Oh jadi gak boleh membanding2kan hutang2 antar negara?

Ngapain orang2, instansi2, economic center seluruh dunia bikin list of country 
with debt?

Ngapain orang2, instansi2, economic center seluruh dunia bikin rasio2 debt to 
GDP dll?

Lucunya (eh bodohnya☹) ente malahan nulis DSR. Malahan pake’ tambahan IMF lagi 
dimana IMF ada list DSR seluruh dunia.

 

Oh jadi kalau DSR nya Indonesia 66% terus emangnya kenapa?

Susah cari hutang atau gak ada yg mau ngasih hutang ke Indonesia?

Indonesia akan bangkrut gak bisa hutang?

 

Atau apa?

 

Kan sudah dari dulu ngomongin hutang ini dan sudah ane tanya kalau DSR tinggi 
terus ngapain. 

 

Sudah ane goblok2in krn memang ente gak ngerti masalah governmental debt ini.

Alasannya hanya 1: DSR yg tinggi.

Rasio2 yg lain gak dilihat, keadaan Indonesia gak dilihat, kepercayaan negara 
lain tidak dilihat.

 

Coba berkaca sama negara ente. USA itu printing money bukan cari hutang!

Ngerti ndak dengan kalimat ini?

 

Jangan banyak bacot kalo gak ngerti. Jangan sok pinter kalau tidak ane 
telanjangi terus biar kelihatan gobloknya!

 

Nesare

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, June 17, 2017 1:38 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga 
Utang?

 

  


semua dibandingkan USA ha ha ha ha aneh juga padahal kondisi kedua negara 
berbeda yg harus dilihat sendiri2. Utang US itu dalam US$ mata uangnya sendiri, 
sedang utang Indonesia bukan dalam mata uangnya sendiri Rp. itu adalah 2 
kondisi yg berbeda besar. Selain itu juga tingkat bunga yg dibayar berbeda 
besar sekali.

 

coba lihat kemampuan bayar utang Indonesia yg rendah yg ditunjukkan dgn DSR yg 
tinggi " 
<http://economy.okezone.com/read/2016/12/20/20/1571546/kemampuan-bayar-utang-luar-negeri-indonesia-menurun>
 menurut catatan CORE, tingkat Debt Service Ratio Indonesia pada kuartal 
II-2016 sudah mencapai 66%. Angka ini telah melampaui batas kewajaran DSR yang 
ditetapkan oleh IMF yaitu 30%-33%." sekarang tentu DSR lebith tinggi lagi.

 



---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Coba bandingkan dengan USA!

USA bukan mengeluarkan utang lagi, melainkan cetak duit!

Ini dilakukan oleh Fed dalam mengatasi krisis keuangan 2007!

 

Coba bandingkan hutang Indonesia vs. hutang USA!

Gede mana?!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, June 14, 2017 4:22 PM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang?

 

  

Kapan?????????

---


Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang? 
<http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/PNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang>
 


Suci Sedya Utami    •    Senin, 12 Jun 2017 17:25 WIB

rapbn 2018 <http://ekonomi.metrotvnews.com/topic/10281> 

 <http://ekonomi.metrotvnews.com/> Ekonomi   
<http://ekonomi.metrotvnewscom/makro> Makro

*        
<https://twitter.com/intent/tweet?text=%20Kapan%20RI%20tak%20Perlu%20Terbitkan%20Utang%20untuk%20Bayar%20Bunga%20Utang?%20http://metrotvn.ws/PNg47Dob>
 TWITTER
*       FACEBOOK
*        
<https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fekonomi.metrotvnews.com%2Fmakro%2FPNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang>
 GOOGLE+

  
<http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2017/06/12/714324/tN9ATjcuCl.jpg?w=650>
 

Misbakhun. Antara/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar M Misbakhun 
menyoroti keseimbangan primer yang masih defisit pada 2017.

Sebab, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi 
XI DPR menyebutkan defisit keseimbangan primer dalam Rancangan Anggaran 
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar 0,6-0,4 persen dari  Produk 
Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp50 triliun-Rp99 triliun dengan defisit 
anggaran yakni 1,9-2,3 persen dari PDB.

 <http://ekonomi.metrotvnews.com/topic/10281> BACA JUGA

*        
<http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/zNAjrW2b-dpr-sepakati-pagu-anggaran-kementerian-keuangan-rp45-72-triliun>
 DPR Sepakati Pagu Anggaran Kementerian Keuangan Rp45,72 Triliun
*        
<http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/gNQljJWK-menkeu-jelaskan-alasan-kenaikan-pagu-anggaran-2018>
 Menkeu Jelaskan Alasan Kenaikan Pagu Anggaran 2018
*        
<http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/ybJeQDnN-legislator-pertanyakan-pagu-anggaran-kemenkeu-naik-12-5-di-2018>
 Legislator Pertanyakan Pagu Anggaran Kemenkeu Naik 12,5% di 2018

*        <http://www.metrotvnews.com/brandconnect> Brandconnect 
<http://rona.metrotvnews.com/wisata-kuliner/8ko0vXRK-5-cara-hemat-anggaran-libur-lebaran>
 5 Cara Hemat Anggaran Libur Lebaran

 
<http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/zNAjMMzb-utang-luar-negeri-indonesia-usd321-7-miliar-di-februari-2017>
 baca : Utang Luar Negeri Indonesia USD321,7 Miliar di Februari 2017

Ia menjelaskan, defisit keseimbangan primer menandakan adanya pinjaman atau 
utang yang digunakan untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo pada tahun 
tersebut. Sehingga, ibarat gali lubang tutup lubang, utang pemerintah digunakan 
untuk membayar atau mencicil utang di masa lalu, atau bukan digunakan untuk 
kegiatan produktif.

Misbakhun mempertanyakan kapan defisit keseimbangan primer bisa berada pada 
posisi nol persen, meskipun rasio utang Indonesia selalu dikatakan masih aman 
di kisaran 27-29 persen dari GDP.

"Kapan di nol kan itu keseimbangan primer? Jangan sampai menerbitkan utang baru 
buat bayar utang. meski kita debt to ratio dibilang 27-29 persen, tapi 
keseimbangan primer negatif," kata Misbakhun di Komplek Parlemen, Senayan, 
Jakarta Pusat, Senin 12 Juni 2017.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani 
menjelaskan, defisit keseimbangan primer bisa dinolkan jika defisit anggaran 
berada pada level 1,1-1,2 persen.

Askolani mengatakan, level defisit tersebut ditargetkan pemerintah untuk tahun 
2019. Namun, untuk mencapai tagret defisit anggaran dalam level tersebut dan 
juga defisit keseimbangan primer di lebel nol persen, akan sangat tergantung 
dari capaian di tahun sebelumnya sebagai basis perhitungan.

Selain itu, akan sangat tergantung dari performa penerimaan pajak nasional. 
Selama ini yang membuat pemerintah membayar bunga utang dengan menerbitkan 
utang baru yakni karena penerimaan pajak tak cukup untuk membiayainya. Dengan 
tax ratio tahun depan 11-12 persen, Askolani berharap bisa mengurangi defisit. 

"Kita maunya tax ratio 13-14 persen, tapi dari evaluasi sekarang masih susah, 
12 persen itu sudah membantu dari posisi sekarang, tapi harus best effort," 
jelas Askolani.

Sekadar informasi, defisit keseimbangan di RAPBN 2018 Rp50 triliun hingga Rp99 
triliun sudah lebih kecil dibanding defisit dalam RAPBN 2017 yang sebesar 
Rp111,4 triliun.

 



Kirim email ke