http://www.antaranews.com/berita/635733/indonesia-siap-penuhi-kebutuhan-biodiesel-china
*Indonesia siap penuhi kebutuhan biodiesel China*
Jumat, 16 Juni 2017 05:56 WIB | 2.001 Views
Pewarta: M Irfan Ilmie
Indonesia siap penuhi kebutuhan biodiesel China
Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay )
Beijing (ANTARA News) - Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memenuhi
kebutuhan biodiesel China yang diperkirakan mencapai sembilan juta ton
per tahun.
"Kami berharap bisa mendapatkan kesempatan memasok biodiesel ke sini,"
kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di
Beijing, Kamis (15/6) malam.
Sampai saat ini biodiesel dari Indonesia belum bisa memasuki China,
demikian pernyataan Luhut tanpa menyebutkan alasannya.
Berdasarkan data di Kemenko Kemaritiman, Indonesia memiliki persediaan
sekitar 10 juta ton biodiesel yang belum terpakai.
China sendiri sampai saat ini baru menggunakan biodiesel tidak lebih
dari satu juta ton yang diperkirakan impor dari Malaysia. Demikian pula
dengan kelapa sawit dari Indonesia yang masuk ke China masih sangat
terbatas.
"Kalau biodiesel bisa masuk ke sini, maka petani kelapa sawit pun kita
bisa menikmati hasil panennya. China butuh, kami punya," ujar Luhut
menambahkan.
China telah meratifikasi Kesepakatan Paris tentang Perubahan Iklim.
China bersama Amerika Serikat tercatat menghasilkan 45 persen emisi
global sehingga membutuhkan pengurangan emisi karbon 60-65 persen per
unit GDP hingga 2030.
Untuk merealisasikan pengurangan emisi karbon, negeri Tirai Bambu itu
harus memanfaatkan energi berbasis nonfosil sekitar 20 persen dari
keseluruhan konsumsi energi.
Dalam upaya pemanfaatan energi nonfosil itu, China memproyeksikan lima
persen menggunakan bahan bakar biodiesel.
Terkait hal itu, Indonesia mengajukan beberapa tawaran, di antaranya
perusahaan di Indonesia membangun pabrik pengolahan dan mengekspor
kelapa sawit ke China. Kemudian minyak kelapa sawit tersebut diolah di
beberapa pabrik pengolahan minyak kelapa sawit menjadi biodiesel di China.
Selain itu, perusahaan China melakukan investasi di pabrik pengolahan
minyak kelapa sawit di Indonesia dan mengolahnya menjadi biodiesel untuk
selanjutnya diekspor ke China.
Alternatif lain yang ditawarkan Kemenko Kemaritiman adalah mendirikan
proyek bersama sejumlah perusahaan dari berbagai bidang industri untuk
meningkatkan penggunaan biodiesel.
Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Beijing pada 15-17 Juni 2017,
Luhut didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dan Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong serta sejumlah pengusaha dari
Indonesia, termasuk beberapa direktur BUMN.
Mereka bertemu beberapa pejabat setingkat menteri dan para pengusaha di
China.
(T.M038/A011)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017