*Apakah Megawati juga merasa syukur dengan Hari Sakti Pancasila 1 Oktober
yang diciptakan oleh rezim Soeharto?*


http://www.antaranews.com/berita/633458/megawati-ungkapkan-rasa-syukur-hari-lahir-pancasila?utm_source=related_news&utm_medium=related&utm_campaign=news



*Megawati ungkapkan rasa syukur Hari Lahir Pancasila*

Selasa, 6 Juni 2017 05:46 WIB | 2.201 Views

Pewarta: Destyan Hendri Sujarwoko dan Asmaul Chusna

[image: Megawati ungkapkan rasa syukur Hari Lahir Pancasila]

Mantan presiden sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri (tengah)
menabur bunga di pusara makam Presiden Soekarno saat peringatan hari lahir
(Harlah) Presiden Soekarno ke 116 di Kompleks Makam Soekarno di Blitar,
Jawa Timur, Senin (5/6/2017) malam. Malam puncak peringatan harlah Soekarno
serta peringatan harlah Pancasila yang diisi dengan salat tarawih bersama
dan pembacaan tahlil tersebut, diikuti oleh sejumlah menteri, anggota DPR
dan pengurus PDI-P se-Indonesia. (ANTARA/Irfan Anshori)

Blitar (ANTARA News) - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri
mengungkapkan rasa syukurnya, karena pemerintah telah menetapkan 1 Juni
sebagai Hari Lahir Pancasila.

"Saya berulangkali ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pemerintah.
Malam ini kita dapat bersama-sama, 1 Juni Hari Lahirnya Pancasila, untuk
diperingati, dirayakan dan sebagai hari libur, akhirnya yang selama ini
kita perjuangkan alhamdulillah telah berhasil," kata Megawati saat pidato
dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila di area makam Mantan Presiden
Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jatim,
Senin (5/6) malam.

Ia mengaku sangat bangga dengan kebijakan tersebut. Ia bahkan tidak segan
mengingatkan tentang empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945,
NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika pada Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, sebuah bangsa seharusnya mempunyai dasar negara yang secara
konstitusional harus diikuti sebagai peraturan bangsanya.

"Maka pada prinsipnya jika salah satu itu goyang maka negara dan bangsa
Indonesia ini ikut mengalami kegoncangan," paparnya.

Ia mengingatkan pada seluruh kader agar semakin bersatu padu, mempererat
persaudaraan, tidak mudah bercerai-berai demi memperjuangkan seluruh nasib
bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun juga menegaskan agar kader juga menjaga
hubungan baik dengan seluruh organisasi masyarakat, termasuk dengan
Nahdlatul Ulama.

Di hadapan ribuan kadernya, Megawati menilai kader NU dan PDIP adalah
pejuang. Ia bahkan kagum dengan tausiyah yang diberikannya yang
mengingatkan tentang nasionalisme.

Ia selalu ingat dengan almarhum KH Abdurrahman Wahid, dimana Gus Dur
(sapaan akrab KH Abdurrahman Wahid) yang dalam bercanda pun tetap
mengingatkan tentang perjuangan.

Megawati menghadiri acara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni di
Blitar. Kegiatan itu juga dikemas dengan buka bersama dengan seluruh kader
partai.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pengurus PDIP dari pusat hingga
daerah, anggota DPR dari fraksi PDIP pusat hingga daerah, sejumlah kepala
daerah dari PDIP.

Kepala daerah yang hadir misalnya Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful
Hidayat, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Abdullah
Azwar Anas, Wali Kota Batu terpilih Dewanti Rumpoko, dan sejumlah kepala
daerah lainnya dari seluruh Indonesia.

(T.KR-DHS//S027)

Editor: Ruslan Burhani

Kirim email ke