Kemarin sore saya kepasar klandasan Balikpapan beli ikan 1 kg harganya 30.000, 
bawah putih  harga 5.000  sekitra 2 ons, cabe 5.000 sekitar 2 ons
Walaupun saya ini pegawai pegang komputer jangan  dikira saya tak pernah 
kepasar dan tak tahu harga kebutuhan harga pokok.
Terus terang saya tak pernah pilih pilih pekerjaan, kadang di kantor kalau 
pekerjaan lagi sepi ikut kelapangan semprot rumput, semprot parit, yapu dll.
Tak peduli orang bilang apa, karena saya orang desa sudah terbisa kerja beginian

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, June 07, 2017 5:01 PM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Wow, Harga Bawang Putih Tembus Rp 1 Juta





http://www.jawapos.com/read/2017/06/06/135396/wow-harga-bawang-putih-tembus-rp-1-juta



Wow, Harga Bawang Putih Tembus Rp 1 Juta

Selasa, 06 Jun 2017 10:18 | editor : Ilham Safutra

[Stok bawang putih dari Tiongkok tiba di gudang Perum Bulog Divre Sumsel Babel, 
Palembang.]<http://www.jawapos.com/uploads/news/2017/06/06/wow-harga-bawang-putih-tembus-rp-1-juta_m_135396.jpeg>

Stok bawang putih dari Tiongkok tiba di gudang Perum Bulog Divre Sumsel Babel, 
Palembang. (EVAN ZUMARLI/SUMATERA EKSPRES/JawaPos.com)

Berita Terkait

·         Bawang Putih Tembus Rp 1 Juta, DPR Minta Satgas Pangan Gelar 
Operasi<http://www.jawapos.com/read/2017/06/06/135459/bawang-putih-tembus-rp-1-juta-dpr-minta-satgas-pangan-gelar-operasi>

·         Bawang Mahal di Bulan Ramadan, Polisi Endus Adanya Permainan 
Spekulan<http://www.jawapos.com/read/2017/06/06/135373/bawang-mahal-di-bulan-ramadan-polisi-endus-adanya-permainan-spekulan>

JawaPos.com - Kendati pemerintah mengklaim harga kebutuhan pokok di bulan 
Ramadan dan menjelang Idul Fitri relatif stabil, namun masih ada di sejumlah 
daerah harga kebutuhan pangan yang menggila.

Seperti harga bawang putih di Pasar Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur 
(NTT) kini menembus Rp 1 juta untuk satu karung berisikan 19 kg. Selain itu 
kini kondisinya stok bawang putih di kawasan semakin menipis.

Beberapa pedagang yang ditemui Timor Express (Jawa Pos Group) mengaku sudah 
kehabisan stok bawang putih tiga hari belakangan. "Kita biasa beli di Oeba, 
tapi sekarang kosong. Tidak ada yang jual," kata salah satu pedagang di Pasar 
Oesapa, Kota Kupang, Marselina Henukh, Senin (5/6).

Marselina mengatakan, harga bawang putih sebelumnya hanya Rp 40 ribu per kg. 
Namun menjelang bulan puasa, harga bawang putih terus melonjak. Sebelum 
kehabisan stok, Marselina mengaku membeli bawang puttih seharga Rp 800 ribu per 
karung, lalu dijual seharga Rp 65 ribu per kg.

"Sekarang sudah naik lagi, tetapi stok tidak ada. Kecuali bawang merah yang 
turun harga dari Rp 40 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram," terang dia.

Dari puluhan pedagang di pasar tersebut, tidak lebih dari 10 pedagang yang 
memiliki stok bawang putih. Kondisi stok mereka juga sudah menipis.

Son Elly, salah seorang bawang mengaku hanya memiliki beberapa kg bawang putih. 
Dikatakannya, setelah mengetahui stok bawang putih habis di Pasar Oeba, dirinya 
mencari ke Pasar Kasih Naikoten. Namun setelah berkeliling ke sejumlah pemasok, 
dia hanya mendapat 14 kilogram dengan harga yang sangat tinggi.

"Kemarin dulu, saya dapat di Pasar Inpres (Pasar Kasih) tetapi sudah naik jadi 
Rp 80 ribu per kilo. Sekarang sudah naik lagi, karena satu karung itu sudah Rp 
1 juta lebih," terang Son.

Dengan kondisi saat ini, Son mengaku mulai kesulitan mencari stok. Dia berharap 
dalam waktu dekat stok bawang bisa tersedia, apalagi kebutuhan saat ini sangat 
tinggi mengingat umat Muslim sedang berpuasa.

Dia kembali mencontohkan, bawang putih yang sebelumnya dijual tiga siung 
seharga Rp 5.000, saat ini sudah naik 100 persen menjadi Rp 10.000 per tiga 
siung. "Kita tidak tahu kapan ada stok. Tetapi ini karena kita ambil dari luar 
NTT, seperti Surabaya dan Makassar. Beda dengan bawang merah yang melimpah di 
NTT," tutup dia.

General Manager (GM) PT Pelindo III Cabang Tenau Kupang, Boy Roebyanto yang 
dikonfirmasi terkait proses bongkar muat di Pelabuhan Tenau mengaku tidak 
melihat adanya muatan bawang putih yang diangkut melalui pelabuhan tersebut. 
"Kalau bawang putih tidak ada. Sekarang baru telur dan sembako lain seperti 
beras, gula dan lainnya," kata Boy. (cel/iil/JPG)

Kirim email ke