Kalau misalnya Amerika cetak dollar untuk bayar semua utrangnya pada Tiongkok dan jepang, kan Tiongkok dan Jepang jadi punya bilyoenan dollar. Kalau dipakai import barang dari Amerika, ini bilyunan dollar masuk kembali ke Amerika, Amerika akan kebanjiran dollar. Apa tidak terjadi inflasi, dan kurs dollar jatuh ?
2017-06-18 4:47 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > Kasarannya memang begitu, wewenang cetak duit memang ada dinegara masing2 > yg mempunyai mekanisme ber-beda2. Yg saya kemukakan adalah hipotetikal > kasaran saja, karena utang US dalam mata uangnya sendiri jadi kasarannya > tinggal cetak saja yg ongkosnya cuman beberapa sen perlembarnya bereslah > atau kalau mau irit ongkos cetak dibikin denominasi yg gede seperti 100,000 > dolar yg pernah dicetak th 1934. Tapi sekali lagi tinggal cetak duit buat > bayar utang itu kasarannya kalau disetujui semua otoritas pencetakan duit > di US yg melibatkan congress, federal reserve, dan treasury department. > > Anda lihat saja banyaknya duit suatu negara yg dicetak umbar2an sampai > nilainya kemudian jadi jjeblok sedemikian rupa dibanding nilai asalnya, > seperti yg pernah dialami Indonesia beberapa kali baik diorde lama ataupun > baru. Tetapi tetap saja utang pemerintah dalam rupiah ya kasarannya tinggal > cetak duit buat bayar bereslah, cuman utang yg jadi masalah itu khan dalam > mata uang bukan rupiah. > > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Kutipan : *Ini perbedaan besar antara US dan Indonesia, utang US dalam > mata uangnya sendiri US$ jadi kalau misalnya mau bayar utang 1 T tinggal > cetak duit 1 T yg ongkosnya cuman kertas dan tinta juga sudah cukup tinggal > dibayarkan keutang, beres sudah* > > *Lha, kalau begitu, kan bayar saja langsung semua utang. Atau tidak perlu > utang, karena bisa cetak uang dollar semaunya ? Cetak saja sendiri ? Apa > bisa ? * > > 2017-06-18 1:04 GMT+02:00 jonathangoeij@... [GELORA45] < > [email protected]>: > > > > > Bung Goblok, kemampuan bayar utang Indonesia yg rendah (DSR tinggi) itu ya > jadinya seperti sekarang ini "Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang". Selain > itu credit worthiness Indonesia yg rendah menyebabkan biaya bunga yg tinggi > yg juga akan memompa DSR makin besar saja. Masak hal seperti ini saja tidak > dipahamin. > > Ini perbedaan besar antara US dan Indonesia, utang US dalam mata uangnya > sendiri US$ jadi kalau misalnya mau bayar utang 1 T tinggal cetak duit 1 T > yg ongkosnya cuman kertas dan tinta juga sudah cukup tinggal dibayarkan > keutang, beres sudah. > > Sedang Indonesia yg utangnya bukan mata uangnya sendiri ya tidak bisa > cetak duit begitu saja utk dibayarkan, mesti pakai duit cadangan devisa. > Kalau mau cetak duit banyak2 seenak udel buat bayar utang jadinya ya kayak > th 96-98 itu dari sekitar 2 ribuan per dollar jadi sekitar 16 ribuan. > > > ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : > > Oh jadi gak boleh membanding2kan hutang2 antar negara? > > Ngapain orang2, instansi2, economic center seluruh dunia bikin list of > country with debt? > > Ngapain orang2, instansi2, economic center seluruh dunia bikin rasio2 debt > to GDP dll? > > Lucunya (eh bodohnya☹) ente malahan nulis DSR. Malahan pake’ tambahan IMF > lagi dimana IMF ada list DSR seluruh dunia. > > > > Oh jadi kalau DSR nya Indonesia 66% terus emangnya kenapa? > > Susah cari hutang atau gak ada yg mau ngasih hutang ke Indonesia? > > Indonesia akan bangkrut gak bisa hutang? > > > > Atau apa? > > > > Kan sudah dari dulu ngomongin hutang ini dan sudah ane tanya kalau DSR > tinggi terus ngapain. > > > > Sudah ane goblok2in krn memang ente gak ngerti masalah governmental debt > ini. > > Alasannya hanya 1: DSR yg tinggi. > > Rasio2 yg lain gak dilihat, keadaan Indonesia gak dilihat, kepercayaan > negara lain tidak dilihat. > > > > Coba berkaca sama negara ente. USA itu printing money bukan cari hutang! > > Ngerti ndak dengan kalimat ini? > > > > Jangan banyak bacot kalo gak ngerti. Jangan sok pinter kalau tidak ane > telanjangi terus biar kelihatan gobloknya! > > > > Nesare > > > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:GELORA45@yahoogroups. com > <[email protected]>] > *Sent:* Saturday, June 17, 2017 1:38 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* RE: [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar > Bunga Utang? > > > > > > > semua dibandingkan USA ha ha ha ha aneh juga padahal kondisi kedua negara > berbeda yg harus dilihat sendiri2. Utang US itu dalam US$ mata uangnya > sendiri, sedang utang Indonesia bukan dalam mata uangnya sendiri Rp. itu > adalah 2 kondisi yg berbeda besar. Selain itu juga tingkat bunga yg dibayar > berbeda besar sekali. > > > > coba lihat kemampuan bayar utang Indonesia yg rendah yg ditunjukkan dgn > DSR yg tinggi "menurut catatan CORE, tingkat Debt Service Ratio Indonesia > pada kuartal II-2016 sudah mencapai 66%. Angka ini telah melampaui batas > kewajaran DSR yang ditetapkan oleh IMF yaitu 30%-33%." > <http://economy.okezone.com/read/2016/12/20/20/1571546/kemampuan-bayar-utang-luar-negeri-indonesia-menurun> > sekarang > tentu DSR lebith tinggi lagi. > > > > > > ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : > > Coba bandingkan dengan USA! > > USA bukan mengeluarkan utang lagi, melainkan cetak duit! > > Ini dilakukan oleh Fed dalam mengatasi krisis keuangan 2007! > > > > Coba bandingkan hutang Indonesia vs. hutang USA! > > Gede mana?! > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:GELORA45@yahoogroups. com > <[email protected]>] > *Sent:* Wednesday, June 14, 2017 4:22 PM > *To:* Yahoogroups <[email protected]> > *Subject:* [GELORA45] Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar > Bunga Utang? > > > > > > Kapan????????? > > --- > Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang? > <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/PNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang> > > Suci Sedya Utami • Senin, 12 Jun 2017 17:25 WIB > > rapbn 2018 <http://ekonomi.metrotvnews.com/topic/10281> > > Ekonomi <http://ekonomi.metrotvnews.com/> Makro > <http://ekonomi.metrotvnewscom/makro> > > - TWITTER > > <https://twitter.com/intent/tweet?text=%20Kapan%20RI%20tak%20Perlu%20Terbitkan%20Utang%20untuk%20Bayar%20Bunga%20Utang?%20http://metrotvn.ws/PNg47Dob> > - FACEBOOK > > <https://www.facebook.com/v2.7/dialog/feed?app_id=1588153268077206&description=Anggota+Komisi+XI+DPR+Fraksi+Golkar+M+Misbakhun+menyoroti+keseimbangan+primer+yang+masih+defisit+pada+2017.&display=popup&link=http%3A%2F%2Fekonomi.metrotvnews.com%2Fmakro%2FPNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang&name=+Kapan+RI+tak+Perlu+Terbitkan+Utang+untuk+Bayar+Bunga+Utang%3F&locale=en_US&picture=http%3A%2F%2Fcdn.metrotvnews.com%2Fdynamic%2Fcontent%2F2017%2F06%2F12%2F714324%2FtN9ATjcuCl.jpg%3Fw%3D650&sdk=joey&version=v2.7> > - GOOGLE+ > > <https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fekonomi.metrotvnews.com%2Fmakro%2FPNg47Dob-kapan-ri-tak-perlu-terbitkan-utang-untuk-bayar-bunga-utang> > > [image: Kapan RI tak Perlu Terbitkan Utang untuk Bayar Bunga Utang?] > > *Misbakhun. Antara/Puspa Perwitasari.* > > *Metrotvnews.com, Jakarta*: Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar M > Misbakhun menyoroti keseimbangan primer yang masih defisit pada 2017. > > Sebab, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama > Komisi XI DPR menyebutkan defisit keseimbangan primer dalam Rancangan > Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar 0,6-0,4 persen > dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp50 triliun-Rp99 triliun > dengan defisit anggaran yakni 1,9-2,3 persen dari PDB. > > BACA JUGA <http://ekonomi.metrotvnews.com/topic/10281> > > - DPR Sepakati Pagu Anggaran Kementerian Keuangan Rp45,72 Triliun > > <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/zNAjrW2b-dpr-sepakati-pagu-anggaran-kementerian-keuangan-rp45-72-triliun> > - Menkeu Jelaskan Alasan Kenaikan Pagu Anggaran 2018 > > <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/gNQljJWK-menkeu-jelaskan-alasan-kenaikan-pagu-anggaran-2018> > - Legislator Pertanyakan Pagu Anggaran Kemenkeu Naik 12,5% di 2018 > > <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/ybJeQDnN-legislator-pertanyakan-pagu-anggaran-kemenkeu-naik-12-5-di-2018> > > > - *Brandconnect* <http://www.metrotvnews.com/brandconnect>5 Cara Hemat > Anggaran Libur Lebaran > > <http://rona.metrotvnews.com/wisata-kuliner/8ko0vXRK-5-cara-hemat-anggaran-libur-lebaran> > > *baca : Utang Luar Negeri Indonesia USD321,7 Miliar di Februari 2017* > <http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/zNAjMMzb-utang-luar-negeri-indonesia-usd321-7-miliar-di-februari-2017> > > Ia menjelaskan, defisit keseimbangan primer menandakan adanya pinjaman > atau utang yang digunakan untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo pada > tahun tersebut. Sehingga, ibarat gali lubang tutup lubang, utang pemerintah > digunakan untuk membayar atau mencicil utang di masa lalu, atau bukan > digunakan untuk kegiatan produktif. > > Misbakhun mempertanyakan kapan defisit keseimbangan primer bisa berada > pada posisi nol persen, meskipun rasio utang Indonesia selalu dikatakan > masih aman di kisaran 27-29 persen dari GDP. > > "Kapan di nol kan itu keseimbangan primer? Jangan sampai menerbitkan utang > baru buat bayar utang. meski kita debt to ratio dibilang 27-29 persen, tapi > keseimbangan primer negatif," kata Misbakhun di Komplek Parlemen, Senayan, > Jakarta Pusat, Senin 12 Juni 2017. > > Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, > Askolani menjelaskan, defisit keseimbangan primer bisa dinolkan jika > defisit anggaran berada pada level 1,1-1,2 persen. > > Askolani mengatakan, level defisit tersebut ditargetkan pemerintah untuk > tahun 2019. Namun, untuk mencapai tagret defisit anggaran dalam level > tersebut dan juga defisit keseimbangan primer di lebel nol persen, akan > sangat tergantung dari capaian di tahun sebelumnya sebagai basis > perhitungan. > > Selain itu, akan sangat tergantung dari performa penerimaan pajak > nasional. Selama ini yang membuat pemerintah membayar bunga utang dengan > menerbitkan utang baru yakni karena penerimaan pajak tak cukup untuk > membiayainya. Dengan tax ratio tahun depan 11-12 persen, Askolani berharap > bisa mengurangi defisit. > > "Kita maunya tax ratio 13-14 persen, tapi dari evaluasi sekarang masih > susah, 12 persen itu sudah membantu dari posisi sekarang, tapi harus best > effort," jelas Askolani. > > Sekadar informasi, defisit keseimbangan di RAPBN 2018 Rp50 triliun hingga > Rp99 triliun sudah lebih kecil dibanding defisit dalam RAPBN 2017 yang > sebesar Rp111,4 triliun. > > > > >
