Betul ini riset terakhirnya bahwa sawit itu kurang bagus utk ekosistem.

Ane pernah pergi lihat kebun sawit di Malaysia dan Indonesia. Dimalaysia sudah 
habis lahannya makanya perusahaan2nya lari ke Indonesia. Malaysia ini paling 
hebat dalam hal tanam menanam sawit. Orang Malaysia pintar2, setelah tanahnya 
ditanam sawit kurang lebih 50 tahun sawitnya sudah tidak menghasilkan duit lagi 
krn sudah tua, mereka membangun perumahan/real estate krn lebih menguntungkan 
dibandingkan menaman sawit lagi krn harga tanahnya sudah naik dalam 50 tahun 
itu.

 

Di daerah yg remote/terpencil di Indonesia belum tentu bisa terjadi begini krn 
kenaikan harga tanah belum tentu tinggi jadi masih bisa ditanam sawit lagi utk 
2 atau 3 kali lagi.

 

Sebaiknya memang jangan tanam sawit kalau ada alternatifnya. Masalahnya duit 
sawit lagi banyak.

Pilihan hidup itu susah. Ada gula ada semut. Ya silahkan mau tanam sawit atau 
tidak. Gak ada yg melarang diindonesia. Rakyatnya akan menentukan nanam atau 
tidak bukan pemerintahnya. Pemerintah hanya bisa memfasilitasi sbg regulator 
bukan membolehkan dan atau tidak membolehkan nanam. Wong itu sawit bukan ganja 
atau heroin.

 

Makanya ane pikir ada benarnya orang2 seperti: Ali sadikin bisa bikin perjudian 
legal dan kang sobary membela petani tembakau. Terlepas dari setuju dan tidak 
setuju tindakannya yg akan selalu ada, tetapi kedua pendapat orang ini melihat 
realitas bukan angan2 dalam idealisme saja.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, June 16, 2017 1:25 PM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Indonesia siap penuhi kebutuhan biodiesel China

 

  

 


 
<http://citizen6.liputan6.com/read/2335106/6-fakta-mengerikan-mengapa-indonesia-sebaiknya-tak-menanam-sawit>
 6 Fakta Mengerikan, Mengapa Indonesia Sebaiknya Tak Menanam Sawit


 


 




                

        

6 Fakta Mengerikan, Mengapa Indonesia Sebaiknya Tak Menanam Sawit


By Liputan6.com

Kabut asap yang rutin melanda beberapa wilayah di Indoensia disebabkan karena 
pengalihan lahan hutan menjadi per..

        

 


 


 <http://www.liputan6.com/> 

 <http://www.liputan6.com/> Liputan6

08 Okt 2015, 09:08 WIB

 

  
<http://cdn1-a.production.images.static6.com/6P8q7R0rkKdpgOi5X7HTvtZoMBk=/640x355/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1013126/big/056783500_1444215122-asap-pembakaran-tandan-kosong-sawit-ganggu-warga-.jpg>
 

Kabut asap yang rutin melanda beberapa wilayah di Indoensia disebabkan karena 
pengalihan lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit.

 

Citizen6, Jakarta Kabut asap yang rutin melanda beberapa wilayah di Indoensia 
disebabkan karena pengalihan lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. 
Ironisnya, pengalihan lahan itu menggunakan cara-cara yang tidak ramah 
lingkungan seperti pembakaran. Selain itu, jika diteliti, adanya perekebunan 
kelapa sawit, sebenarnya tidak begitu menguntungkan alias merugikan. Berikut 6 
dampak buruk yang disebabkan adanya perkebunan kelapa sawit.

 

 1. Kerusakan ekosistem hayati

Kelapa sawit bukan merupakan ekosistem hayati sebagaimana hutan. Hewan-hewan 
yang bisa hidup di perkebunan kelapa sawit pun rata-rata hanya hewan perusak 
tanaman, seperti babi, ular, dan tikus. Dibanding, kelapa sawit, hutan jauh 
lebih penting keberadaanya.

 

2. Pembukaan lahan dengan cara dibakar

Meskipun sudah dilarang, faktanya pembukaan lahan seringkal dilakukan dengan 
cara tebang habis atau (land clearing). Seperti yang terjadi di Jambi sekarang 
ini, kabut asap yang menyelimuti kota, akibat pembakaran hutan untuk alih 
fungsi lahan kelapa sawit.

 

3. Kerusakan unsur hara dan air dalam tanah

Peneliti lingkungan dari Universitas Riau, Ariful Amri Msc, pernah meneliti 
kerusakan tanah karena perkebunan kelapa sawit. Penelitian itu menyimpulkan 
bahwa, dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa menyerap 12 liter unsur 
hara dan air dalam tanah.

 

  
<http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1013130/big/007703800_1444215238-Kondisi_lahan_pembakaran.jpg>
 

Kondisi Lahan Pasca Pembakaran

 

4. Munculnya hama migran baru yang sangat ganas

Hama migran ini, muncul karena ekosistem yang terganggu. Jenis hama baru ini 
akan mencari habitat baru akibat kompetisi yang keras dengan fauna lainnya. Ini 
disebabkan  karena keterbatasan lahan dan jenis tanaman akibat monokulturasi.

 

5. Terjadinya konflik horiziontal dan vertikal antarwarga

Medio 2014 silam, beberapa warga di Kalimantan bentrok dengan aparat lantaran 
tanah mereka akan dialihfungsikan menjadi perkebenunan sawit. Selain itu ada 
pula konflik antarwarga yang menolak dan yang menerima masuknya perkebunan 
sawit.

 

6. Bencana banjir dan kekeringan

Selanjutnya, praktek konversi hutan alam untuk pembangunan perkebunan kelapa 
sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana alam seperti banjir dan tanah 
longsor. Bahkan di musim kemarau tak ayal wilayah itu akan mengalami 
kekeringan, karena sifat dari pohon sawit yag menyerap banyak unsur hara dan 
air dalam tanah.

 

Demikian banyaknya dampak buruk dengan adanya kelapa sawit bagi Indonesia. 
Lalu, yang jadi pertanyaan, mengapa pemerintah Indonesia masih dengan gampang 
memberikan perijinan bagi perusahaan-perusahaan baik luar maupun dalam negeri 
untuk membuka lahan perekebunan kelapa sawit. Apakah Anda setuju dengan adanya 
perkebunan kelapa sawit secara berlebihan? Langsung isi dan suarakan pendapatmu 
di kolom komentar ya. (war)

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :



Iya kelapa sawit itu adalah biodiesel yg renewable dan alternative dari fossil 
fuel yg unrenewable.

Makanya kepala sawit sangat popular dimana2 dengan pemain terbaiknya: Malaysia.

Indonesia sudah mulai ikutan setelah Malaysia sudah kehabisan lahan.

Investor di Indonesia itu banyak dari Malaysia.

 

Terlepas dari luhut pake’ kelapa sawit utk menarik investor RRT utk beli saham 
freeport, kalau mau cari duit dan menaikkan ekonomi ya kelapa sawit ini bisa 
jadi andalan. Pertamina saja sudah investasi ke salah satu PTPN.

 

Silahkan dikritik si luhut tetapi sekali lagi kalau mau menggerakkan ekonomi ya 
kelapa sawit ini salah satu unggulan.

Investornya kalau bisa ya dari Indonesia sendiri. teknologinya tidak susah 
malahan gampang. Hanya aspek bisnisnya saja yg harus diperhatikan. Luhut bener 
kalau bisa masuk ke RRT dalam bentuk eksport akan sangat menguntungkan 
Indonesia. Harusnya ada perusahaan Indonesia yg masuk ke hulunya seperti 
mendirikan pabrik2 Pabrik2 ini sudah ada dimiliki perusahaan Indonesia tetapi 
yg gede2 tidak banyak. Kebanyakan pabrik2 masih dimiliki oleh perusahaan asing. 
Jadi pemilik kelapa sawit yg kecil2 jualannya kepabrik2 yg gede2 itu. Ini yg 
harus dipikirkan oleh pemerintah Indonesia bagaimana menyeimbangkan investasi 
asing dan dalam negeri.

 

Masalah freeport itu lebih ke masalah politik bukan bisnis. Freeport mcmorannya 
saja sudah divestasi menjual saham2nya krn masalah uncertainty ini. Itu 
pertanda tambangnya sudah kurang feasible dimata headquarternya. Freeport di 
Indonesia itu masih menguntungkan sekali.

Kalau mampu mengelolanya sendiri tanpa bantuan asing baik modal maupun 
teknologi, ya silahkan Indonesia kerjakan sendiri. kalau gak mampu, ya pikir 
baek2 gimana maunya pengelolaannya yg dapat menguntungkan Indonesia semaksimal 
mungkin. Barulah investor asing seperti RRT kalau tertarik beli saham dari 
freeport Indonesia. Urusan politiknya dulu yg harus dipikirkan. Disini perlu 
keberanian. Urusan bisnisnya mah gampang. Rizal ramli sudah ngutak ngatik 
masalah Sudirman said dengan kelompok yusuf kala dan siapa saja dalam negosiasi 
freeport ini sangat syarat korupsi.

 

Bisa saja luhut mau RRT masuk beli saham freeport Indonesia tetapi saya kira 
itu urusan diluar kekusaaanya. Wong yg bila RRT yg tentunya punya pertimbangan 
sendiri kalau mau beli saham freeport. Yg bisa diurus itu adalah gimana maunya 
kontraknya di Indonesia. Itu yg bisa diurus Indonesia, tetapi bukan jual beli 
sahamnya.

Jadi yg enggak2 saja kalau luhut mau korupsi hanya dengan jual beli saham ini. 
apa yg bisa difasilitasi dan ditawarkan oleh luhut? Gak ada.

Sekali lagi yg bisa ditawarkan Indonesia itu adalah kontrak dan syarat 
bagaimana operasinya di Indonesia.

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, June 16, 2017 5:54 AM
To: Gelora 45 < <mailto:[email protected]> [email protected]>; 
ajeg < <mailto:ajegilelu@...> ajegilelu@...>
Subject: Re: [GELORA45] Indonesia siap penuhi kebutuhan biodiesel China

 

 

 

Biodisel minyak kelapa sawit?

 

2017-06-16 11:44 GMT+02:00 ajeg  <mailto:ajegilelu@..> ajegilelu@... [GELORA45] 
< <mailto:[email protected]> [email protected]>:

 

Beberapa bulan lalu di warung-warung kopi beredar kabar

tentang rencana pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia

(PTFI) oleh perusahaan tambang Cina. Seperti diketahui,

Freeport McMoran telah melepas saham mayoritasnya di berbagai

penambangan (al. di Kongo, Chile, Colorado) kepada China

Molybdenum Co Ltd. Jadi, cukup besar kemungkinan PTFI

mengikuti jejak induknya. Belum jelas apakah Molybdenum juga




akan memborong saham PTFI. Yang pasti tahun lalu kita mendengar

Barrick Gold asuhan Li Kha Sing menjual 50% sahamnya di

pertambangan Porgera, Papua Nugini, ke Zijin Mining Group.

Belum jelas juga, perusahaan mana yang akan masuk Tembagapura,

Molybdenum atau Zijin.

 

Dari gelibat-gelibet Menteri Kemaritiman soal pertambangan,

khususnya kegerahan LBP terhadap PTFI, tampaknya kabar

pengambilalihan saham PTFI oleh perusahaan Cina benar adanya.

Dan diplomasi biodiesel ini hanyalah rayuan pulau kelapa (sawit)

untuk mencomblangi pengambilalihan.






"Sampai saat ini biodiesel dari Indonesia belum bisa memasuki China,

demikian pernyataan Luhut tanpa menyebutkan alasannya."






Seru juga melihat menteri urusan air asin sibuk mengasong bisnis ini-itu.

 

 

From: j.gedearka

 
<http://www.antaranews.com/berita/635733/indonesia-siap-penuhi-kebutuhan-biodiesel-china>
 


 
<http://www.antaranews.com/berita/635733/indonesia-siap-penuhi-kebutuhan-biodiesel-china>
 
http://www.antaranews.com/berita/635733/indonesia-siap-penuhi-kebutuhan-biodiesel-china


Indonesia siap penuhi kebutuhan biodiesel China


Jumat, 16 Juni 2017 05:56 WIB | 2.001 Views

Pewarta: M Irfan Ilmie

 

Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay )

Beijing (ANTARA News) - Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memenuhi 
kebutuhan biodiesel China yang diperkirakan mencapai sembilan juta ton per 
tahun.

"Kami berharap bisa mendapatkan kesempatan memasok biodiesel ke sini," kata 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Beijing, 
Kamis (15/6) malam.

Sampai saat ini biodiesel dari Indonesia belum bisa memasuki China, demikian 
pernyataan Luhut tanpa menyebutkan alasannya.

Berdasarkan data di Kemenko Kemaritiman, Indonesia memiliki persediaan sekitar 
10 juta ton biodiesel yang belum terpakai.

China sendiri sampai saat ini baru menggunakan biodiesel tidak lebih dari satu 
juta ton yang diperkirakan impor dari Malaysia. Demikian pula dengan kelapa 
sawit dari Indonesia yang masuk ke China masih sangat terbatas.

"Kalau biodiesel bisa masuk ke sini, maka petani kelapa sawit pun kita bisa 
menikmati hasil panennya. China butuh, kami punya," ujar Luhut menambahkan.

China telah meratifikasi Kesepakatan Paris tentang Perubahan Iklim. China 
bersama Amerika Serikat tercatat menghasilkan 45 persen emisi global sehingga 
membutuhkan pengurangan emisi karbon 60-65 persen per unit GDP hingga 2030.

Untuk merealisasikan pengurangan emisi karbon, negeri Tirai Bambu itu harus 
memanfaatkan energi berbasis nonfosil sekitar 20 persen dari keseluruhan 
konsumsi energi.

Dalam upaya pemanfaatan energi nonfosil itu, China memproyeksikan lima persen 
menggunakan bahan bakar biodiesel.

Terkait hal itu, Indonesia mengajukan beberapa tawaran, di antaranya perusahaan 
di Indonesia membangun pabrik pengolahan dan mengekspor kelapa sawit ke China. 
Kemudian minyak kelapa sawit tersebut diolah di beberapa pabrik pengolahan 
minyak kelapa sawit menjadi biodiesel di China.

Selain itu, perusahaan China melakukan investasi di pabrik pengolahan minyak 
kelapa sawit di Indonesia dan mengolahnya menjadi biodiesel untuk selanjutnya 
diekspor ke China.

Alternatif lain yang ditawarkan Kemenko Kemaritiman adalah mendirikan proyek 
bersama sejumlah perusahaan dari berbagai bidang industri untuk meningkatkan 
penggunaan biodiesel.

Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Beijing pada 15-17 Juni 2017, Luhut 
didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan 
Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman 
Modal Thomas Lembong serta sejumlah pengusaha dari Indonesia, termasuk beberapa 
direktur BUMN.

Mereka bertemu beberapa pejabat setingkat menteri dan para pengusaha di China. 

(T.M038/A011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

 

 



Kirim email ke