Alumni 212 Keluarkan 8 Butir Peringatan Di Sertai Ancaman Penggulingan Presiden 
Jika Presiden Tidak Mencabut Semua Kasus Rizieq 
http://newsmediapopuler.blogspot.nl/2017/06/alumni-212-keluarkan-8-butir-peringatan.html

Presidium alumni 212 akan meminta Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, pulang 
ke Indonesia.

Mereka juga akan mengadakan aksi penyambutan kepulangan tersebut di Bandara 
Soekarno-Hatta.

Aksi itu dilakukan setelah polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka atas 
kasus baladacintarizeq.

"Insyaallah kami akan membuat dua gerakan besar untuk menyambut (Rizieq) itu," 
kata Ansufri Idrus Sambo, Ketua Presedium Alumni 212, di Masjid Baiturrahman, 
Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Rabu (31/5/7).

Dua gerakan yang dimaksud Sambo adalah mengadakan konsolidasi umat dan Tabligh 
Akbar yang dilakukan dalam dua waktu dan tempat berbeda.

Tabligh akbar pertama akan digelar pada Jumat (2/6/17) di Masjid Sunda Kelapa, 
Jakarta Pusat.

Kegiatan itu digelar setelah aksi longmarch dari Masjid Sunda Kelapa ke Komnas 
HAM meminta mempercepat penyelesaian rekomendasi pelanggaran HAM yang dilakukan 
pemerintahan Jokowi terhadap ulama dan aktivis Islam.

Kemudian, Sambo mengatakan, tabligh akbar kedua akan diselenggarakan pada Jumat 
(9/6/17) di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Ia mengungkapkan dalam dua kegiatan tersebut mereka juga akan melakukan 
pembahasan rencana persiapan kepulangan Rizieq ke Indonesia.

"(Jadi) Bukan Habib Rizieq yang akan pulang, tapi kami yang meminta," tegas dia.

Sambo mengatakan pihaknya berencana mengerahkan satu juta orang dalam 
penjemputan itu. Ia menjamin aksi-aksi itu akan dilakukan secara damai.Ia 
melanjutkan, selain itu mereka juga akan
.
mengadakan aksi layaknya aksi 212 dengan tema aksi bela ulama yang melibatkan 
ribuan massa. 

Akan tetapi ada perbedaan dengan aksi 212 pada aksi yang direncanakan akan 
digelar setelah Ramadhan itu.

"Bukan seperti 212 yang terpusat di Jakarta, tetapi akan dilakukan di seluruh 
daerah untuk menuntut Jokowi mundur secara konstitusional," ungkap Sambo.

Aksi bela ulama itu merupakan bentuk kekecewaan mereka kepada pemerintah atas 
perlakuan kepada ulama dan aktivis Islam.

Sambo menegaskan aksi tersebut bukan merupakan bentuk upaya makar sebab 
dilakukan secara damai dan mengikuti aturan yang berlaku, layaknya aksi pada 
tahun 1998 untuk menurunkan Soeharto.

Oleh karena itu hari ini mereka kembali menyuarakan surat terbuka yang 
ditujukan kepada Jokowi. Adapun delapan poin inti dari surat terbuka itu yakni:

1. Mendesak tim investigasi Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasinya 
terkait pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi atas 
tindakan kriminalisasi terhadap ulama.

2. Membawa hasil rekomendasi Komnas HAM ke DPR dan mendesak DPR untuk menggelar 
sidang istimewa menurunkan Jokowi dari jabatan Presiden.

3. Membawa rekomendasi Komnas HAM ke ranah internasional, yaitu ke Organisasi 
Kerja Sama Islam (OKI) dan Pengadilan Internasional PBB di Jenewa.

4. Menggalang kekuatan umat Islam di seluruh Indonesia untuk menggelar Aksi 
Bela Ulama dan Aksi Mosi Tidak Percaya kepada pemerintah serta menuntut mundur 
Presiden Jokowi.

5. Meminta Polri dan TNI untuk bertindak netral, tidak menjadi alat pemerintah 
dan berdiri di belakang rakyat, serta tidak bertindak represif kepada peserta 
aksi yang menjalankan aksi dengan damai.

6. Menggelar Tabligh Akbar sebagai ruang konsolidasi umat Islam.

7. Khusus untuk penetapan Habib Rizieq menjadi tersangka, Presedium Alumni 212 
mengajak masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Bendera setengah 
tiang merupakan bentuk matinya keadilan.

8. Kami menghimbau kepada bapak Jokowi bahwa masih ada kesempatan untuk 
mengakhiri polemik ini dengan menerbitkan SP3 untuk semua kasus yang menjerat 
ulama dan aktivis yang dikriminalisasi. Selanjutnya Jokowi diminta untuk 
mencabut pernyataan pembubaran HTI. (Sumber:kumparan.com)

Kirim email ke