http://www.siwalimanews.com/post/gubernur_minta_ada_kesadaran_penggunaan_bahasa_indonesia
Tuesday, 13 June 2017 *Rakor Bahasa Negara* Gubernur Minta ada Kesadaran Penggunaan Bahasa Indonesia *Ambon - *Pengajaran pendidikan Bahasa Indonesia selama ini sungguh disadari seperti tidak menarik dan terkesan berat, serta tidak inspiratif bagi generasi muda. Untuk itu perlu adanya peningkatan kesadaran generasi muda dalam penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara Permintaan itu disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Sekda Maluku Bidang Kesejahteraan Sosial, Maritje Lopulalan saat membuka Rapat Koordinasi Pemartabatan Bahasa Negara Provinsi Maluku Tahun 2017, di Lantai VI Kantor Gubernur, Senin (12/6). Dikatakan, Bahasa Indonesia harus dikembangkan dan diaktualisasikan selaras dengan perkembangan era global saat ini. Karena alasan otonomi daerah, penggunaan bahasa di media luar ruangan juga diwarnai dengan penggunaan bahasa daerah. Hal ini muncul karena, ada ego kedaerahan sehingga memperlemah rasa kebangsaan. Jika tidak ditangani secara serius maka, akan berdampak pada generasi yang akan datang. “Ini perlu disikapi secara serius oleh kita bersama, sehingga perlu dilakukan berbagai langkah penanganan komprehensif yang mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar,” tukasnya. Disamping itu kata gubernur, perlu juga menggalakkan sosialisasi penggunaan Bahasa Indonesia pada seluruh aktifitas pemerintahan dan kemasyarakatan, yang tentunya akan menumbuhkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap pemartabatan Bahasa Indonesia. Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Maluku Asrif menambahkan, saat ini penggunaan Bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing tidaklah berjalan dengan terkontrol. “Kegiatan ini karena kekhawatiran kami atas maraknya penggunaan bahasa yang tidak sesuai, terutama penggunaan bahasa asing yang merajalalela di Kota Ambon dan kita harapkan itu bisa berjalan dengan terkontrol. Bukan menolak bahasa asing, namun bahas asing, bahasa daerah dan Bahasa Indonesia seharusnya berjalan sesuai dengan tempatnya,” tukasnya. Pasalnya kata dia, fakta yang ada banyak tempat yang tidak gunakan Bahasa Indonesia seperti pada hotel-hotel, kompleks perumahan semua memakai bahasa asing, padahal konsumen itu lebih banyak orang Indonesia. “Saya berharap, Bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik, karena bahasa ini adalah kehormatan bangsa kita,” harapnya. *(S-43)*
