Kalau tidak salah ingat, saat Mega jadi Presiden TIDAK memperingati Hari 
Kesaktian Pancasila, sedang Jokowi tahun lalu ikut hadir dan masih saja dirinya 
dikaitkan dengan PKI! Barangkali saking dongkolnya, Jokowi sampai terakhir ini 
harus berulangkali menegaskan GEBUK PKI begitu muncul! 

Tanpa disadari bahwa dimulut TETAP memuja-muji Soekarno, kembali mengakui 1 
Juni 1945 hari Lahir PANCASILA, ... tapi sikap dan tindakannya justru menyalahi 
inti-sari ajaran Soekarno, NASAKOM! Hehehee, ...


From: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, June 8, 2017 3:02 AM
To: undisclosed-recipients:
Subject: [GELORA45] Megawati ungkapkan rasa syukur Hari Lahir Pancasila




Apakah Megawati juga merasa syukur dengan Hari Sakti Pancasila 1 Oktober yang 
diciptakan oleh rezim Soeharto?



http://www.antaranews.com/berita/633458/megawati-ungkapkan-rasa-syukur-hari-lahir-pancasila?utm_source=related_news&utm_medium=related&utm_campaign=news





Megawati ungkapkan rasa syukur Hari Lahir Pancasila
Selasa, 6 Juni 2017 05:46 WIB | 2.201 Views

Pewarta: Destyan Hendri Sujarwoko dan Asmaul Chusna



Mantan presiden sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri (tengah) 
menabur bunga di pusara makam Presiden Soekarno saat peringatan hari lahir 
(Harlah) Presiden Soekarno ke 116 di Kompleks Makam Soekarno di Blitar, Jawa 
Timur, Senin (5/6/2017) malam. Malam puncak peringatan harlah Soekarno serta 
peringatan harlah Pancasila yang diisi dengan salat tarawih bersama dan 
pembacaan tahlil tersebut, diikuti oleh sejumlah menteri, anggota DPR dan 
pengurus PDI-P se-Indonesia. (ANTARA/Irfan Anshori) 

Blitar (ANTARA News) - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan 
rasa syukurnya, karena pemerintah telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir 
Pancasila.

"Saya berulangkali ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pemerintah. Malam 
ini kita dapat bersama-sama, 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila, untuk diperingati, 
dirayakan dan sebagai hari libur, akhirnya yang selama ini kita perjuangkan 
alhamdulillah telah berhasil," kata Megawati saat pidato dalam acara peringatan 
Hari Lahir Pancasila di area makam Mantan Presiden Soekarno di Kelurahan 
Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jatim, Senin (5/6) malam.

Ia mengaku sangat bangga dengan kebijakan tersebut. Ia bahkan tidak segan 
mengingatkan tentang empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, 
dan Bhineka Tunggal Ika pada Presiden Joko Widodo. 

Menurut dia, sebuah bangsa seharusnya mempunyai dasar negara yang secara 
konstitusional harus diikuti sebagai peraturan bangsanya. 

"Maka pada prinsipnya jika salah satu itu goyang maka negara dan bangsa 
Indonesia ini ikut mengalami kegoncangan," paparnya. 

Ia mengingatkan pada seluruh kader agar semakin bersatu padu, mempererat 
persaudaraan, tidak mudah bercerai-berai demi memperjuangkan seluruh nasib 
bangsa. 

Dalam kesempatan tersebut, ia pun juga menegaskan agar kader juga menjaga 
hubungan baik dengan seluruh organisasi masyarakat, termasuk dengan Nahdlatul 
Ulama.

Di hadapan ribuan kadernya, Megawati menilai kader NU dan PDIP adalah pejuang. 
Ia bahkan kagum dengan tausiyah yang diberikannya yang mengingatkan tentang 
nasionalisme. 

Ia selalu ingat dengan almarhum KH Abdurrahman Wahid, dimana Gus Dur (sapaan 
akrab KH Abdurrahman Wahid) yang dalam bercanda pun tetap mengingatkan tentang 
perjuangan. 

Megawati menghadiri acara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni di Blitar. 
Kegiatan itu juga dikemas dengan buka bersama dengan seluruh kader partai. 

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pengurus PDIP dari pusat hingga daerah, 
anggota DPR dari fraksi PDIP pusat hingga daerah, sejumlah kepala daerah dari 
PDIP. 

Kepala daerah yang hadir misalnya Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful 
Hidayat, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar 
Anas, Wali Kota Batu terpilih Dewanti Rumpoko, dan sejumlah kepala daerah 
lainnya dari seluruh Indonesia. 

(T.KR-DHS//S027)

Editor: Ruslan Burhani






Kirim email ke