerintah terus mengoptimalkan
sumber-sumber pembiayaan investasi di luar APBN dan memperbaiki iklim
investasi dengan penyederhanaan regulasi," katanya.
Sri Mulyani berharap kenaikan peringkat lndonesia menjadi Investment
Grade oleh Standard & Poor's (S&P) dapat memperbaiki kepercayaan swasta
dan meningkatkan aliran modal masuk ke indonesia. "Dengan peningkatan
investasi, kapasitas produksi meningkat dan lapangan kerja baru dapat
diciptakan."
Selain itu, pemerintah akan mendorong ekspor produk-produk manufaktur
yang kompetitif, komoditas sumber daya alam yang bernilai tambah, serta
perluasan pasar seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi global.
Menurut Sri Mulyani, perbaikan produktivitas, baik dari sisi sistem
logistik, infrastruktur, regulasi yang sederhana maupun kualitas
manusia, akan menjadi fokus pemerintah.
*GHOIDA RAHMAH*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*