Yg jelas jadinya Amerika menjual F-15 secara resmi ke negara yang dikatakan 
teroris oleh Presiden Amerika.Lucu banget.
Mungkin ya saya kira Qatar dalam waktu singkat bisa menjelma jadi negara kaya 
ya karena pangkalan militer itu, nggak perlu pusing2 ngadepin negara2 Arab yg 
lain dan tidak perlu anggaran yg besar tapi malah dapat duit sewa pangkalan 
militer, juga sudah terjamin adanya konsumen yg beli gas dan minyak.

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

Padahal tidak ada alasan bagi Qatar untuk khawatir dapat serbuandari mana pun 
mengingat negara itu adalah pangkalan militer ASterbesar di Timur-tengah dengan 
belasan ribu tentara (US CentCom).
Bisa jadi Trump cuma jualan pesawat bekas yang mangkal di Al Udeid.
--- jonathangoeij@... wrote: Pembelian itu sudah dirancang sejak Obama dan 
memang rencananya realisasi ya sekarang2 ini, juga di Qatar ada US military 
base. Si Trump ngaco balo nggak tahu apa2, jadinya lucu bin aneh yg dilakukan 
dan dikatakan presiden nggak digubris sama staff yg cepat2 merealisasi 
transaksi itu. Nah si Jokowi juga lontong tenan langsung ikutin si Trump gak 
mau kalah ikut boikot jadinya semua ikut kaco ngeralat sani sini.

--- djiekh@... wrote :

Lha kok yang untung Amerika dari persengketaan ini. Saudi Arabia maupun Qatar 
langsung pesan senjata dan pesawat terbng dari Amerika.Kalau tidak ada perang 
atau persengketaan, perlu dibikin terjadi ini, supaya dapat pesanan senjata, 
tank, kapalperang, kapal terbang......
2017-06-15 16:30 GMT+02:00 Jonathan Goeij :

'Dikucilkan negara-negara Teluk, Qatar beli F-15 dari AS senilai Rp160 triliun



| 
| 
| 
| 
 | 
 |

 |

 |
| 
|   |

 |

 |


'Dikucilkan negara-negara Teluk, Qatar beli F-15 dari AS senilai Rp160 ...

| 
| 
| Ketika tengah 'dikucilkan' oleh negara-negara tetangga di kawasan Teluk, 
Qatar menyepakati pembelian pes... | 
 |

 |

 |


Hak atas fotoREUTERSImage captionPembelian pesawat F-15 dilakukan dalam 
pertemuan antara Menteri Pertahanan Qatar, Khalid Al Attiyah, dan mitranya dari 
Amerika, Jim Mattis, di Washington, hari Rabu (14/06).Ketika tengah 
'dikucilkan' oleh negara-negara tetangga di kawasan Teluk, Qatar menyepakati 
pembelian pesawat-pesawat tempur F-15 senilai US$12 miliar atau sekitar Rp160 
triliun.Menurut kantor berita resmi Qatar QNA, pembelian pesawat-pesawat F-15 
dilakukan dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan Qatar, Khalid Al Attiyah, 
dan mitranya dari Amerika, Jim Mattis, di Washington, hari Rabu (14/06).Attiyah 
dikutip mengatakan bahwa perjanjian pembelian peralatan militer menggarisbawahi 
'komitmen Qatar untuk meningkatkan kerja sama strategis dengan negara-negara 
sahabat dan dengan Amerika Serikat dalam memerangi ekstremisme dan mewujudkan 
perdamaian dan stabilitas kawasan'.Pembelian peralatan militer oleh Qatar 
disepakati setelah beberapa pekan lalu Saudi membeli persenjataan dari Amerika 
senilai lebih dari US$100 miliar.Tujuh negara, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat 
Arab, Bahrain dan Mesir, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar setelah 
Qatar dituduh mendanai kelompok-kelompok teroris di seluruh Timur Tengah.   
   - Tujuh negara Arab putuskan hubungan diplomatik: Ada apa dengan Qatar?
   - Krisis Qatar: Empat faktor kejengkelan tetangga Arab
   - Pengucilan Qatar: Mengapa Indonesia 'menghadapi dilema?'
Langkah Saudi dan beberapa negara ini didukung oleh Presiden Donald Trump, 
bahkan ia mengatakan ia punya andil dalam 'pengucilan' Qatar setelah dalam 
lawatan di Timur Tengah belum lama ini ia menyerukan tekanan yang lebih besar 
bagi mereka yang mendukung organisasi teroris.Pemerintah di Doha sudah 
membantah tuduhan negara-negara tetangga mereka di Timur Tengah.Pemutusan 
diplomatik berimbas pada penutupan wilayah udara bagi maskapai penerbangan 
Qatar. Jalur perbatasan darat Saudi-Qatar yang selama ini dipakai sebagai pintu 
masuk barang-barang impor ke Qatar, termasuk makanan, juga ditutup.Media Qatar 
Al Jazeera mengatakan kesepakatan pembelian pesawat F-15 bisa dibaca sebagai 
'pesan yang tidak konsisten' dari Washington dalam menghadapi krisis di Timur 
Tengah.Menurut Al Jazeera, Menlu AS Rex Tillerson mencoba untuk netral namun di 
sisi lain Presiden Trump, melalui serangkaian cuitan di Twitter, 'bersuara 
keras' terhadap Qatar.Pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah berada di 
Qatar yang ditempati tak kurang dari 11.000 personel. Dari pangkalan militer 
Al-Udeid ini AS mengoperasikan lebih dari 100 pesawat.

Kirim email ke